Monday, May 28, 2018

KISAH TIGA ORANG SUCI

Leo Tolstoy memiliki sebuah cerita, cerita yang indah, tentang tiga penduduk desa – yang tidak berpendidikan, tidak berbudaya. Mereka tinggal di tepi danau dalam isolasi total, di bawah pohon. Mereka semakin lama semakin terkenal sebagai orang suci.

Uskup agung gereja Ortodoks Rusia tentu saja marah, karena dalam agama Katholik engkau bisa menjadi orang suci hanya jika engkau mendapatkan sertifikasi dari Paus. Sangat lucu bahwa orang suci perlu disertifikasi - seolah-olah itu juga merupakan gelar, gelar kehormatan yang harus diberikan pada pria tersebut. Kata 'orang suci' dalam bahasa Inggris berasal dari 'sanksi'; itu harus diberi sanksi, bersertifikat.

Ketiga orang ini tidak bersertifikat dan mereka menjadi orang suci. Orang-orang mendatangi mereka dalam jumlah ribuan dan mereka tidak mendatangi uskup agung. Dia benar-benar kesal!

Suatu hari dia tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia naik perahu motor dan menyeberangi danau. Ketiga orang miskin itu menyentuh kakinya dan mereka berkata, "Mengapa engkau harus melakukan perjalanan yang panjang dan membosankan ini? Engkau bisa memberi tahu kami dan kami akan datang."

99 NAMA TUHAN: AL-AZIM, YANG MAHA AGUNG

Asima – satu nama sufi lain untuk Tuhan. Ini hanya berarti 'yang teragung/terbesar'. Semua itu agung/besar, yang kecil itu tidak ada. Yang kecil tidak bisa ada karena semuanya saling terkait, semua adalah bagian dari yang tak terbatas. Bahkan partikel terkecil sekali pun adalah bagian dari keseluruhan. Partikel tidak bisa ada tanpa keseluruhan dan sebaliknya juga: keseluruhan tidak bisa ada tanpa partikel. Keseluruhan tidak akan utuh tanpa partikel - sesuatu akan hilang, akan ada celah. Jadi bahkan selembar rumput terkecil pun sama besarnya dengan matahari.

Begitu engkau mulai mencari yang agung/besar, engkau akan menemukannya di mana-mana. Engkau tidak akan menemukan satu tempat di mana yang agung tidak ada. Itu adalah salah satu wawasan terbesar dari fisika modern. Dalam mencari yang terkecil mereka telah menemukan sumber energi terbesar. Dalam mencari atom mereka telah menemukan energi atom. Yang kecil hanya tampak kecil, itu hanya tampak luarnya. Ia berisi/memuat yang terbesar.

Saturday, May 26, 2018

Dalai Lama Menjelaskan Hubungan antara Fisika Kuantum dan Spiritualitas

Kalee Brown December 28, 2017
“Secara umum, meskipun ada beberapa perbedaan, saya pikir filsafat Buddha dan mekanika kuantum dapat sepakat mengenai pandangan dunia. Kita dapat lihat dalam contoh-contoh besar buah dari pemikiran manusia. Terlepas dari kekaguman kita pada pemikir besar ini, kita tidak harus kehilangan pandangan terhadap realitas bahwa mereka adalah manusia sama seperti kita.”
Dalam waktu yang cukup lama, ilmu pengetahuan dan spiritualitas dianggap sebagai dua buah pandangan yang saling berlawanan, yang menciptakan polarisasi dari kedua subjek ini. Anda adalah “Man of God” atau “Man of Science,” dengan tidak ada jalan tengah. Namun, kita sekarang sedang mengamati penggabungan ilmu pengetahuan dan spiritualitas melalui fisika kuantum dan studi kesadaran, yang menghancurkan pola pikir lama dan mengakhiri “kelemahan” sebelumnya diantara dua subjek ini.

Friday, May 25, 2018

SEBUAH LOMPATAN KEBERANIAN MENUJU SAMUDERA KEHIDUPAN

Dapatkah engkau mengatakan siapa dirimu?

