Kamis, 31 Mei 2012

Delusinasi


Delusi ialah keyakinan salah yang dipercaya oleh seseorang meski berbagai bukti relevan berbicara sebaliknya. Orang yang percaya terhadap keyakinan yang salah tersebut berarti mengalami delusinasi. Delusinasi tidak ada kaitannya dengan adanya jaringan syaraf otak seseorang yang mengalami kerusakan. Seorang yang mengalami delusinasi sangat yakin pada kepercayaannya itu sampai-sampai hal yang diyakini dan dipercayainya itu tidak dapat diganggu-gugat terlebih diubah sekalipun bukti-bukti fisik yang berdasar pada sains telah memberikan penjelasan yang bertolak belakang dengan keyakinan dan kepercayaannya.

Lebih dari 20 persen Ilmuan Ateis bersifat Spiritual

Penelitian ini diterbitkan dalam edisi Juni 2011 jurnal ilmiah Sociology of Religion.

Lewat wawancara mendalam pada 275 ilmuan alam dan sosial di universitas-universitas terkenal, para peneliti Rice menemukan kalau 72 dari para ilmuan tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki spiritualitas yang konsisten dengan sains, walaupun mereka tidak beragama secara formal.

“Hasil kami menunjukkan kalau para ilmuan memandang agama dan spiritualitas sebagai konstruk yang berbeda secara kualitatif,” kata Elaine Howard Ecklund, asisten profesor sosiologi di Rice dan penulis perdana studi ini. “Para ilmuan ateis spiritual ini mencari makna kebenaran lewat spiritualitas – yang dibangkitkan lewat dan konsisten dengan pekerjaan mereka sebagai ilmuan.”

Ketidaktahuan

Ketidaktahuan atau ignorance menghalangi proses berpikir kritis, untuk itu perlu untuk terus belajar secara luas dan mendalam

Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Mungkin kendala terbesar dalam berpikir kritis adalah ketidakpedulian (ignorance): tidak adanya pengetahuan latar belakang mendasar mengenai subjek yang dibahas. Ketidakpedulian berbeda dengan kebodohan, yang berhubungan dengan tidak adanya, atau penerapan yang tidak kompeten pada kecerdasan. Ketidakpedulian berhubungan dengan tidak adanya informasi atau pengetahuan.

Pandangan Kita Terhadap Dunia


Motivasi dan perilaku seseorang dipengaruhi pandangannya mengenai dunia, seperti moral dan agama

Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Masing-masing kita memiliki sederetan nilai dan keyakinan dasar mengenai dunia ini. Nilai dan keyakinan ini adalah saringan dimana kita mempersepsi dunia dan menafsirkan pengalaman. Nilai seseorang dapat mempengaruhi bukan hanya seberapa pentingnya nilai yang ia berikan pada fakta, namun juga apa yang ia anggap sebagai fakta. Keyakinan moral dan agama adalah bagian dari pandangan seseorang terhadap dunia dan seringkali bertabrakan dengan pandangan dunia orang lain.

Berpikir Kritis


Setiap manusia berpikir karena berpikir sudah merupakan sifat dasar manusia. Namun, sebagian besar pikiran manusia itu berat sebelah, menyimpang, parsial (tidak utuh), tak didukung oleh informasi yang cukup, atau memiliki prasangka-prasangka tertentu. Namun demikian, kualitas kehidupan manusia, dan apa yang manusia hasilkan, buat, atau bangun berdasar pada kualitas pikirannya. Sementara itu di sisi lain, pikiran yang bobrok dapat merugikan, baik uang maupun kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, pikiran berkualitas yang dimiliki manusia tidaklah datang dengan sendirinya atau “jatuh dari langit” melainkan harus dikembangkan dan dilatih secara sistematis dan tiada henti.

Keyakinan


Oleh Robert Todd Carrol, 2004

Beberapa keyakinan dapat menghalangi pemikiran kritis. Bila anda yakin anda akan gagal dalam memecahkan sebuah masalah, anda mungkin tidak mau mencoba. Bila anda tidak mencoba, anda tidak akan memberi kesempatan pada diri anda untuk belajar dan mengembangkan bakat anda, termasuk bakat berpikir kritis. Mengejutkannya, sebagian besar penelitian telah menemukan kalau percaya bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, dan tetap tidak berubah sepanjang hidup karena gen, menghalangi orang dalam beberapa cara yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka berpikir kritis.

Ilmu Pengetahuan dan Skeptisisme



Ilmu pengetahuan merupakan cara berpikir dan bertindak tertentu yang bermanfaat untuk memahami berbagai pengetahuan yang diperoleh manusia, baik yang diterima secara langsung maupun tidak langsung (terjadi di masa lalu maupun masa kini). Hal-hal yang termasuk ke dalam cara berpikir manusia adalah semua hal mengenai ide, hipotesa, teori, dan paradigma. Sedangkan hal-hal yang termasuk ke dalam tindakan manusia adalah pengalaman, analisis statistik, penelitian lapangan, pengumpulan data, penemuan-penemuan, komunikasi dengan sesama, seminar (presentasi), dan tulisan-tulisan. Hal-hal yang termasuk ke dalam cara berpikir manusia itu dinamakan metode mental, sementara berbagai hal yang termasuk ke dalam tindakan manusia disebut metode sikap/kebiasaan.

