Tuesday, December 3, 2019

Diamlah dan Ketahuilah, Carilah Kekuatan Dari Tanpa Keinginan

Pertanyaan:
Osho, apakah tepatnya yang engkau maksud dengan berkata "Diamlah dan ketahuilah" dan juga "Carilah kekuatan dari tanpa-keinginan?"

Jawaban OSHO:
DIAMLAH DAN KETAHUILAH adalah salah satu sutra yang paling mendasar dari alkimia batin. Tetapi dengan menjadi hening bukan berarti engkau harus memaksakan keheningan pada dirimu sendiri. Keheningan yang dipaksakan bukanlah keheningan sejati. Orang bisa duduk seperti Buddha, hampir seperti patung, benar-benar diam, namun jauh di dalam sana mungkin ada kekacauan besar, seribu satu pikiran mengalir deras.

Di sana mungkin ada lalu lintas yang sangat besar di dalam pikiran. Tubuh bisa dipaksa duduk diam selama berjam-jam, dan engkau juga bisa belajar cara-cara untuk menenangkan pikiran.

Misalnya, jika engkau mengucapkan mantra apa pun selama berjam-jam, nama Tuhan apa pun, jika engkau hanya terus melantunkan "Allah, Allah, Allah," itu berfungsi seperti obat penenang. Pengulangan dari satu kata atau satu mantra menciptakan melodi tertentu di dalam pikiranmu yang menenangkan, sangat menenangkan, sangat menentramkan. Dan semacam keheningan akan terasa, yang bukan jenis yang benar - karena suara dari mantra tertentu hanya mengubah sifat kimiawi dari pikiranmu. Perubahan itu bukan alkimia (yang mampu mengubah logam menjadi emas), itu hanya kimia.

MENCARI TUHAN

Rabindranath Tagore telah menulis sebuah puisi yang indah. Dia berkata: 'Sejak kelahiran yang tak terhingga aku telah terus mencari Tuhan. Aku tidak tahu berapa banyak jalan yang telah kulalui, berapa banyak perintah agama. Tuhan hanya tahu berapa banyak pintu yang telah kuketuk, berapa banyak guru yang telah kulayani atau berapa banyak yoga dan penebusan dosa yang telah kulakukan. Namun, pada suatu hari, aku akhirnya berhasil mencapai pintu-Nya. Walaupun aku dulu mendapatkan kilasan pandangan dari-Nya, tapi kilasan itu sedekat bintang yang jauh. Pada saat aku sampai di sana, bintang itu telah lama melintas.'

'Tapi hari ini? Hari ini aku berdiri di depan gerbang-Nya. Aku membaca namanya di luar - itu adalah milik-Nya. Aku menaiki tangga dengan begitu gembira bahwa tujuanku tercapai. Aku pegang pengetuk pintu, aku akan mengetuk, lalu .…

Mengapa Pria Jatuh Cinta dengan Wanita?

Karena dia membawa seorang wanita di dalam dirinya, jika tidak dia tidak akan jatuh cinta. Dan mengapa engkau jatuh cinta dengan seorang wanita tertentu?
Ada ribuan wanita. Tetapi mengapa, tiba-tiba, seorang wanita tertentu menjadi yang paling penting bagimu, seolah-olah semua wanita lain telah menghilang dan ia adalah satu-satunya wanita di dunia. Mengapa?

Mengapa seorang pria tertentu menarikmu? Mengapa, pada pandangan pertama, ada sesuatu yang tiba-tiba klop? Tantra mengatakan: engkau membawa sebuah gambaran dari seorang wanita di dalam dirimu, sebuah gambaran dari seorang pria di dalam dirimu. Setiap pria membawa seorang wanita dan setiap wanita membawa seorang pria. Ketika seseorang di luar cocok dengan gambaran batinmu, engkau jatuh cinta - itulah arti cinta.

OSHO ~ The Tantra Vision, Vol 2, Chapter 1
---

ARTI HIDUP

Hidup ada dalam menjalani hidup. Hidup bukan sebuah benda, ia adalah sebuah proses. Tidak ada cara untuk mencapai kehidupan kecuali dengan menjalaninya, kecuali dengan menjadi hidup, dengan mengalir, mengalir bersamanya. Jika engkau mencari makna hidup dalam beberapa dogma, dalam beberapa filsafat, dalam beberapa teologi, itulah cara yang pasti untuk melewatkan keduanya, kehidupan dan artinya.

Hidup itu bukan berada di suatu tempat menunggumu, ia sedang terjadi padamu. Ia bukan berada di masa depan sebagai tujuan yang harus dicapai, ia ada di sini sekarang, momen ini juga - dalam pernapasanmu, sedang beredar dalam darahmu, sedang berdenyut dalam jantungmu. Apa pun dirimu, itulah hidupmu, dan jika engkau mulai mencari arti di tempat lain, engkau akan melewatkannya. Manusia telah melakukannya selama berabad-abad. Banyak konsep telah menjadi sangat penting, banyak penjelasan telah menjadi sangat penting - dan yang sebenarnya telah sepenuhnya dilupakan. Kita tidak melihat pada apa yang sudah ada di sini, kita ingin penjelasan logis.

Tuesday, November 5, 2019

POST-TRUTH DAN MEDSOS

Menurut The Next Web (2018), Indonesia masuk dalam daftar pengguna media sosial paling banyak. Facebook 140 juta, nomor tiga di dunia; Instagram 56 Juta, nomor empat di dunia; Twitter 6.6 Juta, di peringkat duabelas.

Populasi penduduk Indonesia saat ini mencapai 262 juta orang. Lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017, setidaknya begitu menurut laporan teranyar Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).

Mayoritas pengguna internet sebanyak 72,41 persen masih dari kalangan masyarakat urban. Pemanfaatannya sudah lebih jauh, bukan hanya untuk berkomunikasi tetapi juga membeli barang, memesan transportasi, hingga berbisnis dan berkarya.

Berdasarkan wilayah geografisnya, masyarakat Jawa paling banyak terpapar internet yakni 57,70 persen. Selanjutnya Sumatera 19,09 persen, Kalimantan 7,97 persen, Sulawesi 6,73 persen, Bali-Nusa 5,63 persen, dan Maluku-Papua 2,49 persen.

Sebanyak 49,52 persen pengguna internet di Tanah Air adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun.

Di posisi kedua, sebanyak 29,55 persen pengguna internet Indonesia berusia 35 hingga 54 tahun. Remaja usia 13 hingga 18 tahun menempati posisi ketiga dengan porsi 16,68 persen. Terakhir, orang tua di atas 54 tahun hanya 4,24 persen yang memanfaatkan internet (Kompas.com - 22/02/2018).

PETA PEMIKIRAN DALAM ISLAM

Aliran-aliran Pemikiran dalam Islam

" ... Barangsia yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak ... " (Al-Qur'an, al-Baqarah, 2:269)

"Tinta para ulama lebih suci dibanding dengan darah para syuhada" (Hadist)

"Mereka yang meninggalkan rumahnya dalam mencari ilmu pengetahuan, mereka berjalan di atas jalan Allah" (Hadist).

JABARIAH & QADARIAH

Dalam sejarahnya kaum muslimin telah memberi warna dalam bidang ilmu pengetahuan, kesusasteraan, filsafat, dan kebudayaan. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan pemikiran dan aliran pemikiran dalam islam, sbb:

Jabariah adalah nama bagi sekelompok aliran yang menganut paham atau mazhab jabar, yang mengatakan bahwa manusia tidak mempunyai andil dalam mewujudkan perbuatan-perbuatannya, akan tetapi Allah lah yang menggerakkannya.

Sedangkan Qadariah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkan sendiri. Untuk melaksanakan kehendak-Nya, menurut paham Qadariah manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatannya.

Friday, September 20, 2019

DEMOKRASI

Referendum dan pemilu terkait langsung dengan perasaan manusia, bukan rasionalitas manusia.

Jika demokrasi adalah masalah pengambilan keputusan yang rasional, sama sekali tidak ada alasan untuk memberikan semua orang hak suara yang setara - atau mungkin hak untuk memilih apa pun.