Maneesha, aku adalah undangan untuk semua orang yang sedang mencari, menyelidiki, dan memiliki kerinduan mendalam di dalam hati mereka untuk menemukan rumah mereka.

Aku adalah jawaban atas pertanyaan setiap orang, tapi tidak dapat merumuskannya - sebuah pertanyaan yang lebih merupakan sebuah pencarian daripada sebuah pertanyaan, lebih merupakan sebuah kehausan daripada sebuah perkataan, penyelidikan batin; rasa haus yang dirasakan seseorang di setiap sel dan serat keberadaannya, namun tidak memiliki cara untuk membawa ke dalam kata-kata dan menanyakan.

Aku adalah jawaban untuk pertanyaan yang tidak dapat engkau tanyakan dan engkau tidak dapat mengharapkan itu bisa dijawab. Ketika aku mengatakan bahwa aku adalah jawaban, aku tidak bermaksud bahwa aku dapat memberikanmu jawaban ... ya, jika engkau siap, engkau dapat mengambilnya. Aku seperti sumur, siap untuk dirimu membuang ember dan menarik air untuk dirimu sendiri. Aku memilikinya tapi aku tidak dapat meraihmu tanpa usaha darimu.

INTI AJARAN BUDDHA (EMPAT KEBENARAN MULIA)

Keseluruhan ajaran Buddha dapat dibagi menjadi empat bagian. Empat kebenaran mulia yang ia sebut ARYA SATYA - kebenaran mulia. Yang pertama adalah bahwa hidup yang tidak diteliti/ diselidiki (unexamined) adalah duka/kesedihan, kehidupan yang tidak tercerahkan adalah duka. Itu adalah kebenaran yang paling mendasar, kata Sang Buddha. Mereka yang mengikuti jalan menjadi sadar bahwa kehidupan dapat dijalani dengan dua cara, entah secara sadar atau tidak sadar. Jika engkau hidup tanpa kesadaran engkau akan hidup dalam duka, engkau akan dikuasai oleh naluri yang buta...

Orang terus menjalani hidup melalui fantasi/khayalan, fantasi yang tidak masuk akal. Lihatlah fantasimu sendiri dan mereka semua akan menjadi menggelikan. Tetapi engkau tidak pernah melihat fantasimu sendiri sebagai sesuatu yang menggelikan; itu lebih mudah untuk melihat fantasi orang lain sebagai sesuatu yang menggelikan. Amatilah fantasimu sendiri. Apa yang engkau inginkan dari hidupmu? Untuk apa engkau hidup? Apa saja rencanamu, jadwalmu di bumi ini? Mengapa engkau masih ingin tetap hidup besok? Lihat saja fantasimu. Jika engkau diberi hanya tujuh hari untuk hidup, bagaimana engkau akan memenuhi tujuh hari itu? Dengan apa? Tuliskanlah fantasimu, jangan licik dan jangan menjadi cerdik - jadilah benar-benar jujur. Dan engkau akan mendapatkan semua fantasimu menggelikan. Tapi demikianlah cara orang menjalani hidup.

JALAN MULIA BERUNSUR DELAPAN: 1. PANDANGAN BENAR

Yang pertama adalah pandangan benar.

Buddha berkata: Lihatlah sesuatunya tanpa pendapat apa pun, jika tidak, engkau tidak pernah melihat kenyataan. Lihatlah sesuatunya tanpa filsafat apa pun, tanpa prasangka apa pun, tanpa dogma, kepercayaan, kitab suci apa pun. Lihatlah saja. Lihatlah sesuatunya sebagaimana adanya. Jadilah nyata/berdasarkan fakta; jangan menciptakan khayalan/fiksi. Jika engkau sedang mencari sesuatu dengan prasangka, engkau akan menemukannya - itulah masalahnya. Jika engkau sudah penuh dengan satu kepercayaan engkau akan menemukannya karena pikiran itu begitu kreatif, begitu imajinatif, sehingga ia mampu melakukan auto-hipnosis, bahwa apa pun yang ia percayai dapat ia ciptakan. Buddha berkata: Pergilah ke kenyataan tanpa kepercayaan (belief) apa pun. Kepercayaan adalah penghalangnya.