Jalan Menuju Kebenaran

Setiap orang selalu mencari dan berusaha menemukan kebenaran dalam hidup ini, entah kebenaran dalam agama, kebenaran dalam ilmu pengetahuan, kebenaran dalam menjalin hubungan dengan sesama, maupun kebenaran dalam pekerjaan. Oleh karena itu, setiap orang menempuh cara dan jalannya masing-masing demi tiba pada kebenaran itu. Sebagian besar orang menggunakan pengalaman hidupnya atau perasaannya atau kesaksian dari orang lain (khususnya otoritas tertentu), bahkan juga kombinasi dari ketiga cara tersebut untuk sampai pada kebenaran yang dirindukannya. Cara-cara seperti bisa saja menolong orang untuk menemukan kebenaran, tetapi hanya terbatas pada hubungan dengan sesama ataupun dalam pekerjaan. Namun, cara-cara itu pun tidaklah pasti serta-merta dapat diterapkan seperti jika dialami oleh orang lain. Terlebih, cara-cara seperti itu sama sekali tidak dapat diandalkan jika orang hendak menemukan kebenaran di segala hal dalam kehidupan ini.

Sembilan Sifat Sains

Tulisan ini memberikan pembetulan atas beberapa miskonsepsi orang awam terhadap sains dan posisi sains terhadap agama.

Beberapa orang mencoba menghubung-hubungkan sains dengan agama, atau sains dengan mitos atau yang terbaru, mengatakan kalau sains hanyalah budaya barat. Karena itu, kita harusnya paham apa saja sifat sains sesungguhnya. Berikut saya sertakan sembilan sifat sains yang telah diterima luas di kalangan ilmuan.

Konflik Tradisionalis dan Modernis : Kemunculan Pihak Ketiga

Apa perbedaan di antara ketiganya dan mana yang lebih dipercaya oleh para ilmuan dan lebih mempercayai sains?

Sungguh mengesankan bahwa saya mengetahui teori evolusi justru dari karangan yang mengkritik habis-habisan teori tersebut. Mungkin sudah sepuluh tahun lebih Harun Yahya dan gerakan anti evolusi menyebarkan pengaruhnya pada dunia pembaca sains awam di Indonesia. Gerakan anti evolusi sebenarnya bisa dilacak hingga tahun 1974 di Kanawha, Virginia Barat, Amerika Serikat. Saat itu terjadi penolakan besar-besaran terhadap pengajaran teori evolusi dalam buku paket Biologi oleh beberapa pihak yang mengatasnamakan agama.

Rabu, 30 Mei 2012

Perkembangan embrio manusia : Sains vs Mitologi

Dalam artikel ini faktailmiah.com memeriksa kesesuaian klaim Quran dan Srimad Bhagavatam mengenai tahapan-tahapan embriologi. Mari kita kritisi bersama

Beberapa teman mengajukan klaim kalau ada kesesuaian nyata tanpa cela antara perkembangan embrio manusia yang ditunjukkan teks kuno pada kami. Tentu saja, klaim demikian wajar untuk diperiksa secara kritis akan kebenarannya. Karenanya kami tanpa ragu memeriksa beberapa literatur ilmiah modern mengenai embriologi dan membandingkannya dengan teks kuno yang diajukan ke kami. Dua teks kuno yang akan diperiksa dalam studi banding ini adalah Al Quran dan Srimad Bhagavatam. Perlu ditekankan bahwa yang di kritisi di sini adalah perkembangan embrio manusia, bukan asal usul embrio manusia. Untuk membahas asal usul embrio manusia, anda bisa membaca artikel berikut : Apakah manusia dulunya mani?

Aura

Aura adalah sebuah medan yang diduga dipancarkan oleh tubuh manusia.

Katanya ada orang yang bukan hanya dapat melihat aura, tapi bahkan mampu memakainya untuk mendiagnosa apapun dari penyakit sampai masalah kejiwaan. Di Iran, aura di sebut farr atau keagungan : ia diasosiasikan dengan raja-raja Zoroaster dan nabi-nabi Islam. Teosofis abad ke-19, Charles Leadbeater bahkan telah membuat deskripsi tiap warna dan maknanya bagi kejiwaan seseorang.

Mati Suri

Sebagian orang yang berhasil selamat dari krisis yang mengancam nyawanya melaporkan pengalaman yang luar biasa. Mati suri (NDE – Near Death Experience / Pengalaman Mendekati Ajal) terjadi semakin sering karena meningkatnya kemampuan sains untuk menyelamatkan hidup manusia bahkan di saat kritis. Isi dari NDE dan efek pada pasien tampaknya sama di dunia ini, tidak peduli budaya dan masanya. Sifat subjektifnya dan ketiadaan kerangka referensi untuk pengalaman ini membawa pada faktor individual, budaya dan agama menentukan kosakata yang dipakai untuk menjelaskan dan menafsirkan pengalamannya.

Sains, Agama dan Stephen Hawking

Tuhan telah resmi keluar dari fisika saat Stephen Hawking mendeklarasikannya. Fisikawan besar ini mengikuti jejak Darwin dalam biologi

Baru-baru saja ada berita kalau Stephen Hawking, salah seorang fisikawan besar, mengatakan kalau fisika modern telah mencapai sebuah titik dimana kita tidak perlu lagi adanya Tuhan untuk memahami alam semesta sekitar kita.