Pemilu dan referendum bukan soal apa yang kita pikirkan. Tapi tentang apa yang kita rasakan. Dan ketika menyangkut perasaan, Prof Jawahir Thontowi tidak lebih baik dari I Kanude di Laccori, Bone.

Demokrasi mengasumsikan bahwa perasaan manusia mencerminkan "kehendak bebas" yang misterius dan mendalam bahwa "kehendak bebas" ini adalah sumber otoritas tertinggi, dan bahwa meskipun beberapa orang lebih cerdas daripada yang lain, semua manusia sama-sama bebas. Seperti Prof Jawahir, I Kanude yang miskin juga memiliki kehendak bebas, maka pada hari pemilihan, perasaannya - diwakili oleh hak suara - dihitung sama seperti orang lain.

SEKULER

Komitmen sekuler yang paling penting adalah Kebenaran (truth), yang didasarkan pada observasi dan bukti daripada keyakinan.

Orang sekuler tidak menguduskan kelompok manapun, yang seolah-olah memiliki hak asuh tunggal atas kebenaran. Sebaliknya, orang-orang sekuler menguduskan Kebenaran di mana pun ia dapat mengungkapkan dirinya (bisa melalui fosil kuno, dalam gambar galaksi jauh, dalam tabel dan data statistik, tulisan-tulisan berbagai tradisi manusia). Komitmen akan Kebenaran ini mendasari sains moderen.

Komitmen utama lainnya adalah welas-asih (compassion). Etika sekuler tidak bergantung pada ketaatan atas titah ini atau itu, tetapi lebih pada penghargaan mendalam terhadap penderitaan.

Selanjutnya komitmen kembar terhadap Kebenaran dan kasih sayang juga menghasilkan kesetaraan (equality). Mengistimewakan pengalaman atau penemuan suatu bangsa, kelas atau jenis kelamin tertentu kemungkinan besar akan membuat kita berdua tidak berperasaan dan tidak peduli.

MORALITAS

Berabad-abad sebelum Musa lahir, para juru tulis menuliskan kisah tentang petani miskin yang profertinya diambil oleh seorang tuan tanah yang tamak. Sang petani datang ke hadapan pejabat korup Fir'aun, dan ketika mereka gagal melindunginya, dia mulai menjelaskan kepada mereka mengapa mereka harus memberikan keadilan dan khususnya membela orang miskin dari orang kaya.

Dalam satu alegori, petani mesir ini menjelaskan bahwa harta orang miskin yang sedikit seperti napas yang mereka miliki, dan korupsi pejabat mencekik mereka dengan menyumbat lubang hidung mereka.

Seribu tahun sebelum Nabi Amos menegur para elite Israel karena tingkah laku mereka yang menindas, Raja Babilonia Hammurabi menjelaskan bahwa dewa-dewa besar menginstruksikannya untuk menegakkan keadilan di atas tanah, untuk menghancurkan kejahatan dan keburukan, untuk menghentikan yang kuat menindas yang lemah.

MISTISISME

Mistisisme merupakan pembawaan sifat manusia. Mistisisme adalah pemahaman batiniah yang dimiliki orang sementara dia berada di alam duniawi. Mistisisme adalah manifestasi fitrah manusia, dan ia eksis sebagai alat untuk menjelajahi yang gaib. Kita merasakan dahaga dan rasa kerenggangan yang merupakan sumber jiwa mistik di dalam diri kita. Apabila rasa mistik ini dicabut dari manusia, ia akan segera kembali menjadi 'binatang', cerdas, dan menguasai alam. Padahal manusia lebih dari itu. Perasaan mistiklah yang memberi manusia keunggulan dan kemulian. Semakin sangat berkembang seseorang, menjadi semakin kuatlah kebutuhan mistisisme ini.

Jadi Mistisisme adalah suatu lentera yang bersinar di dalam diri manusia. Mistisismelah tambang yang menariknya kepada hal-hal yang tidak ada di sini/material. Itulah evolusi spiritualnya. Kata Ali Syari'ati, semua agama mempunyai akar tunggal Mistisisme - berada di timur dan barat, monoteistik atau politeistik.

Ibn Al-Arabi: TUHAN

Tuhan tidak bisa diringkas dalam satu ekspresi manusiawi karena realitas suci itu tidak terbatas.

Ibn Al-Arabi mengatakan, 'Setiap wujud memiliki Tuhannya sendiri-sendiri. Dia tidak mungkin memiliki keseluruhannya. Keseluruhan realitas Tuhan tidak bisa dikenal'.

Ketuhanan dan kemanusiaan merupakan dua aspek kehidupan ilahiah yang menggerakkan seluruh kosmos.

Arabi tidak bisa menerima gagasan bahwa satu orang manusia saja, betapapun sucinya, bisa menampung ketidakterbatasan realitas Tuhan. Sebaliknya, dia percaya bahwa masing-masing manusia merupakan Avatar unik bagi yang ilahi.

Dari tesis itu dia mengembangkan simbol manusia sempurna (insan al-kamil) yang menumbuhkan misteri Tuhan yang diwahyukan di setiap generasi demi kepentingan generasi sezamannya, meskipun tidak merupakan inkarnasi dari seluruh realitas ketuhanan atau esensinya yang tersembunyi.

SAINS: Kematian Bukanlah Sebuah Takdir

Salah satu masalah umat manusia yang penting dan sampai sekarang belum terpecahkan adalah kematian.

Dulu - sebelum era modern - kematian diterima begitu saja sebagai takdir yang tak terhindarkan dan sebagai sumber makna. Agama-agama misalnya mengajarkan kepada manusia bahwa mereka harus menerima kematian dan berharap akan kehidupan sesudah mati - bukan berupaya mengatasi kematian dan hidup selamanya di Bumi.

Bagi sains kehidupan, kematian bukanlah sebuah takdir yang tak terhindarkan, akan tetapi lebih sebagai soal tekhnis. Orang mati bukan karena ditakdirkan oleh yang kuasa yang bertahta di langit sana. Tapi kematian hadir karena sebagai akibat dari berbagai kegagalan tekhnis - serangan jantung, kanker, infeksi. Dan setiap masalah tekhnis ada pemecahan tekhnisnya. Bila berdebar tak tentu misalnya, jantung bisa dirangsang dengan alat pacu jantung atau diganti dengan jantung baru. Bila mengamuk, kanker bisa dibunuh dengan obat-obatan atau radiasi. Bila memperbanyak diri, bakteri bisa ditundukkan dengan antibiotika.

KEMATIAN

Ada dua persfektif tentang kematian:

Apakah ada kehidupan setelah kematian? Neuroscience mengatakan tidak ada! Kesadaran adalah merupakan konsekuensi dari otak yang merupakan konstruksi fana dan singkat dari struktur otak yang sederhana.

Jika benar waktu adalah ilusi, maka pertanyaan “setelah” kehidupan menjadi sepenuhnya tidak layak. Pengertian kita tentang istilah waktu “sebelum” dan “sesudah” menjadi tidak berarti.

Kevin Williams dan peneliti pengalaman mendekati kematian lainnya, seperti Moody, Sabom, Ring, dan Atwater, menunjukkan bahwa kita mungkin pergi ke suatu tempat, beberapa saat atau, seperti elektron Heisenberg, ke titik yang tidak dapat dijelaskan secara tepat dalam waktu atau tempat. Tentu saja kondisi lain ini, atau kesadaran ini mungkin masih memberikan ilusi waktu.

Thursday, September 12, 2019

UNIVERSE

Apa yang memicu terciptanya Alam Semesta? Ada tiga penjelasan?

Pertama, theory Steady-State (teori keadaan tunak). Teori ini menjelaskan bahwa dalam skala besar, alam semesta selalu seperti keadaannya hari ini. Yang mirip tapi agak berbeda, Isaac Newton memandang Tuhan sebagai "penyebab pertama" segala hal dan berpendapat bahwa Dia ada di seluruh ruang. Itulah alasannya Newton menganggap bahwa alam semesta secara keseluruhan tak banyak berubah. Newton pernah menulis bahwa alam semesta itu "Sensorium suatu Sosok tak bertubuh, hidup, dan cerdas. 

