Tuesday, August 28, 2012

NDE : Mellen Thomas Benedict

Bedasarkan pengalaman mendekati kematian dari Mellen, Dr Ken Ring mencatat, “ceritanya adalah salah satu yang paling luar biasa saya jumpai dalam penelitian ekstensif dari pengalaman mendekati kematian.”

Resep Bahagia Deepak Chopra


VISIONER, pengarang, ahli ayurveda, spesialis dalam hal potensi manusia, pengajar, dan pemberi inspirasi memberikan beberapa kiat untuk Anda agar bahagia. Silakan dicoba: 

1. Tanyalah pada diri Anda sendiri apa sebenarnya prioritas yang mesti Anda capai
Manusia merindukan lebih dari sekadar bertahan hidup, keamanan, sensualitas, dan kelebihan-kelebihan material. Manusia juga menginginkan arti dan tujuan, cinta dan rasa memiliki, penilaian diri, kreativitas, dan pedoman dari yang tinggi. Buatlah daftar apa yang kurang dari diri Anda dalam hidup. Kemudian buatlah prioritas.

Memerdekakan Pikiran

Oleh : Deepak Chopra

Apakah Anda mengasihi pikiran anda? Pikiran adalah bagian diri kita yang paling sulit dikasihi karena kita merasa terperangkap di dalamnya - tidak selalu tetapi di saat saat ketika timbul masalah. Ketakutan itu bisa merasuki pikiran sesukanya. Depresi menggelapkan pikiran; amarah menjadikan pikiran meledak dalam kekacauan tak terkendali.

Kebudayaan-kebudayaan kuno cenderung menggemakan anggapan bahwa pikiran itu gelisah dan tidak dapat diandalkan. Dalam ajaran Buddha pikiran itu diibaratkan  seperti monyet yang mengintip dunia lewat panca indra. Monyet itu terkenal impulsif dan berubah ubah, bisa berbuat apapun tanpa pemberitahuan lebih dulu. Psikologinya bertujuan menjinakkan monyet untuk mempelajari cara cara menerimanya, lalu melampaui kesadaran yang lebih tinggi, yang jauh melampaui sifat pikiran yang berubah ubah itu.

Materi, Energi dan Kesadaran


Semenjak kita sadar akan dunia di sekeliling kita, kita mulai bertanya tanya tentang tempat kita didalamnya. Pertanyaan yang kita ajukan itu sudah abadi. Mengapa kita ada disini? Bagaimana tempat kita dalam skema yang lebih besar menyangkut segalanya? Apakah takdirku? Ketika kita masih kecil kita cenderung membayangkan masa depan sebagai selembar kertas bersih dimana kita bisa menuliskan kisah kisah kita sendiri. Kemungkinan nampaknya tiada habis habisnya, dan kita bersemangat mengingat janji penemuan serta kesenangan hidup terbenam dalam potensi seperti itu. Tetapi semakin kita dewasa dan “dididik” tentang keterbatasan kita. Pandangan kita tentang masa depan menjadi terbatas. Apa yang dulunya mengangkat imajinasi kita sekarang membebani kita dengan ketakutan dan kecemasan. Apa yang dulunya tak terbatas menjadi sempit dan gelap.

Untuk kembali meraih sukacita tersebut dibutuhkan pemahaman tentang sifat realita sesungguhnya, kesediaan untuk mengakui kesalingterhubungan, ketakterpisahan dari segalanya. Langkah pertama untuk memahami realitas kehidupan tersebut adalah dengan memahami sifat dari tiga tingkatan kesadaran yang ada.

Membalikkan Proses Penuaan


From the book : Grow Younger, Live Longer

“Memandang badan anda dari perspektif fisika kuantum membuka modus baru pemahaman dan pengalaman badan dan proses penuaanya. Hakekat praktis dari pemahaman baru ini adalah bahwa umat manusia dapat membalik proses penuaan mereka”.

Kita telah hidup dalam penjara tanpa dinding tanpa kita sadari–pengurungan yang sepenuhnya kita ciptakan dari kebiasaan dan kebiasaan pikiran kita. Jika kita bertekat untuk menjadi lebih muda, kita harus keluar dari kebiasaan ini. Ibarat seekor bayi gajah yang diikat kakinya pada sebuah pohon, ia hanya dapat belajar bahwa ia hanya bisa bergerak dalam ruang sempit yang amat terbatas. Bertahun tahun kemudian, sebagai gajah dewasa yang kuat, binatang ini masih tetap dalam keterbatasan sempit yang sama. Meskipun ia memiliki kekuatan untuk merobohkan pohon itu, binatang itu telah dikondisikan untuk menerima keterbatasan yang dipaksakan kepadanya.