Seperti kata Paijo, kalau kita tidak perlu lagi memakai radio panggil untuk komunikasi, bukan berarti radio panggil itu tidak ada. Tapi beberapa orang religius merasa hal itu berarti kalau itu berarti pernyataan kalau Tuhan tidak ada. Sedemikian hingga mereka memberikan komentar-komentar  memprotes.
FaktaIlmiah.com juga tergelitik untuk membahasnya. So inilah bahasan kami berdasarkan transkrip hasil debat yang bisa anda akses disini:

Hantu

Beberapa pembaca menyarankan mengenai artikel tentang hantu, mayat hidup, hidup sesudah mati dan keabadian.

Artikel ini adalah rangkuman dari keempat tema tersebut. Memilih hantu sebagai judul mungkin tidak terlalu sesuai, tapi kata hantu adalah kata yang paling banyak ditemukan dibandingkan kelima frase lainnya. Kami juga telah membahas mengenai mati suri untuk anda pelajari.

Kelangsungan Hidup 

Manusia adalah mahluk hidup. Tidak diragukan lagi. Sebagai layaknya mahluk hidup, ada sebuah naluri mahluk hidup yang juga dimiliki manusia. Darwin menyebutnya : Survival. Naluri untuk tetap hidup. Keinginan untuk bertahan hidup. Naluri demikian dimiliki segala jenis hewan, dan karenanya kapanpun alam memberi kesempatan untuk hidup, mereka akan memilihnya ketimbang mati.

Sisi Gelap Kedokteran Modern

Ingat kasus dan statistik yang kami paparkan dalam bahasan mengenai santet?

Di situ ditunjukkan bagaimana orang mengeluh ada sesuatu di dalam tubuhnya dan ternyata adalah alat bedah. Alat bedah tersebut tertinggal saat pembedahan terakhir. Juga telah kami tunjukkan kalau kejadian ini bukanlah peristiwa langka, bahkan di negara semaju Inggris dan Amerika Serikat. Ada apa sebenarnya?

Realitas mungkin mengejutkan kita. Sebuah penelitian besar dari Lembaga Pengobatan Amerika Serikat tahun 2007 memperkirakan bahwa “kurang dari separuh” prosedur yang dilakukan dokter dan keputusannya mengenai pembedahan, resep obat dan pemeriksaan merupakan keputusan yang pasti dan efektif. Lebih dari separuh merupakan kombinasi dari tebakan, teori dan tradisi, dengan pengaruh kuat dari well, kapitalis. Yup, kita sudah akrab dengan faktor yang satu ini. Mengenai betapa mahalnya harga sewa kamar semalam atau harga obat.

Santet

Menurut cerita, dukun mampu mengirimkan benda-benda langsung dari dukun ke korban.

Menurut cerita juga, dukun mampu membuat penderita sakit hanya dengan menyakiti boneka yang mewakilinya. Inilah santet, voodoo versi Indonesia.

Masyarakat awam mengatakan hal ini adalah sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Tapi benarkah?
 

Mengapa manusia ada?

Kemarin tunangan saya menanyakan hal ini. Kenapa manusia ada? Jawaban saya saat itu adalah karena Seleksi alam memaksa leluhur untuk beradaptasi atau mati.

Individu yang mengalami mutasi yang menguntungkan pada leluhur manusia berhasil selamat dan berkembang biak. Sesederhana itu.

Namun setelah cukup lama berpikir, ternyata keberadaan manusia di Bumi sekarang tidak semata karena evolusi. Bila ditarik garis ke belakang, ke masa lalu, maka ada serentetan peristiwa luar biasa yang menandai kehadiran kita di Bumi. Mari kita telusuri ke masa lalu, apa saja yang menyebabkan mengapa manusia ada.

Tarot

Pada dasarnya Tarot adalah permainan kartu seperti bridge. Ia terdiri dari 78 kartu yang masih dimainkan di Perancis dan Kanada hingga sekarang.

Permainan kartu yang sama dipakai di Eropa kontinental. Kata Tarot berasal dari bahasa Italia, tarocchi, yang berarti trumps atau pengambil trik. Menariknya, di Indonesia dan hampir seluruh negara di Dunia, permainan ini berubah menjadi bisnis, dan lebih hebatnya, bisnis meramal.

Horoskop


                                                  

Dan dia bilang begini:
Nenek melihat kamu orang yang tidak sesenang biasanya. Nenek merasakan adanya kegembiraan di dalam dirimu. Dunia melihatmu jahat tapi mereka tidak melihat ke dalam dirimu. Sekarang dirimu yang merasa tertekan, sebagian atas keraguanmu sendiri. Kamu ini orang yang praktis, namun ada sesuatu di dalam dirimu yang ingin muncul bebas. Kamu bisa menahannya sampai sekarang, tapi tekanannya terus bertambah dan akhirnya kamu harus mengikutinya. Kamu itu tidak seperti orang lain, kamu harus menunjukkan ekspresimu dengan bebas. Dengan begitu kamu akan bahagia.

Wah. Benar banget ramalan nenek. Saya memang sebenarnya baik, tapi kenapa orang gak suka dengan saya.


Peta Pikiran

Evy pertama mengenal Peta Pikiran waktu semester 1 dulu. Ia konsep yang menarik dan warna-warni. Evy telah bertahun-tahun menggunakannya tanpa skeptis, dan sekarang Evy akan meninjaunya dari sudut pandang skeptik. Apakah benar Peta Pikiran berguna seperti yang diklaim Tony Buzan dan kawan-kawan?

