Selasa, 28 Agustus 2012

NDE : Mellen Thomas Benedict

Resep Bahagia Deepak Chopra


VISIONER, pengarang, ahli ayurveda, spesialis dalam hal potensi manusia, pengajar, dan pemberi inspirasi memberikan beberapa kiat untuk Anda agar bahagia. Silakan dicoba: 

1. Tanyalah pada diri Anda sendiri apa sebenarnya prioritas yang mesti Anda capai
Manusia merindukan lebih dari sekadar bertahan hidup, keamanan, sensualitas, dan kelebihan-kelebihan material. Manusia juga menginginkan arti dan tujuan, cinta dan rasa memiliki, penilaian diri, kreativitas, dan pedoman dari yang tinggi. Buatlah daftar apa yang kurang dari diri Anda dalam hidup. Kemudian buatlah prioritas.

Memerdekakan Pikiran

Oleh : Deepak Chopra

Apakah Anda mengasihi pikiran anda? Pikiran adalah bagian diri kita yang paling sulit dikasihi karena kita merasa terperangkap di dalamnya - tidak selalu tetapi di saat saat ketika timbul masalah. Ketakutan itu bisa merasuki pikiran sesukanya. Depresi menggelapkan pikiran; amarah menjadikan pikiran meledak dalam kekacauan tak terkendali.

Kebudayaan-kebudayaan kuno cenderung menggemakan anggapan bahwa pikiran itu gelisah dan tidak dapat diandalkan. Dalam ajaran Buddha pikiran itu diibaratkan  seperti monyet yang mengintip dunia lewat panca indra. Monyet itu terkenal impulsif dan berubah ubah, bisa berbuat apapun tanpa pemberitahuan lebih dulu. Psikologinya bertujuan menjinakkan monyet untuk mempelajari cara cara menerimanya, lalu melampaui kesadaran yang lebih tinggi, yang jauh melampaui sifat pikiran yang berubah ubah itu.

Materi, Energi dan Kesadaran


Semenjak kita sadar akan dunia di sekeliling kita, kita mulai bertanya tanya tentang tempat kita didalamnya. Pertanyaan yang kita ajukan itu sudah abadi. Mengapa kita ada disini? Bagaimana tempat kita dalam skema yang lebih besar menyangkut segalanya? Apakah takdirku? Ketika kita masih kecil kita cenderung membayangkan masa depan sebagai selembar kertas bersih dimana kita bisa menuliskan kisah kisah kita sendiri. Kemungkinan nampaknya tiada habis habisnya, dan kita bersemangat mengingat janji penemuan serta kesenangan hidup terbenam dalam potensi seperti itu. Tetapi semakin kita dewasa dan “dididik” tentang keterbatasan kita. Pandangan kita tentang masa depan menjadi terbatas. Apa yang dulunya mengangkat imajinasi kita sekarang membebani kita dengan ketakutan dan kecemasan. Apa yang dulunya tak terbatas menjadi sempit dan gelap.

Membalikkan Proses Penuaan


From the book : Grow Younger, Live Longer

“Memandang badan anda dari perspektif fisika kuantum membuka modus baru pemahaman dan pengalaman badan dan proses penuaanya. Hakekat praktis dari pemahaman baru ini adalah bahwa umat manusia dapat membalik proses penuaan mereka”.

Kita telah hidup dalam penjara tanpa dinding tanpa kita sadari–pengurungan yang sepenuhnya kita ciptakan dari kebiasaan dan kebiasaan pikiran kita. Jika kita bertekat untuk menjadi lebih muda, kita harus keluar dari kebiasaan ini. Ibarat seekor bayi gajah yang diikat kakinya pada sebuah pohon, ia hanya dapat belajar bahwa ia hanya bisa bergerak dalam ruang sempit yang amat terbatas. Bertahun tahun kemudian, sebagai gajah dewasa yang kuat, binatang ini masih tetap dalam keterbatasan sempit yang sama. Meskipun ia memiliki kekuatan untuk merobohkan pohon itu, binatang itu telah dikondisikan untuk menerima keterbatasan yang dipaksakan kepadanya.

Bersikap Ikhlas Memperpanjang Usia

Oleh : Deepak Chopra

Berdasarkan survey atas orang yang usianya tergolong panjang, lebih dari 90 tahun, ternyata hasilnya bukanlah apa yang biasa kita ketahui mengenai prinsip prinsip umum yang dapat membantu kita semua untuk menjalani hidup lebih lama, seperti diet, olahraga, tidak merokok atau tidak minum alkohol. Ternyata penjelasan yang paling umum yang dikemukakan oleh sebagian besar manula kita untuk hidup lebih lama adalah kemampuan mereka untuk bersikap ikhlas.