Bersikap Ikhlas Memperpanjang Usia

Oleh : Deepak Chopra

Berdasarkan survey atas orang yang usianya tergolong panjang, lebih dari 90 tahun, ternyata hasilnya bukanlah apa yang biasa kita ketahui mengenai prinsip prinsip umum yang dapat membantu kita semua untuk menjalani hidup lebih lama, seperti diet, olahraga, tidak merokok atau tidak minum alkohol. Ternyata penjelasan yang paling umum yang dikemukakan oleh sebagian besar manula kita untuk hidup lebih lama adalah kemampuan mereka untuk bersikap ikhlas.

Orang yang berumur panjang mempunyai fleksibilitas dan daya untuk pulih ketika menghadapi perubahan dalam hidup yang tidak terelakkan. Bila kita hidup lebih dari 100 tahun, kemungkinan besar kita telah mengalami banyak tantangan dan kerugian, sekalipun demikian kaum manula super ini mampu melewati kesulitan dan melanjutkan kehidupan mereka. Mereka melepaskan pegangan mereka pada pengalaman yang tidak berguna bagi mereka. Mereka mengikhlaskan dan melanjutkan perjalanan.

The Path to Love


Dalam “The Path to Love”,  Deepak Chopra menunjukkan kepada kita bahwa dengan membawa spiritualitas ke dalam relasi-relasi kita, kita dapat menemukan dunia yang lebih mendalam dan berarti setiap hari, yang akan mengisi kehidupan kita dengan kemesraan dan gairah.

“Kita diciptakan untuk menjadi benar-benar dicintai dan mencintai secara menyeluruh dalam kehidupan.”

Kita semua harus percaya bahwa kita mencintai dan dicintai. Kita memulai kehidupan dengan keyakinan pada kedua titik tersebut, diselimuti cinta kasih seorang ibu dan kepolosan kita waktu bayi. Cinta tersebut tidak perlu dipertanyakan, namun seiring waktu kita mulai meragukannya. Bila Anda melihat diri Anda sendiri hari ini, masih dapatkah Anda membuat dua pernyataan yang seperti setiap bayi baru lahir bisa rasakan?

Saya benar-benar dicintai.
Saya benar-benar mencintai.

How to Know God


How to Know God adalah buku yang berisi gabungan filsafat dan ilmu pengetahuan yang diterapkan pada subjek yang terbesar dari semua, yakni Tuhan. Buku ini berfokus pada upaya masing-masing dari kita, apakah kita menyadarinya atau tidak. Seperti ditulis oleh Deepak Chopra, “Tuhan adalah naluri tertinggi kita untuk mengetahui diri kita sendiri.” Dalam bukunya, Dr Chopra menyelidiki misteri-misteri seperti kebangkitan agama, ekstasi, jenius, telepati, kepribadian ganda, dan clairvoyance – semua bagian dari “medan pikiran ” yang telah ditemukan dalam fisika kuantum hampir seratus tahun yang lalu.

Tuhan yang nyata dan berguna 

Tuhan telah berhasil mencapai prestasi yang luar biasa menjadi yang paling disembah dan yang tidak terlihat pada saat yang sama. Jutaan orang menggambarkan Tuhan sebagai figur orang tua berjanggut putih yang duduk di atas takhta di langit, tetapi tidak ada yang bisa mengklaim dirinya sebagai saksi mata. Walaupun tampaknya tidak mungkin untuk memberikan sebuah fakta tentang Yang Mahakuasa yang akan mengadakan pengadilan bagi semua umat manusia, tapi entah bagaimana sebagian besar orang- sebanyak 96 persen menurut beberapa jajak pendapat- percaya pada Tuhan tersebut. Hal ini menunjukkan kesenjangan yang besar antara keyakinan ini dengan apa yang kita sebut realitas sehari-hari. Kita perlu menyembuhkan kesenjangan ini.

