Senin, 21 Mei 2018

CERITA RAMAKRISHNA DAN KESHAV CHANDRA SEN

Ramakrishna hidup tepat di akhir abad kesembilan belas ... orang yang begitu polos. Dan salah satu dari orang-orang yang sangat terpelajar, seorang ilmuwan besar - mungkin ilmuwan terbesar pada masa itu - adalah Keshav Chandra Sen. Mereka berdua tinggal sangat dekat; Keshav Chandra tinggal di Kolkata dan Ramakrishna tinggal di luar Kolkata di tepi sungai Gangga, sebagai imam di sebuah kuil kecil di Dakshineshwar.

Keshav Chandra dihormati di seluruh negeri karena kebijaksanaannya, karena pengetahuannya, karena rasionalitasnya yang luar biasa, intelektualitasnya, kefasihannya atas kitab suci dan ketajaman logisnya. Orang-orang dari seluruh penjuru negeri biasa datang untuk duduk di kakinya.

KISAH BODHIDHARMA MEMILIH PENERUSNYA

Bodhidharma tinggal di China selama empat belas tahun. Dia dikirim oleh Masternya untuk menyebarkan pesan meditasi. Setelah empat belas tahun, dia ingin kembali ke Himalaya; Dia sudah tua dan siap untuk menghilang ke dalam salju abadi. Dia memiliki ribuan murid - dia adalah salah satu orang paling langka yang pernah ada di bumi - tapi dia memanggil hanya empat murid dan dia berkata, "Aku hanya akan mengajukan satu pertanyaan: apakah inti ajaranku? Siapa pun yang memberikanku jawaban yang benar akan menjadi penerusku."

Ada keheningan yang luar biasa, harapan yang luar biasa. Semua orang melihat pada murid pertama, yang paling terpelajar, yang paling tahu. Murid pertama berkata, "Melampaui pikiran adalah intisari ajaranmu.”

Zen, Apa itu kebijaksanaan?

Diskusi Zen:

A: Apakah kebijaksanaan itu ada?
B: Kebijaksanaan itu tidak ada
A: Jadi, apa yang ada?
B: …Kebijaksanaan.

Maksud:
Ketika penanya pertama bertanya tentang “Kebijaksanaan”, yang ia maksudkan adalah, ingin menanyakan tentang Kebijaksanaan Absolut melalui kata “kebijaksanaan”.

Memahami konsep salah yang diyakini sang penanya, sang penjawab menjawab, kebijaksanaan itu tidak ada.
Maksudnya adalah, Kebijaksanaan Tertinggi tidak akan dapat diwakili label dan kata-kata manapun. Melainkan harus di cicip, sebab Kebijaksanaan tertinggi, saking terhubungnya dengan segala aspek, menyebabkannya tidak mungkin lagi dapat dijelaskan melalui kata-kata semata.

Minggu, 20 Mei 2018

PUISI RUMI

Ada puisi terkenal dari Jalaluddin Rumi; Aku setuju dengannya sampai titik tertentu dan kemudian ketidaksepakatanku dimulai. Pada poin yang sangat penting aku tidak dapat setuju dengannya. Perasaanku mengatakan dia pasti telah menulis puisi itu sebelum dia telah tercerahkan. Dia adalah seorang yang telah tercerahkan, tapi puisi itu menentukan - pasti ditulis sebelum dia menjadi tercerahkan. Puisi itu indah, karena terkadang penyair mengatakan hal-hal seperti yang melihat, tapi ingat mereka hampir seperti yang melihat. Pasti ada beberapa kelemahan, itu tidak bisa sempurna. Engkau mungkin tidak dapat menemukan kekurangannya.

Dengarkan kisah puisi itu.
Jalaluddin mengatakan:
Seorang pecinta datang ke rumah kekasihnya, mengetuk pintu.
Sang kekasih bertanya, "Siapa di sana?"
Dan pecinta berkata, "Aku - kekasihmu."

KISAH UDDALAKA DAN SVETAKETU

Seorang bijak yang agung, Uddalaka, ditanya oleh putranya, Svetaketu, “Ayah, siapakah aku? Apa yang ada di dalam diriku? Aku mencoba dan mencoba, aku bermeditasi dan bermeditasi, tetapi aku tidak dapat menemukannya.

Svetaketu adalah seorang anak kecil tapi dia mengajukan pertanyaan yang sangat sulit. Jika orang lain yang bertanya, Uddalaka dapat menjawabnya dengan mudah, tetapi bagaimana cara membantu seorang anak untuk mengerti? Dan dia menanyakan masalah terbesar yang ada.

KEBENARAN DAN TUHAN

Ada dua aliran mistik di dunia: yang satu menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan kebenaran sebagai yang kedua; kategori kedua dari mistik menempatkan kebenaran sebagai yang pertama dan Tuhan sebagai yang kedua.

Kedua sikap itu benar, keduanya dapat menuntunmu ke tujuan akhir, tetapi yang lebih kusukai adalah kebenaran sebagai yang pertama dan Tuhan sebagai yang kedua.

Buddha, Lao Tzu, Mahavira, setuju denganku - dan ini adalah ketiga mistik terbesar yang pernah ada. Muhammad, Yesus, Krishna - mereka milik tradisi yang lain; Tuhan adalah yang pertama, kebenaran itu sekunder.

LA ILLAHA ILL ALLAH

LA ILLAHA ILL ALLAH -- Tidak ada apa-apa selain Allah. Ini adalah esensi mendasar dari jalan Sufi. Ini adalah benihnya. Dari benih ini telah tumbuh pohon Bodhi dari Sufisme. Dalam proklamasi kecil ini, semua yang berharga dari semua agama yang ada telah terkandung di dalamnya: Tuhan ada dan hanya Tuhan yang ada.

Pernyataan ini membuat Tuhan identik dengan keberadaan (segala sesuatu yang ada ini). Tuhan adalah potensialitas dari semua yang ada. Tuhan tidak terpisah dari ciptaan-Nya. Pencipta ada di dalam ciptaan-Nya; tidak ada dualitas, tidak ada jarak, sehingga apapun yang engkau temui adalah Tuhan. Pohon-pohon dan sungai-sungai dan pegunungan, semua adalah perwujudan Tuhan. Engkau dan orang-orang yang engkau cintai, dan orang-orang yang engkau benci, semua adalah perwujudan dari Tuhan.