Satu hal yang memicu kecurigaan bahwa Mind Map mungkin adalah pseudosains terlihat pada bagian belakang buku “Mind Maps at Work” karya Tony Buzan, yang mengaku sebagai penemunya. Disitu ada iklan mengenai penerbit buku tentang panduan hidup dari Tarot dan Astrologi. Memang faktailmiah.com sendiri punya iklan yang kadang gak nyambung dan bahkan bisa pseudosains. Pernah Evy nemu iklan tentang ramalan bintang dan tangan di faktailmiah, tapi iklan itu sifatnya elektronik, dan Googlebot sepenuhnya mengendalikan iklan apa yang harus muncul atau yang tidak. Di sisi lain, iklan di buku semestinya lebih mampu dikendalikan oleh penulisnya. Mengapa ada iklan astrologi di buku sains, jika memang peta pikiran merupakan  fakta ilmiah?

Anak Indigo

Asal usul istilah anak indigo berasal dari pseudosains, yaitu warna aura. Aura tidak terbukti ada secara ilmiah dan hanya mainan pseudosains. Asal usulnya yang pseudosains sudah cukup membuat curiga kita jangan-jangan istilah ini hanya label untuk sesuatu yang sebenarnya biasa di masyarakat.

Berbagai ragam buku, konferensi dan bahan terkait telah diciptakan diseputar keyakinan mengenai anak indigo dan sifat serta kemampuan mereka. Keyakinan ini mulai dari tahap lanjutan evolusi manusia atau memiliki kemampuan paranormal seperti telepati hingga keyakinan kalau mereka semata lebih empatis dan kreatif daripada teman-temannya.

Sains dan Akal Sehat


Metode ilmiah tidak jauh berbeda dari cara belajar kita sehari-hari tentang dunia ini. Tanpa benar-benar berpikir mengenal langkah atau standar, akal sehat mengambil proses bukti dan penalaran yang sama seperti yang diikuti ilmuan. Anda ingin minum susu, tapi susunya sepertinya tidak bagus. Ini adalah hipotesis. Jadi anda memeriksa tanggal di kemasan, dan mencium susunya, dan jelas, susunya sudah lama dan basi. Ini bukan hanya bukti yang mendukung hipotesis susu tidak bagus, ia juga menggunakan dua bukti dari sumber independen, tanggal dan bau. Dan buktinya sendiri ditafsirkan dengan bantuan pengetahuan dasar mengenai usia susu dan hubungan antara sensasi (bau) dan situasi (tidak bagus). Semua hal ini menunjukkan aspek dasar metode ilmiah, dan semua ini terjadi sepanjang hari saat kita berhadapan dengan lingkungan kita.

Perbedaan Teori, Hukum dan Fakta Ilmiah

Semua pengetahuan ilmiah harus berdasarkan pengamatan. Inilah basis metode ilmiah, namun ada beberapa keraguan dalam seberapa dekat hubungan dibutuhkan antara pengamatan dan teori. Metode tidak dapat semata proses menggeneralisasi pengetahuan dari pengamatan, karena sebagian pengetahuan merupakan syarat awal membuat pengamatan ilmiah.

Filsafat Sains : Sumber Segala Kemajuan

Apa rahasia kesuksesan sains dalam memahami dunia kita? Ternyata ada hubungannya dengan mutu penjelasannya, demikian kata David Deutsch.

Selama ribuan generasi, kita berada dalam kegelapan. Leluhur kita menatap langit malam, bertanya-tanya apakah bintang itu, menggunakan mata dan otak yang tidak ada bedanya secara anatomis dengan yang kita miliki sekarang. Dalam setiap bidang lainpun, mereka mencoba mengamati dunia dan memahaminya. Sering mereka menemukan pola sederhana di alam, namun ketika mereka mencoba menemukan realitas apa yang ada di baliknya, mereka gagal hampir sepenuhnya. Di saat zaman Pencerahan, mereka salah percaya kalau kita mendapat pengetahuan ini dari bukti-bukti inderawi kita atau membacanya dari Kitab Alam dengan melakukan pengamatan, doktrin yang disebut empirisme.

Filsafat Sains : Pengujian Empiris


Pernyataan mengenai hal-hal yang tidak teramati dapat diuji berdasarkan implikasinya yang teramati. Dengan kata lain, untuk menguji kebenaran pernyataan x, kita bernalar kalau : Jika x benar, maka kita akan mengamati y. Y adalah implikasi dari x, dan berdasarkan pengamatan y maka x secara tidak langsung terbukti. Bila kita mencari y namun tidak menemukannya, maka x secara tidak langsung terbukti salah. Y adalah bukti untuk (atau melawan) x.

Filsafat Sains: Jaringan Pengetahuan

Metode ilmiah harus melibatkan sejumlah besar gagasan. Sebuah teori dinilai oleh hubungannya dengan banyak pengamatan dan banyak teori. Pengetahuan ilmiah harus merupakan jaringan pernyataan yang koheren, baik secara empiris maupun teoritis.

Beberapa pengujian lebih penting dari yang lain, dan beraneka bukti adalah aspek penting pengujian empiris. Ini bukanlah hal mengejutkan. Metode ilmiah harus dinilai.

Filsafat Sains : Model Perubahan Ilmiah Kuhn

Perubahan dalam sebuah karir biasanya berupa perubahan detail. Yang lebih penting dan menantang bagi pemahaman metode ilmiah kita adalah perubahan besar yang terjadi pada arah sains yang lebih panjang. Contohnya perubahan baru namun penting akan langsung mempengaruhi kesehatan anda, bila anda memiliki sebuah magh.