Membangkitkan Diri Sejati


Seperti yang kita tenun melalui kehidupan, beberapa orang menemukan diri mereka dalam hubungan yang telah menjadi berantakan atau berakhir secara tak terduga, dalam kasus lain, karier seseorang berhenti secara tiba tiba, dan bahkan ada saat-saat dalam kehidupan kita ketika ketidakseimbangan dalam kesehatan dan kesejahteraan yang tiba-tiba mulai mewujudkan diri mereka sebagai kondisi penyakit. Jadi seringkali kita mendefinisikan diri kita sebagai peran yang kita mainkan dalam hubungan-hubungan atau pekerjaan tertentu. Misalnya, “Saya seorang ibu,” “Saya seorang istri,” "Saya seorang manajer,“ ”Saya wakil presiden direktur". Ketika, karena alasan apapun, peran dan aspek kehidupan kita – yang telah kita gunakan begitu lama untuk mengidentifikasi diri kita dan membawa harga diri kita – tiba-tiba berhenti melayani keinginan kita, kita biasanya merasakan rasa kehilangan, kekosongan atau kebingungan.

Pertemuan Pertama dengan Maharishi


Saat itu adalah tahun 1985, dua tahun setelah perjalanan saya ke Rishikesh, dimana saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Maharishi. Ketika kesempatan itu datang saya tiba-tiba menjadi ragu. Seorang psikolog muda Harvard, yang sedang melakukan studi tentang manfaat Transendental Meditasi untuk orang tua, menceritakan pada saya tentang kunjungan Maharishi ke Amerika untuk konferensi setelah beberapa tahun. Apakah saya mau pergi ke Washington DC dan memperkenalkan diri? Bagi kami para dokter, kami bukanlah pengikut yang baik, dan saya sudah lama memutuskan untuk tidak memiliki guru. Saya tidak akan memulai Transendental Meditasi/TM jika tidak memungkinkan bagi saya untuk mempelajarinya sendiri. Teman saya bersikeras saat menelepon saya dan bertanya-tanya tentang keengganan saya. Setelah membahas undangan tersebut dengan istri saya, Rita dan saya memutuskan bahwa rasa ingin tahu kami lebih kuat daripada keengganan kami. Lalu kami memutuskan untuk pergi.

Hanya Spiritualitas yang Bisa Menyelesaikan Masalah Dunia

Oleh : Deepak Chopra

Sebelum membahas pentingnya spiritualitas di zaman modern ini, kita harus terlebih dahulu mendefinisikannya. Spiritualitas adalah pengalaman pada domain kesadaran di mana kita mengalami universalitas kita. Domain kesadaran ini adalah inti kesadaran yang berada di balik pikiran, kecerdasan, dan ego kita.

Dalam tradisi agama kesadaran inti yang disebut sebagai jiwa ini merupakan bagian dari jiwa kolektif atau kesadaran kolektif, yang pada gilirannya merupakan bagian dari domain yang lebih universal dari kesadaran yang dimaksud dalam agama sebagai Tuhan. Ketika kita bahkan melihat sebagian dari tingkat kesadaran ini, kita akan mengalami sukacita, wawasan, intuisi, kreativitas, dan kebebasan untuk memilih. Selain itu, ada kebangkitan cinta, kebaikan, kasih sayang, kebahagiaan pada kesuksesan orang lain, dan ketenangan. Ketika turbulensi pikiran kita sudah menurun, tubuh kita juga mulai menyembuhkan dirinya sendiri karena juga menjadi tenang. Mekanisme perbaikan diri tubuh diaktifkan ketika pikiran sudah tenang karena pikiran dan tubuh pada tingkat yang terdalam adalah satu tidak terpisah.

The Seven Spiritual Laws of Success


Ada banyak aspek untuk kesuksesan; kekayaan materi hanyalah salah satu komponen. Selain itu, kesuksesan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Kelimpahan materi, dalam semua ekspresi nya, adalah salah satu hal yang membuat perjalanan lebih menyenangkan. Namun sukses juga termasuk kesehatan, energi dan antusiasme untuk kehidupan, hubungan yang sehat, kebebasan kreatif, dan kestabilan emosi, rasa kecukupan dan kedamaian pikiran. Bahkan dengan pengalaman semua hal ini, kita akan tetap tidak terpenuhi kecuali kita memelihara benih-benih keilahian dalam diri kita. Dalam realitasnya, keilahian kita tersembunyi, dan para dewa dan dewi dalam embrio yang terkandung dalam diri kita berusaha untuk sepenuhnya terwujud. Meskipun buku ini saya sebut hukum, saya akan membahas Tujuh Hukum Spiritual untuk Sukses, kita juga dengan mudah bisa menyebut sebagai Tujuh Hukum Spiritual Kehidupan. Hal ini karena mereka adalah prinsip yang sama yang digunakan alam untuk menciptakan segala sesuatu dalam eksistensi material – semua yang kita bisa lihat, dengar, bau, rasa atau sentuh.