Pada awal abad ke-20, Einstein yakin sekali bahwa alam semesta tak berubah sehingga dia menambahkan konstanta spesial ke teori relativitasnya agar mempresiksi alam semesta yang stabil. Teori gagasan alam semesta abadi tidak memuaskan, apalagi katanya jika menyelundupkan pencipta untuk prosesnya. Cacat logikanya jelas, walau perlu waktu lama bagi akal budi tercanggih untuk melihatnya dengan jelas.

Ada teka-teki lain. Jika ada sosok ilahiah yang mampu merancang alam semesta, maka sosok itu musti lebih kompleks daripada alam semesta.

Monday, September 9, 2019

Kisah Asal Usul Alam Semesta, Bumi, dan Manusia

Kisah asal usul untuk semua manusia modern, dibangun di atas tradisi sains modern: tidak punya sosok pencipta, walau punya energi dan partikel yang menakjubkan sama dengan para dewa dibanyak kisah asal-usul tradisional.

Kisah asal-usul modern adalah alam semesta sebagaimana adanya. "Rasa makna bukan berasal dari alam semesta, melainkan dari manusia sendiri", tulis David Christian. "Apa makna alam semesta"? tanya Joseph Campbell, ahli mitos dan agama. "Apa makna kutu"? Kutu itu ada, begitu saja, dan makna anda sendiri adalah bahwa anda ada".

Kisah asal-usul modern tulis DC bergolak dan jauh lebih besar daripada dunia banyak kisah asal-usul tradisional. Alam semestanya tak tenang, dinamis, berevolusi, dan besar sekali.

Ahli geologi Walter Alvarez mengingatkan kita mengenai besarnya alam semesta dengan bertanya ada berapa bintang di dalamnya. Sebagian besar galaksi punya sekitar 100 miliar bintang, dan jumlah galaksi di alam semesta bisa sebanyak itu pula. Artinya ada 10.000.000.000.000.000.000.000 (sepuluh pangkat dua puluh dua) bintang di alam semesta. Pengamatan terbaru menyebutkan bahwa boleh jadi ada lebih banyak lagi gakaksi di alam semesta, dan matahari kita adalah anggota biasa kelompok besar itu.

Friday, September 6, 2019

KEBERADAAN TUHAN

Pelindung: Jika Tuhan ada di sini untuk menjaga kita agar tetap aman, mengapa ada bencana alam?

Penegak hukum: Jika Tuhan menentukan aturan-aturan moral, mengapa kita bebas menjadi orang yang tak bermoral seperti yang kita suka?

Juru damai: Jika Tuhan membawa kedamaian, mengapa Dia mengizinkan perang dan kekerasan terjadi?

KEBERADAAN

Tanpa kecerdasan, tidak ada pemahaman. Tanpa kreativitas, tidak akan ada hal baru. Tanpa organisasi kekuasaan, segalanya akan berada dalam kekacauan.

Sebuah ombak menyapu tebing dan bertanya, 'apakah aku menciptakan kehebatan ini?' Ya dan tidak. Saat laut menyapu pantai, ombak berperan di dalamnya. Anda bersifat universal, namun jika anda selalu berpikir sebaliknya (tidak universal), hal itu akan membuatnya menjadi tidak nyata.

Dalam Veda, ketika ombak di laut naik, dia berkata, 'Aku adalah individu yang terpisah'. Namun, ketika ombak itu jatuh dan kembali, dia berkata, 'Aku adalah laut'. Sebagai seorang pencipta, anda bangkit dari laut kesadaran untuk membentuk realitas. Ketika anda berenang semakin jauh, anda akan sadar bahwa anda adalah bagian dari lautan kesadaran. Realitas diciptakan melalui diri anda tanpa harus meninggalkan dunia transenden.

Anda akan lupa ilusi bahwa anda sendirian, terisolasi, lemah, dan tersesat dalam kosmos yang luar biasa. Anda ingat bahwa anda adalah seorang pemimpi yang memegang kontrol atas impian anda tersebut. Lampaui bayangan yang ada dipermukaan, maka realitas akan menyapa anda. Seperti yang dikatakan Rumi: "Dunia terlalu penuh untuk dibahas". Masuki alam dari segala kemungkinan. Membuatnya menjadi kenyataan adalah suatu anugerah besar yang datang dari yang Menggetarkan.

@AOS

GELEDAH DIRIMU

Dunia ini adalah produk pikiran (quantum). Tanpa kesadaran itu, dunia jasmani menjebakmu seperti sebuah jaring. Tapi jaring punya lubang. Maka carilah satu lubang dan melompatlah! Pernyataan tersebut mungkin tampak aneh saat "dunia di luar sana" begitu sangat nyata sebagai anugerah.

Menghindar mungkin saja dilakukan dengan melihat Kebenaran yang sederhana tapi radikal, yaitu bahwa dunia diciptakan secara sadar, termasuk dunia jasmani. Carilah jalan yang membebaskan kesadaran dan semua jalan tidak akan pernah sama. 

Pada jalan Spiritual, kita melihat manusia itu multidimensi. Salah satu dimensi yang lebih subtil memiliki kekuatan yang sangat besar. Kekuatan tersebut bahkan dapat mengubah peristiwa "di luar sana" dalam dunia materi.

CINTA

Cinta terjadi dari sebuah reaksi kimia yang ada dalam otak. Cinta tak memiliki eksistensi di luar manifestasi fisiknya. Cinta romantis hanyalah fantasi. Ini penjelasan/padangan kaum skeptik memahami (perasaan) CINTA.

Eugene Wigner, seorang matematikawan dan fisikawan, pernah berkata, "Dalam persamaan Schrodinger, bagian mana yang menjelaskan arti kebahagiaan hidup?" Jika saya berkata bahwa saya mencintai wanita paling cantik di dunia ini, maka bagaimana seorang yang skeptis dapat membuktikan kemustahilan mendapatkan salah satu di antara tiga miliar wanita cantik yang ada di dunia ini? 

Jika manusia kata Chopra tidak dapat menemukan momen inspirasi dalam hidupnya, maka itu akan menjadi fatal. Saat momen inspirasi seperti cinta, keindahan, dan pencapaian realitas yang lebih tinggi menjadi sangat jelas, kita justru terbebani kebosanan, rutinitas, penderitaan, dan pekerjaan duniawi.

Apakah ada sesuatu yang melampaui ruang dan waktu, yang menjadi sumber alam semesta? Apakah penciptaan itu dimulai dari "ketiadaan" atau sumber yang bersifat non-fisik? Apakah ada ruang dalam ketiadaan itu berisi sebuah organisasi yang lebih tinggi, yaitu semacam pikiran sempurna yang sesuai dengan hukum alam -- misalnya, sedikit saja ada perubahan dalam alam semesta, maka akan terjadi kekacauan?

*Jika terdapat perubahan yang kurang dari satu miliar dalam hukum gravitasi, maka akan lahir semesta yang baru setelah teori Big Bang, yaitu perubahan arah secara berlawanan yang akan mwnyebabkan bumi terbang secara terpisah oleh angin proto-gas yang tak terkandali, serta tidak membentuk atom dan molekul.

@AOS

TRANSENDEN

Anda sedang dalam perjalanan ke dunia transenden, ke kesadaran yang lebih tinggi, jika anda mengalami ini:

* Anda merasa ringan, tak terbebani, dan tak terikat apapun.
* Anda melihat kemanusiaan pada setiap wajah yang anda tatap.
* Anda merasa benar-benar aman.
* Ketenangan muncul dalam diri anda.
* Kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas mulai terbuka.
* Anda merasa takjub dan kagum melihat alam.
* Anda berserah diri, menerima, dan memaafkan.
* Anda yakin bahwa segala hal adalah penting dan segala sesuatu yang terjadi memiliki maksud tertentu.
* Anda merasa bahwa kebebasan penuh adalah cara yang paling alamiah untuk hidup.