Dulu diketahui kalau magh perut disebabkan oleh asam peptik, yang sering merupakan akibat gaya hidup stress atau makanan pedas. Namun hal ini ternyata salah. Kita tahu sekarang kalau magh disebabkan oleh bakteri, dan dapat diobati dengan antibiotik. Hal ini mengejutkan, karena ilmuan kedokteran sebelumnya tidak menyangka kalau ada bakteri yang mampu bertahan hidup pada lingkungan asam di perut. Perlu pemikiran ulang dan revisi besar-besaran dalam bidang jaringan pengetahuan tersebut untuk mengakomodasi gagasan baru mengenai bakteri yang menyebabkan magh.

Peran Filsafat dalam Sains

Teman-teman ada yang mengkritik mengapa Evy membawakan artikel-artikel filsafat di situs faktailmiah.com. Filsafat bukan sains, ia berbeda, ia nir-ilmiah. Berikut argumentasi Evy menjawab pertanyaan tentang peran filsafat dalam fakta ilmiah.

To the point saja, filsafat bertugas menjaga kemanusiaan dari kepercayaan naif pada fakta ilmiah. Evy sudah berulang kali menekankan kalau fakta ilmiah berbeda dengan fakta matematika atau pengertian fakta bagi orang awam umumnya. Fakta ilmiah adalah kesepakatan umum berdasarkan pengetahuan mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Proses pencarian pengetahuan itu sendiri mengubah sebagian fakta ilmiah yang diyakini benar seratus tahun lalu, dan bukan tidak mungkin, fakta yang kita yakini sekarang akan berubah seratus tahun yang akan datang. Sebagian filsuf dan sosiolog bahkan mengklaim kalau fakta ilmiah tidak akan mencapai kebenaran mutlak.

Filsafat Sains : Pemahaman Ilmiah

Sains memiliki arsitektur bernama arsitektur intelektual yang merupakan struktur hubungan antar teori. Ini adalah apa yang dibutuhkan bukan semata untuk mengetahui tentang alam, namun juga untuk memahaminya.

Pemahaman ilmiah dapat dipandang lewat karikatur Pierre Duhem terhadap dua jenis ilmuan. Duhem adalah fisikawan sekaligus filsuf yang terlibat dalam masa-masa besar fisika di awal abad ke-20. Beberapa ilmuan memiliki apa yang ia sebut pikiran kuat dan dalam, berfokus pada satu isu dan mengejarnya hingga ke yang paling dasar. Sebagian lagi mendekati sains dengan pikiran lembut dan dangkal, dikendalikan oleh empirisme dan rasa lapar atas keanekaragaman fakta.

Filsafat Sains : Keyakinan dan Tindakan Ilmuan

Apakah keyakinan kita mempengaruhi karya ilmiah kita? Seberapa besar refleksi metafisik, keyakinan agama, atau dogma ilmiah mempengaruhi sains, dibedakan dari pemikiran ilmuan mengenai apa yang harus dilakukan di akhir pekan? Tentunya bagus kalau kita berpikir bahwa tidak ada yang akan mempengaruhi usaha ilmiah kecuali fakta objektif. Realitas sayangnya sering berkata sebaliknya. Para ilmuan adalah bagian dari masyarakat dimana mereka hidup, dan wajar untuk melihat bagaimana pengaruh lingkungan pada kehidupan profesionalnya, dan pengaruhnya pada motivasi mereka dan cara mereka melihat alam. Lingkungan tersebut termasuklah filsafat.

Apa Itu Sains?

Sains utamanya berurusan dengan pemahaman bagaimana dunia fisik bekerja. Sains adalah sebuah proses dimana kita mencoba memahami bagaimana dunia fisik bekerja dan bagaimana ia bisa begitu. Dunia fisik mencakup dunia yang dapat kita amati dengan indera kita dengan atau tanpa bantuan teknologi.

Sains tidak dapat membuktikan segalanya. Proses sains, ketika digunakan dengan benar, sesungguhnya berusaha menyanggah gagasan (hipotesis) dengan pengujian atau penantangan hipotesis lewat pengamatan (data) yang dikumpulkan dari eksperimen yang dirancang dengan hati-hati. Bila gagasannya bertahan terhadap pengujian, maka ia menjadi lebih kuat, dan lebih mungkin merupakan penjelasan yang akurat. Sains adalah sebuah proses yang hanya dapat menghasilkan penjelasan yang “mungkin” atau “sangat mungkin” untuk fenomena alam; tidak pernah ada kepastian. Dengan informasi, alat, atau pendekatan baru, penemuan sebelumnya dapat digantikan oleh penemuan baru.

Ilmuwan Memunculkan Cahaya dari Ruang Hampa

Nilai utama dari eksperimen ini adalah, hal ini meningkatkan pemahaman kita tentang konsep fisik dasar, seperti fluktuasi vakum - partikel virtual yang muncul dan menghilang secara konstan dalam vakum.

Para ilmuwan di Chalmers University of Technology telah berhasil menciptakan cahaya dari ruang hampa (vakum) – mengamati efek yang pernah diprediksi lebih dari 40 tahun yang lalu. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Nature. Dalam sebuah percobaan yang inovatif, para ilmuwan telah berhasil menangkap beberapa foton yang terus-menerus muncul dan menghilang dalam vakum.