Engkau pasti sudah pernah mengamatinya.

Jika engkau terlahir sebagai orang Hindu - itu berarti jika engkau dikondisikan dari masa kecilmu oleh umat Hindu - itu berarti engkau adalah korban agama Hindu. Dan hal yang sama berlaku untuk orang-orang Islam dan Kristen, Yahudi, Jaina, komunis: keseluruhan umat manusia adalah korban dari aliran ini atau itu, dari prasangka ini atau itu, dari kepercayaan ini atau itu. Jika engkau terlahir sebagai seorang Hindu, telah dikondisikan dalam dogma-dogma tertentu, dan engkau mulai bermeditasi, engkau akan mulai mendapat penglihatan dari Krishna, Rama - itu tergantung pada apa yang telah diajarkan kepadamu, yang telah dipaksakan dan dipahat di dalam pikiranmu - tetapi Kristus tidak akan pernah datang kepadamu. Kristus datang kepada seorang umat Kristen, Buddha datang kepada seorang umat Buddha, Mahavira datang kepada seorang umat Jaina. Bagi seorang Jaina, Muhamad tidak pernah bisa datang; itu tidak mungkin. Bahkan untuk memahami ide itu tidak mungkin. Bahkan dalam mimpi, Muhamad tidak akan datang kepada umat Jaina. Apakah yang terjadi? Apakah para Buddha ini, Mahavira, Kristus, benar-benar datang? atau apakah kepercayaanmu sendiri yang menciptakannya?

Monday, May 21, 2018

CERITA RAMAKRISHNA DAN KESHAV CHANDRA SEN

Ramakrishna hidup tepat di akhir abad kesembilan belas ... orang yang begitu polos. Dan salah satu dari orang-orang yang sangat terpelajar, seorang ilmuwan besar - mungkin ilmuwan terbesar pada masa itu - adalah Keshav Chandra Sen. Mereka berdua tinggal sangat dekat; Keshav Chandra tinggal di Kolkata dan Ramakrishna tinggal di luar Kolkata di tepi sungai Gangga, sebagai imam di sebuah kuil kecil di Dakshineshwar.

Keshav Chandra dihormati di seluruh negeri karena kebijaksanaannya, karena pengetahuannya, karena rasionalitasnya yang luar biasa, intelektualitasnya, kefasihannya atas kitab suci dan ketajaman logisnya. Orang-orang dari seluruh penjuru negeri biasa datang untuk duduk di kakinya.

Tapi perlahan-lahan dia menjadi sangat bingung: orang-orang yang telah mendengarkannya selama bertahun-tahun mulai pergi ke Dakshineshwar untuk duduk di kaki Ramakrishna, yang tidak berpendidikan, yang tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang kitab suci mana pun, yang tidak dapat disebut dalam bidang mana pun sebagai orang yang berpengetahuan. Dia tidak bisa berdebat, tidak bisa meyakinkan siapa pun tentang apa pun.

KISAH BODHIDHARMA MEMILIH PENERUSNYA

Bodhidharma tinggal di China selama empat belas tahun. Dia dikirim oleh Masternya untuk menyebarkan pesan meditasi. Setelah empat belas tahun, dia ingin kembali ke Himalaya; Dia sudah tua dan siap untuk menghilang ke dalam salju abadi. Dia memiliki ribuan murid - dia adalah salah satu orang paling langka yang pernah ada di bumi - tapi dia memanggil hanya empat murid dan dia berkata, "Aku hanya akan mengajukan satu pertanyaan: apakah inti ajaranku? Siapa pun yang memberikanku jawaban yang benar akan menjadi penerusku."

Ada keheningan yang luar biasa, harapan yang luar biasa. Semua orang melihat pada murid pertama, yang paling terpelajar, yang paling tahu. Murid pertama berkata, "Melampaui pikiran adalah intisari ajaranmu.”
Bodhidharma berkata, "Engkau memiliki kulitku, tapi tidak lebih dari itu."