Orang yang berumur panjang mempunyai fleksibilitas dan daya untuk pulih ketika menghadapi perubahan dalam hidup yang tidak terelakkan. Bila kita hidup lebih dari 100 tahun, kemungkinan besar kita telah mengalami banyak tantangan dan kerugian, sekalipun demikian kaum manula super ini mampu melewati kesulitan dan melanjutkan kehidupan mereka. Mereka melepaskan pegangan mereka pada pengalaman yang tidak berguna bagi mereka. Mereka mengikhlaskan dan melanjutkan perjalanan.

The Path to Love


Dalam “The Path to Love”,  Deepak Chopra menunjukkan kepada kita bahwa dengan membawa spiritualitas ke dalam relasi-relasi kita, kita dapat menemukan dunia yang lebih mendalam dan berarti setiap hari, yang akan mengisi kehidupan kita dengan kemesraan dan gairah.

“Kita diciptakan untuk menjadi benar-benar dicintai dan mencintai secara menyeluruh dalam kehidupan.”

Kita semua harus percaya bahwa kita mencintai dan dicintai. Kita memulai kehidupan dengan keyakinan pada kedua titik tersebut, diselimuti cinta kasih seorang ibu dan kepolosan kita waktu bayi. Cinta tersebut tidak perlu dipertanyakan, namun seiring waktu kita mulai meragukannya. Bila Anda melihat diri Anda sendiri hari ini, masih dapatkah Anda membuat dua pernyataan yang seperti setiap bayi baru lahir bisa rasakan?

Saya benar-benar dicintai.
Saya benar-benar mencintai.

How to Know God


How to Know God adalah buku yang berisi gabungan filsafat dan ilmu pengetahuan yang diterapkan pada subjek yang terbesar dari semua, yakni Tuhan. Buku ini berfokus pada upaya masing-masing dari kita, apakah kita menyadarinya atau tidak. Seperti ditulis oleh Deepak Chopra, “Tuhan adalah naluri tertinggi kita untuk mengetahui diri kita sendiri.” Dalam bukunya, Dr Chopra menyelidiki misteri-misteri seperti kebangkitan agama, ekstasi, jenius, telepati, kepribadian ganda, dan clairvoyance – semua bagian dari “medan pikiran ” yang telah ditemukan dalam fisika kuantum hampir seratus tahun yang lalu.

Membangkitkan Diri Sejati


Pertemuan Pertama dengan Maharishi


Saat itu adalah tahun 1985, dua tahun setelah perjalanan saya ke Rishikesh, dimana saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Maharishi. Ketika kesempatan itu datang saya tiba-tiba menjadi ragu. Seorang psikolog muda Harvard, yang sedang melakukan studi tentang manfaat Transendental Meditasi untuk orang tua, menceritakan pada saya tentang kunjungan Maharishi ke Amerika untuk konferensi setelah beberapa tahun. Apakah saya mau pergi ke Washington DC dan memperkenalkan diri? Bagi kami para dokter, kami bukanlah pengikut yang baik, dan saya sudah lama memutuskan untuk tidak memiliki guru. Saya tidak akan memulai Transendental Meditasi/TM jika tidak memungkinkan bagi saya untuk mempelajarinya sendiri. Teman saya bersikeras saat menelepon saya dan bertanya-tanya tentang keengganan saya. Setelah membahas undangan tersebut dengan istri saya, Rita dan saya memutuskan bahwa rasa ingin tahu kami lebih kuat daripada keengganan kami. Lalu kami memutuskan untuk pergi.

Hanya Spiritualitas yang bisa Menyelesaikan Masalah Dunia

Oleh : Deepak Chopra

Sebelum membahas pentingnya spiritualitas di zaman modern ini, kita harus terlebih dahulu mendefinisikannya. Spiritualitas adalah pengalaman pada domain kesadaran di mana kita mengalami universalitas kita. Domain kesadaran ini adalah inti kesadaran yang berada di balik pikiran, kecerdasan, dan ego kita.