Percobaan Kedua Mengkonfirmasi: Neutrino Tetap Lebih Cepat dari Cahaya

"Hasil positif dari tes ini membuat kita lebih percaya diri pada hasilnya, meskipun kata akhirnya hanya bisa dikatakan oleh pengukuran analog yang dilakukan di tempat lain di dunia."

Sebuah percobaan terbaru hadir untuk menyediakan bukti lebih lanjut bahwa Einstein mungkin telah salah ketika menetapkan bahwa tidak ada yang bisa lebih cepat dari cahaya, teori yang mendasari pemikiran modern tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Dalam Dunia Kuantum, Berlian Berkomunikasi Satu Sama Lain

Pengukuran menunjukkan bahwa mereka terikat: Getaran berlian yang kedua bereaksi terhadap apa yang terjadi pada getaran yang pertama.

Para peneliti yang bekerja di Laboratorium Clarendon di Universitas Oxford, Inggris, telah berhasil membuat satu berlian kecil berkomunikasi dengan berlian kecil lainnya dengan memanfaatkan “keterikatan kuantum”, salah satu fitur yang menggugah dalam fisika kuantum.

Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup

Berikut adalah bagian terakhir dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini merangkum keseluruhan artikel.

Beberapa fisikawan besar seperti Susskind dan Weinberg tertarik dengan masalah multijagad karena gagasan ini tidak membutuhkan Tuhan lagi sebagai penjelasan desain kosmis (Carr, 2007:16). Walau begitu, Robin Collins (2007) menegaskan kalau eksistensi multijagad tidak melarang adanya Tuhan. Menurutnya mengapa tidak sang Pencipta bertindak lewat skema multijagad. Namun pesimistis juga muncul, Neil Manson (2003) menuduh kalau multijagad adalah pertahanan terakhir bagi ateis. Tentu bagi yang netral, kembali, tidak peduli multijagad ada atau tidak, sains tidak akan pernah mampu membuktikan ada tidaknya Tuhan. Dan karenanya, bahkan fisikawan religius pun, tidak mendasarkan keyakinan adanya Tuhan pada wahyu ilmiah (Wilbur, 2001).

Tuhan dan Sains Modern (Part 10): Posisi Tuhan dalam Multijagad

Berikut adalah bagian kesepuluh dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas alam semesta dan tuhan


Multijagad bukannya tanpa kritik dari dalam sains itu sendiri. Schmidhuber (2002) mengkritik kalau kriteria menentukan apakah sebuah jagad matematis dapat eksis atau tidak berdasarkan probabilitasnya, memerlukan pengetahuan atas segala struktur matematis yang mungkin ada. Sayangnya hingga kini kita tidak tahu seberapa banyak struktur matematis yang bisa konsisten ini. Akibatnya, kita hanya dapat mengatakan sebuah struktur matematis pasti ada tetapi tidak dapat memastikan berapa besar kemungkinannya untuk ada.

Tuhan dan Sains Modern (Part 9): Multijagad Tingkat 4: Struktur Matematis

Berikut adalah bagian kesepuluh dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas alam semesta versi matematika

Fakta bahwa kita mampu mencerap ruang dan memahami bentuk-bentuk geometri memunculkan sejarah mengenai bagaimana manusia merasakan bentuk jagad raya. Pada awalnya, manusia memandang kalau Bumi kita datar. Baru kemudian para pemikir Yunani, salah satunya Erastothenes, membuktikan kalau Bumi berbentuk bulat.

Tuhan dan Sains Modern (Part 8): Multijagad Tingkat Tiga: Jagad Everett

Berikut adalah bagian kedelapan dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas banyak dunia dalam versi Everett

Tahun 1957, mahasiswa pasca sarjana fisika Hugh Everett III menunjukkan secara matematis apa yang selama tiga puluh tahun membuat pusing para fisikawan kuantum (Everett, 1957). Para fisikawan kuantum saat itu dibingungkan oleh fakta kenapa dunia makro sangat berbeda dengan dunia mikro (atom). Dalam dunia mikro, semua potensialitas ada, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Tetapi ketika mewujud, hanya satu dari sekian banyak kemungkinan tersebut yang terlahir ke realitas. Einstein terkenal dengan menyatakan kalau Tuhan tidak bermain dadu. Secara fisika, hal ini disebut keruntuhan fungsi gelombang. Sebuah himpunan segala kemungkinan keadaan atom yang dengan sempurna diwakili oleh sebentuk fungsi gelombang, harus pecah, runtuh hingga hanya satu manifestasi saja.

Tuhan dan Sains Modern (Part 7): Mutijagad Tingkat Dua: Jagad Fraktal


Berikut adalah bagian ketujuh dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini lansekap teori kosmologi fraktal.

Bayangkan sebuah segitiga. Lalu ada empat segitiga kecil di dalam segitiga besar tersebut. Kemudian, di dalam segitiga kecil tersebut ada empat segitiga yang lebih kecil lagi. Dalam segitiga yang lebih kecil itu ada lagi empat segitiga yang lebih kecil lagi, dan seterusnya tanpa akhir. Kembali ke segitiga besar, ia ternyata hanya sebuah segitiga dari empat segitiga besar dalam segitiga yang lebih besar. Dan pembesaran ini terus berulang semakin besar. Segitiga di dalam segitiga di dalam segitiga, setiap segitiga sama bentuknya hanya beda ukurannya (Lihat Gambar 7). Inilah fraktal, objek geometri dengan bentuk replikasi diri dalam skala berbeda.