Bodhidharma kemudian berpaling kepada murid kedua yang berkata, "Tidak ada yang melampaui pikiran, semua hening. Tidak ada pembagian antara yang harus dilampaui dan yang harus melampaui. Inilah esensi ajaranmu."

Zen, Apa itu kebijaksanaan?

Diskusi Zen:

A: Apakah kebijaksanaan itu ada?
B: Kebijaksanaan itu tidak ada
A: Jadi, apa yang ada?
B: …Kebijaksanaan.

Maksud:
Ketika penanya pertama bertanya tentang “Kebijaksanaan”, yang ia maksudkan adalah, ingin menanyakan tentang Kebijaksanaan Absolut melalui kata “kebijaksanaan”.

Memahami konsep salah yang diyakini sang penanya, sang penjawab menjawab, kebijaksanaan itu tidak ada.

Maksudnya adalah, Kebijaksanaan Tertinggi tidak akan dapat diwakili label dan kata-kata manapun. Melainkan harus di cicip, sebab Kebijaksanaan tertinggi, saking terhubungnya dengan segala aspek, menyebabkannya tidak mungkin lagi dapat dijelaskan melalui kata-kata semata.

Sunday, May 20, 2018

PUISI RUMI

Ada puisi terkenal dari Jalaluddin Rumi; Aku setuju dengannya sampai titik tertentu dan kemudian ketidaksepakatanku dimulai. Pada poin yang sangat penting aku tidak dapat setuju dengannya. Perasaanku mengatakan dia pasti telah menulis puisi itu sebelum dia telah tercerahkan. Dia adalah seorang yang telah tercerahkan, tapi puisi itu menentukan - pasti ditulis sebelum dia menjadi tercerahkan. Puisi itu indah, karena terkadang penyair mengatakan hal-hal seperti yang melihat, tapi ingat mereka hampir seperti yang melihat. Pasti ada beberapa kelemahan, itu tidak bisa sempurna. Engkau mungkin tidak dapat menemukan kekurangannya.

Dengarkan kisah puisi itu.
Jalaluddin mengatakan:
Seorang pecinta datang ke rumah kekasihnya, mengetuk pintu.
Sang kekasih bertanya, "Siapa di sana?"
Dan pecinta berkata, "Aku - kekasihmu."

KISAH UDDALAKA DAN SVETAKETU

Seorang bijak yang agung, Uddalaka, ditanya oleh putranya, Svetaketu, “Ayah, siapakah aku? Apa yang ada di dalam diriku? Aku mencoba dan mencoba, aku bermeditasi dan bermeditasi, tetapi aku tidak dapat menemukannya.

Svetaketu adalah seorang anak kecil tapi dia mengajukan pertanyaan yang sangat sulit. Jika orang lain yang bertanya, Uddalaka dapat menjawabnya dengan mudah, tetapi bagaimana cara membantu seorang anak untuk mengerti? Dan dia menanyakan masalah terbesar yang ada.

Uddalaka harus menciptakan satu sarana. Dia berkata, “Engkau pergi ke sana, di sana, di mana engkau melihat pohon beringin dan engkau bawa satu buah darinya." Anak itu berlari; dia membawa satu buah kecil dari pohon beringin.

KEBENARAN DAN TUHAN

Ada dua aliran mistik di dunia: yang satu menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan kebenaran sebagai yang kedua; kategori kedua dari mistik menempatkan kebenaran sebagai yang pertama dan Tuhan sebagai yang kedua.

Kedua sikap itu benar, keduanya dapat menuntunmu ke tujuan akhir, tetapi yang lebih kusukai adalah kebenaran sebagai yang pertama dan Tuhan sebagai yang kedua.

Buddha, Lao Tzu, Mahavira, setuju denganku - dan ini adalah ketiga mistik terbesar yang pernah ada. Muhammad, Yesus, Krishna - mereka milik tradisi yang lain; Tuhan adalah yang pertama, kebenaran itu sekunder.

