Jumat, 21 Oktober 2016

Cinta

front_the_silentDari buku : The Silent Whisperings of the Heart
oleh : Swami Dhyan Giten
 
Cinta bukanlah suatu hubungan eksklusif antara kita dengan orang lain; cinta adalah kualitas yang muncul ketika kita berada dalam kontak dengan batin kita, dengan diri-sejati, dengan kualitas meditasi yang dalam, dengan keheningan batin dan kekosongan. Diri sejati ini dialami oleh kita dan dinyatakan ke luar dalam wujud cinta. Cinta ini tidak ditujukan kepada orang tertentu, melainkan sebuah kehadiran dan kualitas yang mengelilingi orang seperti aroma.

Kamis, 13 Oktober 2016

Memutuskan Batas Realitas

Oleh: Anil Ananthaswamy

18 Desember 2015
(Sumber: plus.maths.org)


Artikel ini pertama kali dimuat di situs komunitas FQXi. FQXi adalah mitra kami dalam proyek informasi tentang informasi. Klik di sini untuk membaca artikel lain terkait konsep “it from bit” milik John Wheeler.

David Wolpert (Santa Fe Institute)

David Wolpert (Santa Fe Institute)David Wolpert biasa menyindir saat berkata bahwa teorinya menempatkan batas pada agama-agama. “Tak boleh ada dua tuhan/dewa, yang dua-duanya mampu mengamati segala sesuatu secara sempurna, atau yang dua-duanya mampu mewujudkan apapun yang mereka mau,” tuturnya. Bahkan, tak boleh ada dua tuhan yang dua-duanya memiliki ingatan sempurna. Ringkasnya, secara matematis mustahil terdapat alam semesta politeistik beserta tuhan-tuhan maha tahu.

Ngobrol dengan Tuhan : Konflik Antar Agama

Ngobrol_dengan_Tuhan._Conversation_with_God_for_Teens
Dari buku : Ngobrol dengan Tuhan oleh Neale Donald Walsh

Kenapa begitu banyak konflik gara-gara meributkan agama mana yang paling benar?
Kebanyakan agama-agama di dunia mu meyakini bahwa hanya ada satu jalan menuju Tuhan, yakni jalan mereka. Mereka begitu yakin akan hal ini, dan mengajarkannya — sampai sampai mereka menganggap diri mereka superior di mata-Ku. Dan ilusi tentang superioritas ini mereka anggap nyata.

Banyak di antara mereka juga percaya bahwa mereka harus membuat orang-orang lain meyakini jalan mereka juga, sebab dengan berbuat begini, seolah mereka telah memenuhi kewajiban mereka terhadap-Ku.

Rabu, 05 Oktober 2016

Apakah Multiverse Betul-betul Eksis?

Oleh: George F.R. Ellis

(Sumber: Scientific American, Agustus 2011, hal 38-43)


Bukti eksistensi alam-alam semesta paralel yang sangat berbeda dari alam semesta kita mungkin masih di luar domain sains.

MultiverseSelama dekade terakhir, sebuah klaim luar biasa telah memikat para kosmolog: alam semesta mengembang yang kita saksikan di sekeliling kita bukanlah satu-satunya; miliaran alam semesta lain ada di luar sana. Bukan satu universe—yang ada multiverse. Dalam artikel-artikel Scientific American dan buku-buku seperti karangan terakhir Brian Green, The Hidden Reality, para ilmuwan terkemuka sudah membahas revolusi super-Copernican. Dalam pandangan ini, bukan hanya bahwa planet kita adalah salah satu dari sekian banyak planet, tapi juga bahkan keseluruhan alam semesta kita tidak signifikan pada skala kosmik segala sesuatu. Ia cuma satu dari banyak alam semesta tak terhitung, masing-masing mengerjakan urusannya sendiri.