Tuhan dan Sains Modern (Part 6): Multijagad Tingkat Satu: Jagad Inflasi


Berikut adalah bagian keenam dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas banyak dunia

Baca Part 5

Struktur alam semesta ini, yang ada kita di dalamnya, pada dasarnya terdiri dari kepadatan tertentu dan materi tertentu. Jika lebih renggang dari sekarang, kita akan melihat lebih sedikit galaksi. Jika lebih padat dari sekarang, tentu kita melihat lebih banyak galaksi. Begitu pula, jika partikel penyusunnya beda, maka zat pengisi alam semesta yang kita lihat akan berbeda pula. Kepadatan dan materi beserta parameternya seperti tetapan kopling dan massa partikel, disebut sebagai kondisi awal alam semesta. Ia ditentukan oleh hukum fisika, yang disebut model standar.

Tuhan dan Sains Modern (Part 5): Alam Semesta

Berikut adalah bagian kelima dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas geografi alam semesta

Baca Part 4
Selama bermilenia orang bicara tentang adanya dunia lain selain dunia kita. Agama-agama bicara tentang aneka alam semesta: dunia jin, dunia malaikat, dunia akhirat, surga, neraka, nirwana, dan sebagainya. Dalam perkembangan yang mengherankan, sains juga merujuk ke arah multijagad. Tegmark (2007) membagi multijagad ke dalam empat tingkatan. Sebelum masuk ke bahasan ini, pertama-tama, mari kita perjelas apa itu sebuah alam semesta atau sebuah jagad.

Tuhan dan Sains Modern (Part 4): Argumen Kosmologis

Berikut adalah bagian keempat dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas perdebatan sains dan teologi tentang Tuhan

Dengan melihat keteraturan di alam ini, para teolog mencoba membangun argumentasi lain mengenai keberadaan Tuhan. Ketimbang menisbahkan Tuhan pada gejala langka yang tak terjelaskan untuk sementara, mereka ikut mengambil asumsi sains, yaitu alam semesta ini secara keseluruhan teratur. Keteraturan alam semesta merupakan argumen yang digunakan sains untuk melawan adanya Tuhan pengisi celah (Tuhan yang menjawab do’a dan menurunan mukjizat). Walau begitu, argumen lawan ini diambil sebagai argumen dasar dengan menarik kesimpulan kalau pasti ada yang mengatur dan menciptakan alam ini, dan sang pengatur dan pencipta itu Tuhan.

Tuhan dan Sains Modern (Part 3): Tuhan dalam Sains

Berikut adalah bagian ketiga dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas isu sains dan Tuhan dilihat dari perspektif sejarah.

Dengan dikembangkannya metode ilmiah oleh Descartes dan Bacon dan penemuan-penemuan besar oleh Copernicus dan Newton, sains secara resmi berpisah dari agama. Sebelum mereka, sains tetap sejalan dengan pandangan dunia monoteistik. Sains membangun sendiri pandangan dunia yang ateistik, dalam artian tidak menyertakan Tuhan dalam pengembaraannya memahami alam (Russel, 2004:112). Dari sisi metodis oleh Descartes dan Bacon, hal ini ditujukan untuk beberapa kepentingan ideal sains : (1) keterujian, (2) Memperoleh kebenaran dan menghindari kesalahan, (3) Prediksi, dan (4) kemajuan. Dari segi empiris, Copernicus dan Newton pada dasarnya telah membangun sains dalam dua arah. Copernicus menyanggah monoteisme dengan penemuannya kalau Bumi bukanlah pusat tata surya. Newton membenarkan ateisme dengan  penjelasan yang mekanistik dimana seluruh tatanan dunia tidak lagi memerlukan Tuhan di dalamnya dan alam bekerja lewat seperangkat hukum yang tak pernah ingkar (hukum Newton). Peran keempat tokoh ini menjadi dasar lenyapnya keterikatan sains dengan agama.

Tuhan dan Sains Modern (Part 2): Hakikat Sains

Berikut adalah bagian kedua dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas isu epistemologi dalam sains dan kaitannya dengan Tuhan.

Bagian pertama bisa dibaca disini: Part 1

Menurut Einstein, sains adalah usaha membuat keanekaragaman yang kacau dalam pengalaman inderawi kita menjadi sebuah sistem pemikiran yang seragam secara logis (Einstein, 1954). Definisi ini membatasi sains ke dalam dua batasan: pertama, ia harus bersangkut paut dengan pengalaman inderawi. Kedua, ia harus membentuk sistem pemikiran yang konsisten. Batasan pertama sering disebut empiris dan batasan kedua disebut teoritis. Inilah dua pilar utama sains. Kedua pilar ini kemudian dibangun atas landasan yang tersirat dalam definisi Einstein di atas, yaitu logika.

Tuhan dan Sains Modern (Part 1) : Tuhan dan Alam

Berikut adalah bagian pertama dari sebuah makalah panjang yang ditulis seorang teman untuk bahan diskusi lintas disiplin dengan tema Tuhan dan masa modern. Bagian ini membahas sejarah konsepsi Tuhan dalam hubungannya dengan alam.

Manusia secara naluriah percaya adanya Tuhan sebagai zat maha kuasa yang mengatur alam semesta (Wilson, 1978). Petir misalnya, disebabkan oleh amarah Tuhan tertentu. Terjadinya tsunami dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan umat tertentu agar tidak berbuat dosa. Bayi yang lahir dengan kondisi cacat dipandang sebagai hukuman Tuhan pada orang tuanya. Asosiasi antara gejala alam dan Tuhan sangat erat dari dahulu.