Mengapa Buddha, Lao Tzu dan Mahavira bersikeras bahwa kebenaran adalah kualitas tertinggi. Setelah pengalaman selama dua puluh lima abad, dapat dikatakan bahwa mereka benar, desakan mereka benar, karena ketika engkau menempatkan Tuhan sebagai yang pertama, Tuhan menjadi satu kepercayaan. Alih-alih menciptakan para pencari engkau menciptakan orang yang percaya.
Jika engkau menempatkan kebenaran terlebih dahulu maka tidak ada pertanyaan tentang kepercayaan; engkau harus bertanya, engkau harus menyelidiki. Jika Tuhan yang pertama maka imam sangat penting - gereja, kuil, doktrin, kitab suci, tradisi.

LA ILLAHA ILL ALLAH

LA ILLAHA ILL ALLAH -- Tidak ada apa-apa selain Allah. Ini adalah esensi mendasar dari jalan Sufi. Ini adalah benihnya. Dari benih ini telah tumbuh pohon Bodhi dari Sufisme. Dalam proklamasi kecil ini, semua yang berharga dari semua agama yang ada telah terkandung di dalamnya: Tuhan ada dan hanya Tuhan yang ada.

Pernyataan ini membuat Tuhan identik dengan keberadaan (segala sesuatu yang ada ini). Tuhan adalah potensialitas dari semua yang ada. Tuhan tidak terpisah dari ciptaan-Nya. Pencipta ada di dalam ciptaan-Nya; tidak ada dualitas, tidak ada jarak, sehingga apapun yang engkau temui adalah Tuhan. Pohon-pohon dan sungai-sungai dan pegunungan, semua adalah perwujudan Tuhan. Engkau dan orang-orang yang engkau cintai, dan orang-orang yang engkau benci, semua adalah perwujudan dari Tuhan.

Pernyataan kecil ini dapat mengubah seluruh hidupmu. Hal ini dapat mengubah seluruh visimu. Pada saat kita mengakui bahwa semua adalah satu, cinta muncul dengan sendirinya.

Dan cinta adalah Sufisme.

Sufisme tidak peduli dengan pengetahuan. Seluruh keperduliannya adalah cinta, yang intens, cinta yang bergairah: bagaimana untuk jatuh cinta dengan keseluruhan, bagaimana menjadi selaras dengan keseluruhan, bagaimana menjembatani jarak antara ciptaan dan pencipta.

ISHQ - CINTA AUTENTIKMU KEPADA TUHAN

Rumi mengatakan:

Jika engkau bukan satu dengan Yang Tercinta
Carilah!
Dan jika engkau dalam penyatuan,
Bersukacitalah!

Sufi berbicara tentang dua jenis cinta. Yang pertama mereka sebut muhabbah; Itu berarti cinta biasa, suam-suam kuku, sesaat, sebagian. Suatu saat ia di sana, saat yang lain ia pergi. Ia tidak memiliki kedalaman, tanpa intensitas. Engkau menyebutnya gairah, tapi itu tidak penuh dengan kegairahan. Itu bukan nyala api yang bisa membakar dirimu. Engkau tidak menjadi terbakar dengannya; ia tetap sesuatu di bawah kendalimu. Engkau tidak dirasuki olehnya, engkau tidak kehilangan dirimu di dalamnya. Engkau tetap memegang kendali.
Jenis cinta lainnya, cinta sejati, cinta yang autentik, sufi menyebutnya ishq; ishq berarti mencintai dengan intensitas total. Orang hilang di dalamnya, ia dirasuki olehnya. Ia menjadi gila di dalamnya.

Aku pernah mendengar, Master besar sufi Ruzbihan suatu kali berada di atap khaniqahnya saat berada dalam keadaan WAJD (sukacita spiritual).

MANTRA

Pertanyaan:

Osho terkasih, agama yang berbeda memiliki mantra yang berbeda, seperti: Om namo shivaya namo, Arihanta nam, Allahu akbar, Om mani padme hum. Dalam kondisi keberadaan manakah mantra-mantra besar ini lahir? Bagaimana dan dalam cara apa mereka terhubung dengan berbagai pusat dalam diri kami? Bagaimana seharusnya seorang pencari memilih mahamantra yang paling sesuai dengannya?