Seluruh pengalaman ini sedang saya jalani ... Ketika misalnya saya bertemu dengan Prof. Ryaas, saya bisa merasakan sebuah kebaikan yang tulus dan indah pada diri beliau. Realitas tidak hanya yang terjadi dipermukaan, namun realiatas itu juga membentang hingga dimensi-dimensi yang lebih tinggi ...

Dunia transenden kata Chopra adalah sumber realitas diri. Di dasarnya terdapat keesaan, yaitu keadaan yang menyatu. Tidak terpecah-terpecah atau terlibat konflik apapun. Selubung materialisme benar-benar telah terlepas. Baik dan buruk serta terang dan gelap telah menyatu. Kita bergerak di dunia ini dengan dipandu oleh diri kita yang lebih tinggi. Ego pribadi telah berkembang menjadi ego kosmik. Semuanya mengelilingi kesadaran murni.

@AOS

Tuhan dan Einstein

Apa yang baru saja Tuhan lakukan untuk Anda?

Dalam memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga, manakah yang lebih efektif, memiliki keimanan ataukah bekerja keras?

Pernakah Anda benar-benar membiarkan Tuhan menyelesaikan sebuah masalah yang sangat berat untuk Anda?

Mengapa Tuhan membiarkan penderitaan terjadi di dunia? Apakah ini semua hanyalah sebuah permainan ataukah sebuah janji kosong bahwa ada Tuhan yang maha Pengasih?

Bagi jutaan orang di Barat, pertanyaan-pertanyaan seperti itu bahkan tidak lagi dianggap penting.

Beda Agama dan Spiritualitas

Dr. Teilhard de Chardin* Lahir di Orcines, pada tanggal 1 Mei 1881 dan meninggal di New York pada tanggal 10 April 1955. Dia adalah seorang teolog, filsuf dan ahli paleontologi Prancis yang membangun visi terpadu sains dan mistisisme dengan pemikirannya. Berikut pandangannya soal agama dan spiritualitas:

Agama bukan hanya
satu, ada ratusan. Spiritualitas adalah satu.

Agama adalah untuk mereka yang tidur. Spiritualitas adalah untuk mereka yang sudah bangun.

Agama adalah untuk mereka yang membutuhkan seseorang untuk memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dan ingin dibimbing. Spiritualitas adalah untuk mereka yang memperhatikan suara hati mereka.

Agama memiliki seperangkat aturan dogmatik. Spiritualitas mengundang kita untuk memikirkan segala sesuatu, mempertanyakan semuanya.

Agama mengancam dan menakut-nakuti. Spiritualitas memberi kedamaian batin.

Agama berbicara tentang dosa dan kesalahan. Spiritualitas mengatakan, "belajar dari kesalahan".

Sunday, September 1, 2019

TIGA OTAK

Kita memiliki tiga otak yang hidup berdampingan dengan gelisah. Bukan satu. Pertama, dalam lekuk terdalam sel abu-abu kita, terdapat 'otak tua' yang kita warisi dari reptil yang berjuang keluar dari lendir primal 500 juta tahun silam. Otak tua ini hanya terpaku pada soal kelangsungan hidup sendiri tanpa impuls altruistik sama sekali. Mereka termotivasi oleh mekanisme yang mendesak untuk makan, berkelahi, melarikan diri jika perlu, dan berproduksi. Mereka sangat siap bersaing dalam memperebutkan makanan, menguasai wilayah, dan mencari keamanan secara alami meneruskan gen mereka sehingga impuls mementingkan diri sendiri semakin menguat.

Kedua, sistim limbik. Beberapa saat setelah mamalia muncul. Sekitar 120 juta tahun silam. Terbentuk di atas otak inti yang diwarisi dari reptil. Sistim limbik mendorong berbagai macam prilaku baru: perlindungan, pengasuhan dan pembentukan ikatan dengan orang lain tak ternilai harganya dalam perjuangan untuk bertahan hidup. Ini untuk pertama kalinya makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menghargai dan menyayangi makhluk selain dirinya sendiri.

Ketiga, sekitar dua puluh ribu tahun lalu (Paleolitikum) manusia mengembangkan 'otak baru', apa yang disebut sebagai neokorteks, yakni tempat bersemayamnya kekuatan penalaran dan kesadaran diri yang memungkinkan kita bisa menahan diri dari nafsu primitif naluriah. Manusia yang ada sekarang tunduk pada impuls-impuls bertentangan dari tiga otak yang berbeda.

Mengapa "ADA" ?

Kosmolog Paul Davies telah menjelaskan sukacita yang dialaminya ketika menyelami pertanyaan yang tak bisa dijawab. 'Mengapa kita menjadi ada pada 13, 7 Milliar tahun yang lalu melalui sebuah Dentuman Besar? Mengapa hukum elektromagnetisme atau gravitasi itu adalah demikian? Mengapa ada hukum-hukum ini? Apa yang sedang kita lakukan di sini?.....ini benar-benar menakjubkan.

Filsuf Karl Popper sering berkata: 'Kita tidak tahu apa-apa', dan percaya bahwa ini kebenaran filsafat yang paling penting.

Salah satu dari banyak sumber utama kebahagiaan adalah mendapatkan secercah terang mengenai suatu aspek baru dari dunia luar biasa tempat kita hidup ini dan peran luar biasa kita di dalamnya.

Einstein mengalami ketakjuban mistik ketika merenungkan alam semesta:

'Mengetahui bahwa apa yang tak dapat kita ketahui itu benar-benar ada, wewujudkan dirinya kepada kita sebagai kebijaksanaan tertinggi dan keindahan yang paling bersinar, yang hanya dapat dipahami daya cerap kita yang tumpul ini dalam bentuk yang paling primitif -- pengetahuan ini, perasaan ini adalah pusat dari semua religiusitas sejati. Dalam pengertian ini, dan dalam pengertian ini sajalah, saya tergolong ke dalam orang beragama'.

Dia yakin bahwa 'Orang yang asing dengan emosi seperti ini....sama saja sudah mati'.

Albert Schweitzer mungkin akan setuju. Ketika meninjau kembali hidupnya, dia melihat bahwa salah satu persepsi yang membingbingnya adalah penyadaran 'bahwa dunia ini misterius tanpa bisa dijelaskan'.
#Compassion

@AOS


The of Mind

Fisika masa depan dan Hiperspace menangani obyek yang paling menarik dan kompleks di alam semesta, yaitu otak manusia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rahasia otak akan diungkap oleh baterai pemindaian otak berteknologi tinggi yang dirancang oleh fisikawan.

Kini yang dulunya hanyalah fiksi ilmiah telah menjadi kenyataan yang mengejutkan.

Otak akan merekam kenangan, telepati, rekaman vidio impian, kontrol pikiran, avatar, telekinesis, tidak hanya mungkin terjadi, tetapi sudah ada di depan kita. 

Masa depan pikiran akan memberi kita pandangan yang otoritatip dan menakjubkan yang dilakukan di laboratorium di seluruh dunia. Semuanya berdasarkan kemajuan terbaru dalam ilmu saraf dan fisika.

Suatu hari nanti, kita akan memiliki "pil cerdas" yang bisa meningkatkan kognisi kita: dapat mengunggah otak kita ke komputer, neuron untuk neouron: mengirim pikiran dan emosi ke seluruh dunia dengan "jaring otak": mengendalikan komputer dan robot dengan pikiran kita dalam batas keabadian: bahkan mengirim kesadaran kita ke seluruh alam semesta.

Prof. Michio Kaku akan membawa kita ke perjalanan masa depan yang akan terjadi; bagaimana fungsi otak, bagaimana teknologi ini akan mengubah kehidupan kita sehari-hari.


@AOS

The Future of Humanity: Terraforming Mars, Insterllar Travel, Immortality, and Our Destiny Beyond Earth

Michio Kaku dalam bukunya yang baru, "The Future of Humanity: Terraforming Mars, Insterllar Travel, Immortality, and Our Destiny Beyond Earth", mengatakan, peradaban manusia berada di ambang penyebaran di luar bumi.