Sejarah Terbentuknya Alam Semesta


Pemahaman kita tentang sejarah alam semesta divisualisasikan pada gambar di atas, di mana waktu berjalan dari kiri ke kanan. Bumi kita terbentuk saat alam semesta berumur sekitar 9,2 miliar tahun. Alam semesta pun terus berkembang hingga saat ini. Pada bagian pertama telah disajikan struktur alam semesta pada skala yang lebih besar dan bagaimana pemahaman awal manusia rterhadap alam semesta. Sedangkan pada bagian kedua kita akan berbicara tentang Big Bang dan melihat bagaimana perkembangan alam semesta sampai sekarang.

Teknologi Hologram Mendekati Kenyataan

Ilmuwan asal University of Arizona telah mengembangkan teknologi dimana suatu hari yang bisa digunakan untuk menyimpan sejumlah besar data dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser Peyghambarian,
substansi optik ini yang akan menawarkan aplikasi masa depan dalam bidang kedokteran dan manufaktur, serta dalam industri hiburan. "Teknologi seperti komunikasi secara langsung dengan hologram sepertinya hanya ada di dalam film saja. Dan kami para ilmuwan mencoba membawanya keluar ke alam nyata," sebutnya, seperti dikutip Nature.

Rabu, 09 Mei 2012

Masa Depan Teori String – Perbincangan Bersama Brian Greene

(Sumber: Special Edition Scientific American – The Frontiers of Physics, 2006, hal. 50-55)

Dahulu teori string membingungkan setiap orang. Bahkan praktisinya rewel tentang betapa rumitnya ia, sementara fisikawan lain memperolok kekurangannya akan prediksi eksperimental. Dunia selebihnya sebagian besar terlupa. Ilmuwan hampir tidak bisa mengkomunikasikan mengapa persisnya teori string begitu menggairahkan—mengapa ia dapat memenuhi impian Albert Einstein tentang teori terpadu final, bagaimana ia dapat memberi pemahaman mengenai pertanyaan-pertanyaan mendalam seperti mengapa alam semesta eksis sama sekali. Tapi di pertengahan 1990-an, teori tersebut mulai berjalan secara konseptual. Para periset menghasilkan cara-cara untuk mengujinya secara eksperimen. Dunia luar mulai memberi perhatian. Woody Allen menyindir teori tersebut dalam sebuah kolom New Yorker pada Juli 2003—barangkali itu pertama kalinya seseorang menggunakan ruang Calabi-Yau untuk mengisahkan romansa antarkantor.

Many Worlds-nya Hugh Everett

Oleh: Peter Byrne

(Sumber: Scientific American, 2006, hal. 98-105)


Setelah teori multiple universes-nya, yang kini mahsyur, mendapat cemoohan, Hugh Everett meninggalkan dunia fisika akademis. Dia beralih ke riset top-secret militer dan menjalani kehidupan pribadi yang tragis.

Hugh Everett III adalah seorang matematikawan brilian, teoris quantum pemberontak, dan, belakangan, menjadi kontraktor pertahanan sukses yang memiliki akses menuju rahasia militer paling sensitif. Dia memperkenalkan konsep realitas baru kepada fisika dan mempengaruhi perjalanan sejarah dunia pada saat Armagedon nuklir mengancam. Bagi penggemar sains-fiksi, dia tetap seorang pahlawan: sosok yang menemukan teori multiple universes quantum. Bagi anak-anaknya, dia adalah seseorang yang lain lagi: sosok ayah yang tidak hadir secara emosional; “sepotong furnitur yang duduk di meja makan”, sambil memegang rokok. Dia juga seorang alkoholik perokok yang meninggal terlalu dini.

Ketidakpastian Quantum – Pasti, Tn. Heisenberg?

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg adalah salah satu fondasi paling terkenal fisika quantum. Prinsip ini menyatakan bahwa tidak semua atribut partikel quantum bisa diukur dengan akurasi tak terhingga. Sampai sekarang, ini sering dijustifikasi oleh gagasan bahwa setiap pengukuran pasti mengganggu partikel quantum, mendistorsi hasil pengukuran selanjutnya. Namun, menurut riset baru, ini ternyata penyederhanaan berlebihan.

Dalam eksperimen neutron yang dijalankan oleh profesor Yuji hasegawa dan timnya di Vienna University of Technology, berbagai sumber ketidakpastian quantum kini bisa dibedakan, memvalidasi temuan teoritis rekan-rekan dari Jepang. 

Selasa, 08 Mei 2012

Mitos Permulaan Waktu

Oleh: Gabriele Veneziano

(Sumber: Special Edition Scientific American – A Matter of Time, 2006, hal. 72-81)


Teori string mengindikasikan bahwa BIG BANG bukanlah awal-mula alam semesta melainkan sekadar hasil dari kondisi yang eksis sebelumnya

Apakah big bang betul-betul merupakan permulaan waktu? Ataukah alam semesta eksis sebelum itu? Satu dekade silam, pertanyaan semacam ini terasa menghina Tuhan. Sebagian besar kosmolog bersikeras bahwa itu sama sekali tak masuk akal—bahwa merenungkan waktu/masa sebelum big bang adalah seperti menanyakan arah menuju tempat di utara Kutub Utara. Tapi perkembangan fisika teoritis, khususnya kenaikan teori string, telah mengubah perspektif mereka. Alam semesta pra-big bang telah menjadi batas teranyar kosmologi.