Dalam tradisi agama kesadaran inti yang disebut sebagai jiwa ini merupakan bagian dari jiwa kolektif atau kesadaran kolektif, yang pada gilirannya merupakan bagian dari domain yang lebih universal dari kesadaran yang dimaksud dalam agama sebagai Tuhan. Ketika kita bahkan melihat sebagian dari tingkat kesadaran ini, kita akan mengalami sukacita, wawasan, intuisi, kreativitas, dan kebebasan untuk memilih. Selain itu, ada kebangkitan cinta, kebaikan, kasih sayang, kebahagiaan pada kesuksesan orang lain, dan ketenangan. Ketika turbulensi pikiran kita sudah menurun, tubuh kita juga mulai menyembuhkan dirinya sendiri karena juga menjadi tenang. Mekanisme perbaikan diri tubuh diaktifkan ketika pikiran sudah tenang karena pikiran dan tubuh pada tingkat yang terdalam adalah satu tidak terpisah.

The Seven Spiritual Laws of Success


Ada banyak aspek untuk kesuksesan; kekayaan materi hanyalah salah satu komponen. Selain itu, kesuksesan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Kelimpahan materi, dalam semua ekspresi nya, adalah salah satu hal yang membuat perjalanan lebih menyenangkan. Namun sukses juga termasuk kesehatan, energi dan antusiasme untuk kehidupan, hubungan yang sehat, kebebasan kreatif, dan kestabilan emosi, rasa kecukupan dan kedamaian pikiran. Bahkan dengan pengalaman semua hal ini, kita akan tetap tidak terpenuhi kecuali kita memelihara benih-benih keilahian dalam diri kita. Dalam realitasnya, keilahian kita tersembunyi, dan para dewa dan dewi dalam embrio yang terkandung dalam diri kita berusaha untuk sepenuhnya terwujud. Meskipun buku ini saya sebut hukum, saya akan membahas Tujuh Hukum Spiritual untuk Sukses, kita juga dengan mudah bisa menyebut sebagai Tujuh Hukum Spiritual Kehidupan. Hal ini karena mereka adalah prinsip yang sama yang digunakan alam untuk menciptakan segala sesuatu dalam eksistensi material – semua yang kita bisa lihat, dengar, bau, rasa atau sentuh.

Mengapa Begitu Sulit Untuk Berbahagia ?


Penelitian saat ini tentang apa yang membuat orang bahagia telah menemukan beberapa fakta menarik. Beberapa tujuan tertentu, seperti ingin menjadi kaya atau mendapatkan kenaikan gaji, ternyata tidak membuat banyak perbedaan dalam tingkat kebahagiaan seseorang. Secara umum kita bukanlah peramal yang baik tentang apa yang akan membuat kita bahagia di masa depan. Temuan lain cenderung menjadikan hal ini lebih suram dan merusak. Bidang baru yang disebut “psikologi positif” adalah bidang yang lebih baik untuk menghapus mitos dalam menciptakan dasar baru bagi kebahagiaan.

Memahami Kesadaran


Pikirkan tentang matahari terbenam … Segera setelah Anda melihat gambaran ini ada kode biner dari foton terhadap pengalaman ini di otak Anda. Bayangkan sebuah ruangan gelap dengan nyala lilin. Sekarang kalau saya bisa melihat ke dalam otak Anda, tidak akan ada lilin – hanya kode biner dari foton yang berkedip-kedip. Pertanyaannya adalah, di mana gambar tersebut berada sebelum saya meminta Anda untuk berpikir tentang itu? Poin yang saya coba buat adalah bahwa ketika saya meminta Anda untuk membayangkan matahari terbenam atau nyala lilin, sebelum Anda mengingat, informasi ini tidak ada di dalam otak Anda. Informasi muncul dalam otak Anda segera setelah Anda memiliki niat untuk mengingat hal tersebut. Jadi, ada di mana sebelum itu? Ia ada sebagai potensi dalam kesadaran tapi tidak berada di dalam otak Anda.

NDE dan Pra Kelahiran


Banyak orang orang yang kembali dari kematian klinis/NDE menceritakan kembali bahwa mereka memperoleh informasi tentang pra-eksistensi mereka sebelum mereka terlahir di dunia. Beberapa laporan mengatakan bagaimana mereka belajar memilih berbagai aspek kehidupan mereka yang akan dijalani sebelum mereka lahir. Beberapa pilihan telah dipilih oleh kita sebelum kelahiran termasuk pemilihan orang tua mereka, memilih misi mereka dalam hidup, dan bahkan memilih bagaimana mereka akan mati. Pengetahuan yang diterima oleh mereka tentang masa lalu dan masa depan menunjukkan bagaimana beberapa hal dalam hidup yang telah ditakdirkan sementara hal-hal lain tidak.