Mengapa Begitu Sulit Untuk Berbahagia ?


Penelitian saat ini tentang apa yang membuat orang bahagia telah menemukan beberapa fakta menarik. Beberapa tujuan tertentu, seperti ingin menjadi kaya atau mendapatkan kenaikan gaji, ternyata tidak membuat banyak perbedaan dalam tingkat kebahagiaan seseorang. Secara umum kita bukanlah peramal yang baik tentang apa yang akan membuat kita bahagia di masa depan. Temuan lain cenderung menjadikan hal ini lebih suram dan merusak. Bidang baru yang disebut “psikologi positif” adalah bidang yang lebih baik untuk menghapus mitos dalam menciptakan dasar baru bagi kebahagiaan.

Namun kebutuhan akan jenis baru dari kebahagiaan tumbuh setiap hari. Pasokan materi di dunia telah menipis namun miliaran lebih orang di Cina dan India semakin menginginkan materi. Ketika masyarakat tradisional hancur, munculnya materialisme ini mengisi vakum tersebut, sehingga lebih mungkin bahwa konsumerisme yang merajalela akan terus menyebar. Namun konsumerisme, meskipun menyediakan perbaikan sedikit pada kesenangan, adalah salah satu cara yang buruk untuk mencapai kebahagiaan abadi.

Memahami Kesadaran


Pikirkan tentang matahari terbenam … Segera setelah Anda melihat gambaran ini ada kode biner dari foton terhadap pengalaman ini di otak Anda. Bayangkan sebuah ruangan gelap dengan nyala lilin. Sekarang kalau saya bisa melihat ke dalam otak Anda, tidak akan ada lilin – hanya kode biner dari foton yang berkedip-kedip. Pertanyaannya adalah, di mana gambar tersebut berada sebelum saya meminta Anda untuk berpikir tentang itu? Poin yang saya coba buat adalah bahwa ketika saya meminta Anda untuk membayangkan matahari terbenam atau nyala lilin, sebelum Anda mengingat, informasi ini tidak ada di dalam otak Anda. Informasi muncul dalam otak Anda segera setelah Anda memiliki niat untuk mengingat hal tersebut. Jadi, ada di mana sebelum itu? Ia ada sebagai potensi dalam kesadaran tapi tidak berada di dalam otak Anda.

Kenangan saya oleh karena itu tidak berada dalam otak saya. Ini adalah hal yang sangat penting karena penganut aliran reduksionis mengatakan kenangan kita berada dalam otak kita. Mengapa mereka berkata begitu? Karena ketika otak rusak, orang itu dianggap kenangan-kenangannya telah rusak – baik melalui penyakit Alzheimer, atau pingsan, atau melalui mabuk.

NDE dan Pra Kelahiran


Banyak orang orang yang kembali dari kematian klinis/NDE menceritakan kembali bahwa mereka memperoleh informasi tentang pra-eksistensi mereka sebelum mereka terlahir di dunia. Beberapa laporan mengatakan bagaimana mereka belajar memilih berbagai aspek kehidupan mereka yang akan dijalani sebelum mereka lahir. Beberapa pilihan telah dipilih oleh kita sebelum kelahiran termasuk pemilihan orang tua mereka, memilih misi mereka dalam hidup, dan bahkan memilih bagaimana mereka akan mati. Pengetahuan yang diterima oleh mereka tentang masa lalu dan masa depan menunjukkan bagaimana beberapa hal dalam hidup yang telah ditakdirkan sementara hal-hal lain tidak.

Ini menunjukkan bagaimana kehendak bebas dan predestinasi keduanya ada dan bekerja saling bahu membahu. Ini berarti kita memilih takdir kita dalam hidup sebelum kelahiran kita ke dalam dunia untuk hidup itu. Karena reinkarnasi adalah konsep yang ditemukan dalam banyak budaya dan agama, metafora kehidupan sebagai sebuah sungai yang kita pilih sebelum kita lahir kita, muncul dalam banyak kebudayaan-kebudayaan dan agama. Ada banyak aspek dari sebuah sungai yang menjadikannya sebuah analogi yang sangat baik untuk membantu kita memahami dari mana kita berasal, ke mana kita pergi, siapa kita, kenapa kita ada di sini, dan apa makna kehidupan ini. Pembahasan berikut ini akan mencoba untuk melakukan hal itu.