Meninggalkan bumi menjadi keharusan. Mungkin saja karena perubahan iklim dan penipisan sumber daya atau suatu hari kita akan membuat rumah kita di antara bintang-bintang. "Bagaimana manusia dapat secara bertahap mengembangkan peradaban yang berkelanjutan di luar angkasa".

Kaku menunjukkan kepada kita bagaimana fiksi ilmiah menjadi kenyataan: perkembangan yang mengagumkan dalam robotika, nanoteknologi, dan bioteknologi yang memungkinkan kita membangun kota yang dapat dihuni di mars; bintang-bintang di dekatnya mungkin bisa dijangkau oleh pesawat ruang angkasa mikroskopis yang berlayar di angkasa melalui sinar laser; juga suatu hari nanti memungkinkan kita untuk melampaui tubuh fisik kita.

Perjalanan ke masa depan yang menakjubkan ungkap Kaku, umat manusia akhirnya bisa memenuhi takdir yang sudah lama ditunggu di antara bintang-bintang dan bahkan mungkin mencapai keabadian.

@AOS

Tuesday, August 27, 2019

AGAMA VS. SAINS

Fisika menurut Neils Bohr adalah menceritakan apa yg dapat kita ketahui tentang alam semesta, bukan bagaimana ia.

Bagi banyak fisikawan, teori kuantum menyatakan bahwa sama sekali tidak ada realitas "obyektif". Satu-satunya realitas adalah realitas yang tampak melalui pengamatan kita. Dengan mengadopsi pandangan ini, tidaklah mungkin menyebut teori tertentu 'benar' atau 'salah', hanya gara-gara ia berguna atau tidak, dimana teori yg berguna dipahami sebagai teori yang menghubungkan tentang fenomena yang luas dalam suatu skema deskriptif dengan akurasi yang tinggi.

Pandangan seperti ini, berlawanan secara diametris dengan pandangan agama, dimana pengikutnya percaya terhadap kebenaran tertinggi. Pernyataan keagamaan biasanya dipandang benar atau salah, bukan sebagai macam model pengalaman kita.

Kemampuan metode ilmiah mengakomodasi perubahan berdasarkan temuan baru menggambarkan salah satu kekuatan besar sains. Dengan menyandarkan diri pada manfaat, bukan pada kebenaran, sains membedakan diri secara tajam dengan agama. Agama didasarkan pada dogma dan kebijaksanaan telah diterima, yang bermaksud menggambarkan kebenaran tak berubah.

Fakta dan gagasan baru merupakan darah-kehidupan sains. Jadi temuan ilmiahlah, selama bertahun-tahun, telah menempatkan sains dan agama dalam konflik.
#DieditDariGod&TheNewPhysics

@AOS

The Future of the Mind

Penulis buku terlaris
The Future of the Mind, Michio Kaku melintasi batas astrofisika, kecerdasan buatan, dan teknologi untuk menawarkan visi masa depan manusia yang menakjubkan di luar angkasa, mulai dari menetap di Mars hingga bepergian ke galaksi yang jauh.

Dulunya domain fiksi, memindahkan peradaban manusia ke bintang semakin menjadi kemungkinan ilmiah - dan sebuah kebutuhan. Apakah dalam waktu dekat karena perubahan iklim dan menipisnya sumber daya yang terbatas, atau di masa depan yang jauh karena peristiwa kosmologis bencana, kita harus menghadapi kenyataan bahwa manusia suatu hari harus meninggalkan planet Bumi untuk bertahan hidup sebagai spesies. Fisikawan dan futuris terkenal di dunia, Michio Kaku, mengeksplorasi dalam detail yang kaya dan mendalam tentang proses di mana umat manusia dapat secara bertahap bergerak menjauh dari planet dan mengembangkan peradaban yang berkelanjutan di luar angkasa. Dia mengungkapkan bagaimana perkembangan mutakhir dalam robotika, nanoteknologi, dan bioteknologi memungkinkan kita untuk terraform dan membangun kota yang dapat dihuni di Mars. Dia kemudian membawa kita melampaui tata surya ke bintang-bintang terdekat, yang mungkin segera dicapai oleh nanoships yang melakukan perjalanan dengan sinar laser mendekati kecepatan cahaya. Akhirnya, dia membawa kita melampaui galaksi kita, dan bahkan di luar alam semesta kita, ke kemungkinan keabadian, menunjukkan kepada kita bagaimana manusia suatu saat nanti dapat meninggalkan tubuh kita sepenuhnya dan laser port ke surga baru di luar angkasa. Dengan antusiasme dan keingintahuan yang tak tertahankan, Kaku mengajak para pembaca dalam perjalanan yang menakjubkan ke masa depan di mana umat manusia akhirnya dapat memenuhi takdir yang sudah lama ditunggu-tunggu di antara bintang-bintang.

@AOS

Memetakan Masa Depan dengan Sains

Bila prediksi 300-an ilmuwan top—12 di antaranya peraih Hadiah Nobel—ditampilkan dengan padat komprehensif, seperti apa gerangan visi mereka tentang kehidupan di akhir abad ke-21? Itulah yang disajikan dalam buku terbaru Michio Kaku: ”Physics of the Future”.

Michio Kaku, fisikawan Amerika berdarah Jepang yang berkampus di City University of New York, selain merupakan salah satu perumus teori string yang terkenal mahasulit, adalah juru bicara fisika modern kepada dunia yang semakin padat sains ini. Ia rajin menyambangi ratusan sejawatnya di laboratorium kampus-kampus dan pusat-pusat studi termaju yang meneliti dan merancang purwarupa teknologi futuristik, serta mengkaji aplikasinya ke berbagai bidang: medis, militer, ekonomi, dan masyarakat.

Lewat kuliah umum dan televisi, tak jemu-jemu ia mengingatkan: sains dan teknologi adalah mesin raksasa ekonomi modern dan lokomotif utama peradaban kita. Michio Kaku adalah Leonardo da Vinci dan Julius Verne masa kini.

SAINS DI CHINA: Sebuah Lompatan Kemajuan Besar

by Baskoro Adi Prayitno

Disarikan Dari:
Beberapa Tulisan pada Journal Science. Vol. 270, 17 November 1995 

Dua raksasa Asia, China dan India yang diprediksi akan memimpin perekonomian dunia pada pertengahan abad ini, selama lebih dari 30 tahun kehilangan orang-orang terdidik dan bertalenta. Mereka pergi meninggalkan negara masing-masing untuk sekolah dan bekerja di luar negeri dengan harapan dapat mengembangkan karier profesional lebih baik. Bersamaan dengan mulai bangkitnya perekonomian, pemerintah China dan India telah merancang strategi untuk mengubah brain drain menjadi brain gain. Namun, pemerintah China tampaknya lebih agresif dan terencana secara sistematis dalam upaya memanggil pulang orang-orang terbaik, untuk membangun bangsa sendiri dan mengambil peran dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi. China menempuh strategi ganda yang sangat efektif dengan membangun infrastruktur ekonomi dan pendidikan secara bersamaan.

               Di bidang ekonomi, pemerintah China menciptakan lingkungan makroekonomi yang dinamis dan kondusif untuk menarik investasi baik domestik maupun asing, terutama melalui foreign direct investment (FDI). Industri manufaktur dibangun secara masif untuk menopang pertumbuhan. Pusat-pusat bisnis dan perdagangan dikembangkan dengan jaringan luar negeri yang tertata rapi, sehingga memacu pergerakan aktivitas bisnis dan perdagangan yang sangat prospektif. Maka, dalam waktu yang tak terlalu lama, China berkembang menjadi negara terbuka bagi pasar global dan investor-investor asing yang memberi kontribusi pada dinamika pertumbuhan ekonomi di negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

EARTH: The Pale Blue Dot

by Prof. Carl Sagan
Astorifisika & Astronom


"Tataplah lagi titik itu. Titik itulah yang dinamai ‘di sini.’ Itulah rumah kita. Itulah kita".