The Grand Design


Stephen Hawking menempati posisi penting dalam ilmu pengetahuan populer yang bisa kita bandingkan dengan kepopuleran Einstein enam puluh tahun lalu: dia adalah orang bijaksana terakhir yang bisa berbicara dengan otoritas total tentang kemajuan ilmu pengetahuan. Hingga buku terbarunya, The Grand Design, muncul, yang ditulis bersama dengan profesor fisika Caltech (dan penulis mahir) Leonard Mlodinow, Hawking telah membuka kemungkinan bahwa keberadaan Tuhan mungkin bisa diuji dengan pemeriksaan ilmiah. Einstein pernah memiliki perasaan yang kuat akan adanya kehadiran yang mengagumkan dan bertanya-tanya di cakrawala yang jauh dari alam semesta dan mencoba melihat bukti adanya keberadaan dari yang menyatukan, yang secara rasional bisa dibuktikan dalam sebuah rumus matematika. Tapi sejak itu alam semesta dari fisika teoretis telah menjadi sesuatu yang acak, kompleks, paradoks, dan seolah mengabaikan kehadiran ilahi. Karena itu, ketika Hawking menjadi berita di seluruh dunia baru-baru ini dengan menyatakan bahwa “tidak perlu melibatkan Tuhan untuk mengatur universe,” ini seperti dukungan mengejutkan bagi para ateis sementara bagi yang taat beriman pada agama tertentu sebaliknya – ucapannya kali ini dianggap menghancurkan iman - untuk kemudian mempertimbangkan ilmu pengetahuan sebagai musuh dari agama.

Kita adalah Bagian dari Irama Alam Semesta


Tubuh kita, pikiran kita, emosi kita – segala sesuatu dalam fisiologi kita adalah berubah waktu ke waktu, tergantung pada waktu hari, siklus bulan, bahkan musim pasang dan surut. Tubuh kita adalah bagian dari alam semesta, dan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta pada akhirnya mempengaruhi fisiologi tubuh kita. Ritme biologis adalah ekspresi dari ritme bumi dalam hubungannya dengan seluruh alam semesta, dan ada empat irama – irama harian, irama pasang surut, irama bulanan atau lunar dan irama tahunan atau musiman – adalah dasar dari semua irama dalam kita tubuh.

The Shadow Effect


Deepak Chopra, Debbie Ford, dan Marianne Williamson - penulis terlaris New York Times dan guru spiritual yang diakui secara internasional – telah bergabung bersama untuk berbagi pengetahuan mereka pada salah satu hambatan yang paling penting untuk kebahagiaan kita yaitu Shadow Effect/Pengaruh Bayangan. Ketiga tokoh ini, dengan pendekatannya masing-masing, menyoroti bagian dari diri kita sendiri yang biasa kita sangkal tapi masih terus mengendalikan hidup kita. Hanya dengan merangkul bayangan tersebut maka kita akan menemukan karunia dari sifat alami kita.

Melihat Dibalik Kehidupan


Penemuan bahwa segala sesuatu terbuat dari energi memiliki implikasi yang besar terhadap bagaimana kita melihat diri kita sendiri, Tuhan dan dunia. Sudah saatnya bagi kita untuk mulai mengerti dan mengakui implikasi ini.

Kita telah mengetahui bahwa segala sesuatu terbuat dari energi. Energi merupakan bentuk getaran, dan bergerak sebagai gelombang. Sebuah gelombang dapat digambarkan melalui beberapa karakteristik, dan salah satunya adalah frekuensi. Sebagai contoh, mari kita lihat pada cahaya yang tampak.

Meningkatkan Kesadaran

Oleh : Deepak Chopra

Karena kesadaran adalah dasar dari semua realitas, setiap pergeseran kesadaran merobah setiap aspek realitas kita. Realitas diciptakan oleh kesadaran yang dibedakan oleh kognisi, suasana hati, emosi, persepsi, perilaku, ucapan, interaksi sosial, lingkungan, interaksi dengan kekuatan alam, dan biologi. Ketika kesadaran berkembang, aspek-aspek yang berbeda dari kesadaran juga akan berubah.

7 Kunci Kebahagiaan Sejati


Tujuan kehidupan adalah memperbesar kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan tujuan dari semua tujuan. Sebagian besar orang memiliki keyakinan bahwa kebahagiaan  berasal dari kesuksesan, kekayaan, kesehatan dan hubungan baik. Tentu saja ada tekanan sosial yang sangat besar untuk mempercayai bahwa tercapainya semua itu sama dengan tercapainya kebahagiaan. Namun, ini adalah sebuah kesalahan. Kesuksesan, kekayaan, kesehatan dan hubungan yang saling mengasihi merupakan “produk sampingan” kebahagiaan, bukan sumber kebahagiaan.