The Grand Design


Stephen Hawking menempati posisi penting dalam ilmu pengetahuan populer yang bisa kita bandingkan dengan kepopuleran Einstein enam puluh tahun lalu: dia adalah orang bijaksana terakhir yang bisa berbicara dengan otoritas total tentang kemajuan ilmu pengetahuan. Hingga buku terbarunya, The Grand Design, muncul, yang ditulis bersama dengan profesor fisika Caltech (dan penulis mahir) Leonard Mlodinow, Hawking telah membuka kemungkinan bahwa keberadaan Tuhan mungkin bisa diuji dengan pemeriksaan ilmiah. Einstein pernah memiliki perasaan yang kuat akan adanya kehadiran yang mengagumkan dan bertanya-tanya di cakrawala yang jauh dari alam semesta dan mencoba melihat bukti adanya keberadaan dari yang menyatukan, yang secara rasional bisa dibuktikan dalam sebuah rumus matematika. Tapi sejak itu alam semesta dari fisika teoretis telah menjadi sesuatu yang acak, kompleks, paradoks, dan seolah mengabaikan kehadiran ilahi. Karena itu, ketika Hawking menjadi berita di seluruh dunia baru-baru ini dengan menyatakan bahwa “tidak perlu melibatkan Tuhan untuk mengatur universe,” ini seperti dukungan mengejutkan bagi para ateis sementara bagi yang taat beriman pada agama tertentu sebaliknya – ucapannya kali ini dianggap menghancurkan iman - untuk kemudian mempertimbangkan ilmu pengetahuan sebagai musuh dari agama.

Kita adalah Bagian dari Irama Alam Semesta


Tubuh kita, pikiran kita, emosi kita – segala sesuatu dalam fisiologi kita adalah berubah waktu ke waktu, tergantung pada waktu hari, siklus bulan, bahkan musim pasang dan surut. Tubuh kita adalah bagian dari alam semesta, dan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta pada akhirnya mempengaruhi fisiologi tubuh kita. Ritme biologis adalah ekspresi dari ritme bumi dalam hubungannya dengan seluruh alam semesta, dan ada empat irama – irama harian, irama pasang surut, irama bulanan atau lunar dan irama tahunan atau musiman – adalah dasar dari semua irama dalam kita tubuh.

Ketika Bumi berputar pada porosnya, kita mengalami siklus 24-jam siang dan malam yang kita sebut ritme sirkadian. Ritme ini didasarkan pada peputaran bumi, dan segala sesuatu dalam tubuh kita, adalah bagian dari Bumi, juga berputar dan mengikuti irama Bumi. Ketika ritme biologis ini terganggu oleh perjalanan jarak jauh, misalnya, kita mengalami jet lag. Atau jika kita bekerja shift malam, kita akan merasa tidak nyaman meskipun kita telah beristirahat pada siang harinya, ini karena ritme biologis kita tidak selaras dengan irama kosmik. Bahkan pengalaman subyektif memberitahu kita bahwa pada waktu tertentu dalam satu hari kita merasa lapar, sementara di lain waktu hari kita merasa mengantuk. Kita mengetahui bahwa kita cenderung merasa ada satu kecenderungan pada pukul empat sore dan kecenderungan lain pada pukul empat pagi.

The Shadow Effect


Deepak Chopra, Debbie Ford, dan Marianne Williamson - penulis terlaris New York Times dan guru spiritual yang diakui secara internasional – telah bergabung bersama untuk berbagi pengetahuan mereka pada salah satu hambatan yang paling penting untuk kebahagiaan kita yaitu Shadow Effect/Pengaruh Bayangan. Ketiga tokoh ini, dengan pendekatannya masing-masing, menyoroti bagian dari diri kita sendiri yang biasa kita sangkal tapi masih terus mengendalikan hidup kita. Hanya dengan merangkul bayangan tersebut maka kita akan menemukan karunia dari sifat alami kita.