Jawaban OSHO:

Perjalanan seorang pencari bisa berlanjut dalam dua jalan; Satu adalah kekuatan/kesaktian, yang lainnya adalah kedamaian. Perjalanan menuju kekuatan bukanlah perjalanan menuju kebenaran, ini adalah perjalanan menuju ego - apakah kekuatan itu berasal dari uang, nama baik/kehormatan, atau dari membaca mantra. Untuk memiliki keinginan akan kekuatan berarti engkau tidak memiliki keinginan untuk kebenaran. Kekuatan apa pun yang engkau dapatkan, entah itu tubuh, pikiran atau jika itu disebut kekuatan spiritual, hanya akan memperkuat engkau, dan semakin kuat engkau, semakin engkau menjauh dari kebenaran. Kenyataan dari kekuatanmu adalah penegasan egomu dalam menghadapi kebenaran. Kekuatanmu akan berubah menjadi penghalang. Kekuatanmu pada kenyataannya akan menjadi kelemahanmu dalam dunia kebenaran. Jadi semakin kuat dirimu, semakin engkau menjadi impoten di pintu kebenaran.

DOA VS MEDITASI

Pertanyaan:
Master terkasih, apakah meditasi cukup untuk menjadi utuh dan sehat? Tolong jelaskan.

Jawaban OSHO:
Kata “meditation” (meditasi) dan kata “medicine” (obat) berasal dari akar kata yang sama. Obat berarti sesuatu yang menyembuhkan fisik, dan meditasi berarti sesuatu yang menyembuhkan spiritual. Keduanya adalah kekuatan penyembuhan.

Hal lain yang harus diingat: kata “healing” (penyembuhan) dan kata “whole” (utuh/keseluruhan) juga berasal dari akar kata yang sama. Menjadi tersembuhkan hanya berarti menjadi utuh, tidak kehilangan apa pun. Konotasi lain dari kata itu - kata "holy” (suci/kudus) - juga berasal dari akar kata yang sama. Kata “penyembuhan”, “utuh”, “suci”, tidak berbeda dalam akar kata mereka.

Meditasi menyembuhkan, membuatmu utuh; dan menjadi utuh adalah menjadi suci. Kesucian tidak ada hubungannya dengan menjadi penganut agama tertentu, atau menjadi anggota gereja tertentu. Ini hanya berarti bahwa di dalam dirimu, engkau utuh, lengkap; tidak ada yang hilang, engkau terpenuhi. Engkau adalah apa yang semesta inginkan. Engkau telah menyadari potensi dirimu sendiri.

MENGAPA PARA SUFI MENARI?

Ya, ini adalah pertanyaan yang penting. Umat Buddha hanya duduk diam. Mengapa para Sufi menari? Orang Zen hanya bermeditasi, duduk diam, tidak melakukan apa-apa - hanya duduk diam. Musim semi datang, dan rumput tumbuh dengan sendirinya. Tapi Sufi menari.

Inilah dua jalur yang berbeda, karena ada dua jenis energi di dunia: positif dan negatif, pria dan wanita, yin dan yang. Orang Zen menggunakan energi negatif; mereka menggunakan jalan yang pasif. Para Sufi menggunakan energi positif; mereka menggunakan jalan yang aktif. Mereka adalah orang yang sangat hidup.
Meditasi mereka bukanlah kepasifan; Meditasi mereka adalah suka cita.

Keduanya adalah cara-cara engkau bisa mencapai tujuan yang sama, karena tujuannya ada tepat di tengah-tengah. Yang positif adalah satu ekstrem, yang negatif adalah ekstrem lainnya. Antara yang positif dan yang negatif ada satu titik tengah, tepat di tengahnya, di mana transformasi terjadi - orang melampaui dunia dan segalanya - di mana ia masuk ke dalam Tuhan dan menjadi Tuhan.