Di satu titik itu, semua orang yang kamu cintai, semua orang yang kamu kenal, semua orang yang pernah kamu dengar namanya, semua manusia yang pernah ada, menghabiskan hidup mereka.

Segenap kebahagiaan dan penderitaan kita, ribuan agama, pemikiran, dan doktrin ekonomi yang menganggap dirinya benar, setiap pemburu dan perambah, setiap pahlawan dan pengecut, setiap pembangun dan penghancur peradaban, setiap raja dan petani, setiap pasangan muda yang jatuh cinta, setiap ibu dan ayah, anak yang bercita-cita tinggi, penemu dan penjelajah, setiap pengajar kebaikan, setiap politisi busuk, setiap “bintang pujaan”, setiap “pemimpin besar”, setiap orang suci dan pendosa sepanjang sejarah spesies manusia, hidup di sana. Di atas setitik debu yang melayang dalam seberkas sinar.

Monday, August 26, 2019

Drama Manusia Di Panggung Dunia

Jika anda memahami dan menghayati betul sekte Liberalisme, maka anda akan tahu bahwa Liberalisme tlah mengambil jalan radikal dalam menyangkal semua drama kosmik, tetapi ia kemudian menciptakan kembali drama dalam manusia, dimana alam semesta tidak memiliki alur, terserah kita sebagai manusia membuat plot, dan ini adalah tugas kita dan makna dari hidup kita.

Buddhisme kuno melangkah lebih jauh dengan menyangkal tidak hanya semua drama kosmik, tetapi bahkan drama batin ciptaan manusia. Alam semesta tidak memiliki makna, dan perasaan manusia juga bukan bagian dari kisah kosmik yang hebat. Mereka adalah getaran fana, muncul dan menghilang tanpa tujuan tertentu.

Sang Buddha mengajarkan bahwa ada tiga realitas dasar alam semesta, yakni segala sesuatu terus berubah, tidak ada yang memiliki esensi abadi, dan tidak ada yang benar-benar memuaskan. Anda dapat menjelajahi jarak terjauh gakaksi, tubuh anda, atau pikiran anda - tetapi anda tidak akan pernah menemukan sesuatu yang tidak berubah, sesuatu yang memiliki esensi abadi, dan sesuatu yang benar-benar memuaskan anda.

Fajar, Cahaya Batin

Untuk menyaksikan fajar, dini hari, di Cisarua Puncak, terpaksa saya menahan tidur.

Osho mengungkapkan, dini hari, fajar sebagai dunia batin adalah, ketika matahari baru akan terbit. Tapi matahari belum terbit. Sesaat lagi. Ufuk timur mulai kemerahan, tapi matahari belum berada di cakrawala; hanya dalam hitungan detik akan muncul tapi belum tiba. Itulah momen paling berharga dalam dua puluh empat jam. Malam sudah tidak ada lagi, sudah berlalu, dan matahari belum terbit.

Antara keduanya ada kualitas cahaya yang berbeda di semesta. Kegelapan tidak ada, dan karena matahari tidak ada di sana cahaya tidak berasal dari matahari; Itu adalah cahaya yang sangat menyebar, cahaya yang sangat dingin. Ini cahaya simbolik dari pengalaman akan cahaya batin.

Karena ia pengalaman batin, maka saat yang paling menakjubkan... Malam tidak ada lagi dan matahari belum datang: ia adalah interval, gap, di mana roda gigi berubah, di mana hari lahir dan malam menghilang.
-----------
Hidup ini terus mengalir dinamis melalui jalinan seluruh alam semesta. Semua bergerak cepat dan bergetar dalam tarian liar. Seluruh kosmos selalu diregenerasi pada setiap saat dalam ekspresi simfoni tunggal yang terbentang dari aspek yang paling kecil dari alam subatomik ke jangkauan yang lebih luas dari miliaran sistem galaksi.

Dan realitas selalu menunggu kita untuk merayap lebih dekat untuk memahami misterinya.

@AOS

Malam Dingin

Malam ini, di Grand Hill Resort Plataran Puncak, dalam dingin yang menusuk, kosmis berbisik kepada saya dalam keheningan di antara pikiran dan gema gemuruh air sungai yang berada di antara dua tebing.

Sungai dan lautan di planet kita, kata Chopra, adalah darah kehidupan yang beredar di dalam jantung kita dan di dalam tubuh kita. Udara adalah nafas suci kehidupan yang memberikan energi bagi setiap sel dalam tubuh kita sehingga bisa hidup dan bernafas dan berpartisipasi dalam tarian kosmos. Untuk mengetahui bahwa kita adalah bagian dari bumi ini, untuk mengetahui bahwa kita tidak terpisahkan dari kosmos, adalah dengan memiliki pengalaman sukacita, pengalaman keterhubungan dengan segala sesuatu. Ini adalah pengalaman penyembuhan, ini adalah pengalaman seluruh keberadaan.

Di sini, titik diam dari dunia yang berputar seolah berhenti.

@AOS

Hutan Magis

Saya sekarang berada di tempat agak terpencil yang jauh dari keramaian. Hanya ada lanskap hutan lebat, pepohonan tinggi, dingin yang menggigit ketika malam hari, dan kesunyian teramat dalam.

Menyusuri bentangan hutan lebat, saya bergumam adakah pernah peristiwa-peristiwa terjadi di sini. Sepertinya tak ada jejak dan tak ada setapak sejarah, di sini. Saya menyusup-nyusup di celah pepohonan tinggi, semak berduri, dan hamparan kesunyian yang kosong; meraba-raba mencari jalan setapak. Saya terus beringsut maju menembus kesunyian yang tak betepi, pepohonan hijau dan bisu, akar bahar besar, dan lapisan tanah yang mengendap selama berabad. Saya terlempar di sebuah dunia kesunyian dan menakjubkan dalam udara dingin. Semua melebur jadi satu, kesunyian, kebisuan, bahkan mungkin kosong dalam makna spiritual.

Di tengah kemurungan alam bebas, imajinasi saya membumbung tinggi ke angkasa. Di situ hanya ada semak-semak tinggi yang kaku.

Saya terus menyusuri hutan lebat itu. Di atas ketinggian, ada aliran sungai kecil yang mengalir jauh ke bawah. Gemerciknya seperti mendendangkan lagu purba. Airnya jernih, udara sangat bersih, dan langit biru di atasnya. Cahaya menyeruak tanpa dihalangi dedaunan. Di tempat ini terasa magis.

Ketika senja masih jauh, saya putuskan pulang dengan menyusuri sungai-sungai kecil yang berkelok-kelok. Suka cita, saya mencebur membersihkan badan melepas penat.

Malamnya hanya ada keheningan dan suara gemercik air yang melewati samping rumah saya menginap. Keheningan itu mendendangkan cinta dan kota-kota yang jauh entah dimana. Ada rasa rindu pada hidup yang membentang tanpa batas.

Menjelang malam runtuh, jelang fajar, saya menuliskan kenangan ini dengan tubuh segar karena sempat tertidur dalam nyenyak. Satu hal yang saya ingat betul - untuk sepetak surga yang tak terduga - alam semesta ini, kata Einstein, bagai hidup dan punya kesadaran. 

Sekarang saya harus turun ke bawah untuk dapat sinyal.

@AOS

HENING

Dalam keheningan, jelang malam runtuh, kita mulai mendengar nada kemurungan yang mengabarkan begitu banyak tentang kemarahan dan sikap yang berlaku dalam kehidupan politik dan sosial.

Keheningan dan kesendirian juga bisa mencegah diri kita tidak terenyak oleh penderitaan dunia yang menekan dari semua sisi.

Kegaduhan politik di dunia maya yang membelah secara tajam, kita tidak bisa menemukan ruang buat orang lain dalam pikiran kita. Tidak ada akomodasi sudut pandang. Semuanya tentang "Aku" dan "kelompoknya". "Semua dipertandingkan"! Dalam situasi seperti itu, bagaimana kita berharap menemukan solusi bagi kebaikan masyarakat. Bagaimana kita bisa menyembuhkan persoalan-persoalan besar bangsa ini.