Bayangan itu ada di dalam diri kita semua. Ini adalah bagian dari kita, namun kita menghabiskan sebagian besar kehidupan kita menyangkal dari itu. Bayangan kita ini memperlihatkan diri pada kita setiap hari. Ini adalah alasan mengapa kita marah pada seorang teman yang datang terlambat sepuluh menit, berteriak pada orang tua kita atau anak-anak ketika mereka telah melakukan kesalahan apa pun, dan melakukan sabotase pada kesuksesan kita sendiri pada saat yang sangat tidak tepat. Sampai kita mampu merangkul alam dualistik kita, kita akan terus menyakiti diri kita sendiri dan orang-orang terdekat kita dan menjatuhkan potensi kita.

Melihat Dibalik Kehidupan


Penemuan bahwa segala sesuatu terbuat dari energi memiliki implikasi yang besar terhadap bagaimana kita melihat diri kita sendiri, Tuhan dan dunia. Sudah saatnya bagi kita untuk mulai mengerti dan mengakui implikasi ini.

Kita telah mengetahui bahwa segala sesuatu terbuat dari energi. Energi merupakan bentuk getaran, dan bergerak sebagai gelombang. Sebuah gelombang dapat digambarkan melalui beberapa karakteristik, dan salah satunya adalah frekuensi. Sebagai contoh, mari kita lihat pada cahaya yang tampak.

Bila Anda melihat warna merah, mata Anda melihat gelombang cahaya yang bergetar pada frekuensi tertentu. Cahaya merah memiliki frekuensi terendah yang dapat dideteksi oleh mata Anda. Cahaya Ungu memiliki frekuensi tertinggi yang mata Anda dapat melihat, dan warna lainnya memiliki frekuensi di antara dua ekstrem tersebut. Dengan kata lain, mata manusia hanya dapat mendeteksi frekuensi yang jatuh dalam spektrum tertentu.

Meningkatkan Kesadaran

Oleh : Deepak Chopra

Karena kesadaran adalah dasar dari semua realitas, setiap pergeseran kesadaran merobah setiap aspek realitas kita. Realitas diciptakan oleh kesadaran yang dibedakan oleh kognisi, suasana hati, emosi, persepsi, perilaku, ucapan, interaksi sosial, lingkungan, interaksi dengan kekuatan alam, dan biologi. Ketika kesadaran berkembang, aspek-aspek yang berbeda dari kesadaran juga akan berubah.

Meskipun setiap tradisi spiritual berbicara tentang keadaan kesadaran yang lebih tinggi, terutama di dalam Vedanta dimana kita menemukan seperti peta terstruktur dari tahap-tahap perkembangan. Rata-rata orang hanya mengalami tiga kondisi kesadaran sepanjang hidupnya. Itu adalah kondisi tidur nyenyak, mimpi, dan kondisi kesadaran ketika terbangun. Fungsi otak yang diukur adalah berbeda di masing-masing kondisi. Biologi Otak dan gelombang otak menunjukkan karakteristik yang tepat dan berbeda antara kondisi tidur, mimpi, dan kondisi kesadaran ketika terbangun.

7 Kunci Kebahagiaan Sejati


Tujuan kehidupan adalah memperbesar kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan tujuan dari semua tujuan. Sebagian besar orang memiliki keyakinan bahwa kebahagiaan  berasal dari kesuksesan, kekayaan, kesehatan dan hubungan baik. Tentu saja ada tekanan sosial yang sangat besar untuk mempercayai bahwa tercapainya semua itu sama dengan tercapainya kebahagiaan. Namun, ini adalah sebuah kesalahan. Kesuksesan, kekayaan, kesehatan dan hubungan yang saling mengasihi merupakan “produk sampingan” kebahagiaan, bukan sumber kebahagiaan.

Semua orang pernah menemukan orang yang sangat tidak bahagia, bahkan setelah meraih kekayaan dan kesuksesan yang luar biasa. Kesehatan yang baik bisa saja dianggap sudah semestinya dan kemudian disia-siakan. Bahkan keluarga yang paling bahagia sekalipun bisa mendapati kebahagiaan hancur karena krisis yang terjadi secara tiba-tiba. Orang yang tidak bahagia tidaklah sukses, dan berapa pun jumlah uang atau pencapaian yang ada tidak akan bisa mengubahnya.

Maka mari kita alihkan pandangan kita dari tanda-tanda eksternal ke kebahagiaan batin, kebahagiaan yang ingin kita raih, tapi sulit dicapai. Berikut ini adalah tujuh kunci untuk mencapai kebahagiaan batin menurut Deepak Chopra :