Sebuah prinsip atau pendapat tidak memiliki nilai jika hal itu membuat kita tidak baik dan toleran. Ego merupakan inti dari seluruh penderitaan. Kita harus berusaha melampauinya.

@AOS

KEADILAN

Seperti semua rasa lainnya, rasa keadilan kita juga memiliki akar evolusi kuno. Moralitas manusia dibentuk selama jutaan tahun proses evolusi, disesuaikan untuk menghadapi dilema sosial dan etika yang muncul dalam kehidupan kelompok pemburu-pengumpul kecil.

Rasa keadilan para pemburu-pengumpul disusun untuk mengatasi dilema yang berkaitan dengan kehidupan beberapa lusin orang di area seluas beberapa puluh kilometer persegi. Ketika kita mencoba memahami hubungan antara jutaan orang diseluruh benua, rasa moral kita kewalahan.

Keadilan menuntut tidak hanya satu set nilai abstrak, tetapi juga pemahaman tentang hubungan sebab-akibat yang konkrit.

Kejahatan terbesar dalam sejarah modern dihasilkan bukan hanya dari kebencian dan keserakahan, tetapi bahkan lebih dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian.

Sebagian besar ketidakadilan di dunia kontemporer dihasilkan dari bias struktural berskala besar daripada prasangka individual, dan otak pemburu pengumpul kita tidak berevolusi untuk mendeteksi bias struktural.

@AOS

Teknologi & Masa Depan Hukum dan Ketertiban


Be it food, healthcare, work or sex; technology is transforming every aspect of our lives. Will this transformation ever end? I guess, no. While all other industries are catching up with the technology; Why Law and Order should be left behind?

Can technology make policing smarter?

If real-time data and alerts from all smart-city sensor comes directly to the nearest police officer, will he be able to make an informed decision; or technology will replace those patrolling officers with robot cops. With increasing volume of cyber criminals how technology can Help law and Order?

Once a crime is committed, How legal technologies will automate legal reviews and proceedings? We need to look at this from multiple contexts then only we will be able create reliable and sustainable Digital Law and Order system

Robot, AI, Pengacara: siapa yang akan diandalkan oleh klien di masa depan?


I’m a lawyer.

I sometimes mention the words “digital transformation” to my colleagues and get a blank stare.

Living in a connected IoT world, working in a digital, mobile manner using cloud computing services, for instance, is all still very new to many in the legal world. In some respects, we remain an old fashioned industry. However, the use of automation and in particular, deep learning and artificial intelligence are now starting to change the way lawyers are working. Over time, the continued advancements in AI and robotics will revolutionise the legal industry.

Should lawyers be worried? And, if yes, how so?

AI vs. Pengacara: Masa Depan Kecerdasan Buatan dan Hukum

 

There must be human-made objects that are able to do most of the things humans do; especially the things that require "intelligence."

"Can machines think?" Let's expand this question asked by Alan Turing in the 50s. The countless disaster scenarios, in which artificial intelligence (AI) takes over the world and destroys humanity, are already made-up and still being told in Hollywood.

AI has not yet taken control of humanity, but it has indeed taken control of many aspects of our lives even if we do not perceive it as such. We accept AI as a part of our lives. The simplest example is our smartphones!

The use of AI applications in this domain is so widespread that it is now possible to produce solutions for almost all professional groups. Medicine, education, automotive, defense, agriculture, automation, energy, natural sciences, finance, art, and law!

Pengacara Kecerdasan Buatan Lebih Cepat dan Akurat daripada Pengacara Manusia

Hukum dibuat untuk mengatur perilaku manusia. Secara lebih luas, tujuan hukum adalah untuk menciptakan ketertiban dan keadilan di masyarakat. Karena itu, dalam ranah kehidupan sosial dan negara, hukum adalah suatu keharusan. Namun, bagaimana jika masyarakat mengalami masalah hukum?

Jika ada masalah hukum, publik akan menggunakan jasa pengacara untuk menuntut keadilan. Tetapi bagaimana jika pengacaranya bukan manusia, tetapi sebuah perangkat lunak yang dapat berpikir?


Sejauh ini, kita tahu bahwa semua pengacara secara hukum dilakukan oleh manusia, tanpa ada gangguan dari teknologi perangkat lunak yang mampu berpikir.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh pengembang kecerdasan buatan berbasis LawGeex, mereka berkonsultasi dengan profesor hukum dari beberapa universitas, seperti Universitas Stanford, Sekolah Hukum Universitas Duke, dan Universitas California Selatan.

Perangkat intelijen buatan LawGeex dilatih untuk mengevaluasi kontrak hukum yang kemudian "diadu" dengan dua puluh pengacara yang berpengalaman dalam mengevaluasi kontrak hukum.

Saturday, August 24, 2019

Sejarah Dunia Kita: Di Sini

Makhluk hidup tercipta dengan reaksi kimia. Kita adalah sekumpulan besar bahan kimia.

Reaksi kimia didominasi oleh gaya elektromagnet, yang memiliki skala operasi jauh lebih kecil daripada gravitasi, yang menjelaskan mengapa kita jauh lebih kecil daripada bintang atau planet.
---------------
Planet merupakan tempat yang cocok dan bumi muda kita hampir sempurna.

Bumi terletak di jarak yang tepat dari bintang agar dapat memiliki lautan besar berisi air. Dan jauh dalam lautan itu pada retakan di kerak bumi, ada panas yang keluar dari dalam bumi dan kita memiliki banyak jenis elemen.

Jadi, di dalam celah laut dalam itu, reaksi kimia mulai terjadi dan atom bergabung dalam berbagai jenis kombinasi. Namun tentu saja, hidup lebih dari sekedar reaksi kimia eksotis.

Thursday, August 22, 2019

VISI DUNIA ABAD21

Visi dunia abad ke-21 adalah mendorong umat manusia menjangkau imortalitas (keabadian manusia melalui rekayasa bioteknologi), kebahagiaan (rekayasa bioteknologi), dan keilahian (homo deus). Ini juga efek dari kemenangan Liberalisme atas Sosialisme dan Fasisme.

Setelah revolusi industri yang didorong oleh revolusi sains, di awal abad ke-21, kereta kemajuan II kembali bergerak keluar dari stasiunnya. Banyak yang berpendapat mungkin ini menjadi kereta api terakhir yang meninggalkan stasiun yang bernama homo sapiens. Bagi yang ketinggalan kereta tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua. Untuk ikut dalam perubahan besar II, anda perlu memahami teknologi abad ke-21, terutama kekuatan bioteknologi dan algoritma komputer.

Produk utama dari abad ke-21 tulis Harari adalah tubuh, otak, dan pikiran. Dalam abad ke-21, mereka yang naik kereta api kemajuan II akan mendapatkan kemampuan-kemampuan ilahiah penciptaan dan penghancuran, sedangkan mereka yang tertinggal akan menghadapi kepunahan.

Sosialisme gagal menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Sebaliknya, kaum liberal beradaptasi jauh lebih baik di abad informasi ini.

Sementara agama-agama, Harari menjelaskan, jauh lebih buruk dari sosialisme. Tidak hanya belum seirama dengan revolusi industri, tapi gak mampu menyodorkan terkait dengan rekayasa genetika dan kecerdasan artifisial. Memang agama-agama ini masih menjadi pemain penting di dunia, namun perannya hanya sebatas reaktif.

"Kitab-kitab suci tidak memiliki apapun yang bisa dikatakan tentang rekayasa genetika atau kecerdasan artifisial, dan sebagian besar pendeta, rabbi, dan mufti tidak memahami terobosan-terobosan mutakhir dalam biologi dan ilmu komputer", tandas Harari.

@AOS

Algoritma Kesehatan

Segera algoritma komputer dapat memberi kita nasihat yang lebih baik daripada perasaan manusia.

Sekarang sudah terjadi di bidang kedokteran. Keputusan medis paling penting dalam hidup kita tidak bergantung pada rasa sakit atau sejahtera yang kita alami, atau bahkan pada pridiksi yang diinformasikan oleh dokter kita - tetapi pada perhitungan komputer yang memahami tubuh kita jauh lebih baik dari yang bisa kita lakukan.

Dalam beberapa dekade, algoritma big data yang diberi informasi oleh aliran konstan data biometrik dapat memantau kesehatan kita 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu setiap saat. Mereka bisa mendeteksi awal dari influenza, kanker atau penyakit alzheimer, jauh sebelum kita merasakan ada yang salah dengan kita. Mereka kemudian dapat merekomendasikan perawatan yang tepat, diet dan rejimen harian, yang dibuat khusus untuk tubuh, DNA, dan kepribadian unik kita. 

Pada tahun 2050, berkat sensor biometrik dan algoritma big data, penyakit dapat diagnosis dan diobati jauh sebelum mereka menyebabkan rasa sakit atau cacat.

Siapa yang punya waktu dan energi untuk menangani semua penyakit ini? Dalam semua kemungkinan, kita bisa menginstruksikan algoritma kesehatan kita untuk menangani sebagian besar masalah ini karena itu sesuai. Paling banyak, algoritma itu akan mengirim pembaruan berkala ke ponsel cerdas kita, mengatakan kepada kita bahwa 'tujuh belas sel kanker terdeteksi dan telah dihancurkan'.

@AOS

REVOLUSI TEKNOLOGI: Dokter AI & Swa-Kemudi

Dokter AI dapat memberikan perawatan kesehatan yang jauh lebih baik dan lebih murah bagi miliaran orang, terutama bagi mereka yang saat ini tidak menerima perawatan kesehatan sama sekali.

Berkat algoritma belajar dan sensor biometrik, seorang warga desa miskin di negara terbelakang bisa datang untuk menikmati perawatan kesehatan yang jauh lebih baik melalui ponsel-cerdasnya dibandingkan apa yang didapatkan oleh orang terkaya di dunia hari ini dari rumah sakit perkotaan paling maju.

Demikian pula, mobil swa-kemudi dapat memberikan layanan transfortasi yang lebih baik kepada orang-orang, dan khususnya mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Hari ini hampir 1,25 juta orang terbunuh setiap tahun dalam kecelakaan lalu lintas (dua kali dari jumlah yang tewas akibat perang, kejahatan dan terorisme). Lebih 90 persen kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan manusia.

REVOLUSI TEKNOLOGI: Miliaran Manusia Mubazir Secara Ekonomis

Revolusi teknologi kemungkinan segera mendorong miliaran manusia ke luar dari pasar kerja, dan menciptakan klas baru yang sangat tidak berguna, yang mengarah ke pergolakan sosial politik yang tidak bisa ditangani oleh idiologi yang pernah ada. Semua pembicaraan tentang teknologi dan idiologi mungkin terdengar abstrak dan mengawang-awang, tetapi prospek pengangguran massal - atau pengangguran personal - yang sangat nyata membuat tidak ada satu pun orang akan bersikap masa bodoh.

Apa yang terjadi atas pasar kerja di tahun 2050? Secara umum disepakati bahwa pembelajaran mesin dan robotika akan mengubah hampir setiap lini pekerjaan - dari memproduksi yoghurt hingga mengajar yoga.

Sebagian orang percaya bahwa dalam satu atau dua dekade saja, miliaran orang akan menjadi mubazir secara ekonomis. Sebagiannya lagi berpendapat, dalam otomatisasi jangka panjang, manusia akan terus menghasilkan pekerjaan baru dan kemakmuran yang lebih besar untuk semua. Tapi kali ini tampaknya berbeda dengan revolusi industri yang pernah terjadi, dan pembelajaran mesin akan menjadi pengubah permainan yang nyata.

Terorisme

Teroris adalah ahli mengendalikan pikiran. Hanya sedikit yang terbunuh, tapi berhasil membuat takut milyaran manusia dan dapat menggungcang struktur politik.

Teroris menggelar adegan kekerasan yang mengerikan yang menangkap imajinasi kita dan mengubahnya melawan kita. Dengan membunuh segelintir orang, para tetoris membuat jutaan orang takut atas hidup mereka.

Terorisme adalah teater dengan dampak emosional. Bukan material. Teroris melakukan misi untuk mengubah keseimbangan politik kekuasaan melalui kekerasan, meski tidak memiliki pasukan.

Dalam terorisme ketakutan adalah cerita utama. Karena itu, tulis Harari, teroris menyerupai lalat yang mencoba menghancurkan sebuah toko cina. Lalat itu sangat lemah sehingga tidak bisa menggerakkan bahkan sebuah cangkir teh. Jadi bagaimana seekor lalat menghancurkan toko cina itu? Ia mencari seekor banteng, lalu masuk ke dalam telinganya, dan mulai berdengung. Banteng menjadi liar dengan diliputi rasa takut dan marah, dan menghancurkan toko cina itu. Inilah yang terjadi setelah 9/11, ketika fundamentalis islam.menghasut banteng Amerika untuk menghancurkan toko cina timur-tengah. Sekarang mereka berkembang di reruntuhan. Dan tidak kekurangan banteng pemarah di dunia.

Seorang teroris seperti penjudi yang memegang kartu yang sangat buruk di tangannya, yang mencoba meyakinkan para pesainnya untuk merobak kartu-kartunya. Dia tidak akan kehilangan apapun, tapi dia bisa memenangkan segalanya.

@AOS

SAINS & AGAMA

Empat ratus tahun yang lalu sains memasuki konflik dengan agama karena ia tampaknya mengancam tempat menyenangkan yang dimiliki manusia di dalam sebuah kosmos yang dirancang oleh Tuhan dengan bentukan penuh tujuan.

Revolusi yang dimulai oleh Copernicus dan diakhiri oleh Darwin mengandung efek yang memarginalisasikan, bahkan menyepelekan wujud manusia. Manusia tidak lagi dimasukan di pusat skema yang agung itu, tetapi diasingkan ke peran insidental dan tampaknya tanpa tujuan dalam sebuah drama kosmis yang acuh tak acuh, layaknya adegan ekstra tanpa skenario yang secara kebetulan diikutkan saja kedalam setting pengambilan film besar. 

Etos eksistensialis ini -- bahwa tidak ada signifikansi apapun dalam kehidupan manusia melampaui apa yang di investasikan manusia itu sendiri didalamnya -- telah menjadi leitmotif bagi sains. Demi alasan inilah orang awam memandang sains sebagai ancaman dan penurunan nilai: ia telah mengasingkan manusia dari alam semesta tempat mereka hidup.

LIBERALISME: Setelah itu Apa?

Pada tahun 1938, umat manusia ditawari tiga cerita global untuk dipilih: fasisme, komunisme, dan liberalisme. Pada tahun 1968, hanya tersisa dua: komunisme dan liberalisme. Dan pada tahun 1998, sebuah cerita tunggal yang bernama liberalisme tampaknya berlaku: di tahun 2018 kita menuju titik nol. Elit liberal yang mendominasi sebagian besar dunia kehilangan disorientasi. Ketidakmampuan melakukan pemeriksaan realitas, membuat pikiran melekat pada skenario bencana. Banyak kaum liberal takut bahwa Brexit dan kebangkitan Donald Trump menandakan akhir dari peradaban manusia.

Rasa disorientasi dan akan datangnya malapetaka diperburuk oleh kecepatan disrupsi teknologi yang makin cepat. Sistim politik liberal telah dibentuk selama era industri untuk mengelola dunia mesin uap, kilang minyak dan televisi. Sulit baginya untuk menghadapi revolusi yang sedang berlangsung dalam teknologi informasi dan bioteknologi.

Sejak tahun 1990 an, internet telah mengubah dunia mungkin lebih banyak dibandingkan faktor lainnya. Sistim demokrasi masih berjuang untuk memahami apa yang sedang menghantamnya, dan hampir tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi goncangan berikutnya, seperti munculnya AI.