Senin, 29 Oktober 2012

Teori Darwin Terputus, Manusia Tidak Primitif

Sangat mungkin manusia sudah hidup di Bumi selama juataan tahun, penemuan fosil dan fragmen lainnya menjelaskan bahwa evolusi manusia bukan dari spesis perimitif seperti yang dijelaskan dalam teori Darwin.
Sampai saat ini, masih banyak peneliti yang mendukung teori Darwin yang ‘mungkin’ hanya bertujuan untuk menggapai popularitas dibalik penemuan kerangka manusia kera ataupun spesis primitif. Tapi bisakah kita mengkategorikan manusia yang menggunakan peralatan batu dan api sebagai manusia kera primitif?

Salamology: SAGET “Simple Algorithm of the Grand Evolution Theory”

Oleh: Maryanto, 7/7/11
 

Gambar 1: Besar dan arah kecepatan lempeng (V) di suatu tempat di muka bumi relatif terhadap Lempeng Arabia. Skala V di ujung kiri atas gambar (garis= 5 cm/th).  V pinggir Pangea sekitar 7 cm/th. Pangea mencakup 6 dari 7 lempeng besar, satu lempeng lain (Lempeng Pasifik) adalah Panthalassa. Lempeng Pangea seakan awan mirip siklun, dengan Mekah sebagai pusat siklun. Besar kecepatan akan semakin besar bila semakin jauh dari Mekah. Bila jaraknya sama, maka V relatif sama. Arahnya amat teratur, hampir semua searah jarum jam mengelilingi Mekah. Kalau titik relatifnya tidak tengah siklun, misal di pinggir siklun, maka arah dan besar kecepatannya tidaklah akan seteratur itu. Awan siklun pipih lingkaran seakan cakram juga menggambarkan Tatasurya, galaksi semisal Bimasakti, juga alam raya.

Minggu, 28 Oktober 2012

Rahasia Papan Catur

Catur merupakan permainan asah otak yang paling digemari di dunia. Konon permainan pikiran ini telah dikembangkan ribuan tahun yang lalu oleh para Brahmana dari India, meskipun ada pendapat bahwa sebenarnya orang Cinalah yang pertama kali menemukan prinsip dasarnya sebagai suatu permainan dengan matriks bilangan. Tidak kurang kaisar Parsi zaman dahulu pun menjadikan permainan catur diatas papan dengan kotak 8x8=64 tersebut menjadi permainan yang penuh keagungan karena secara tidak sadar manusia diajak untuk mengatur cara menyusun kaidah-kaidah logis, strategi dan juga taktik.

Selasa, 23 Oktober 2012

Kosmologi Cantik

Teori medan kuantum menggambarkan bahwa semua benda yang ada merupakan keadaan atau pola dari energy yang terisolasi dan dinamis. Keadaan latar belakang dari energy yang tidak tereksitasi juga disebut hampa kuantum (Quanyum vacuum).

Suatu benda ketika diikat menjadi banyak ikatan (dieksitasi menjadi berbagai energi), akan tampak sebagai manifestasi yang banyak. Semua benda yang ada adalah hasil eksitasi ruangan hampa kuantum, sehingga ruang hampa ada sebagai pusat dari segala benda. Energy ruangan hampa mendasari sekaligus menembus kosmos. Karena diri kita sendiri bagian dari kosmos, energy ruang hampa pasti mendasari dan memasuki diri kita.

Alam Semesta dan Kosmologi

Dr. K.N. Jayatilleke dari Universitas Ceylon mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

“Konsepsi tentang Kosmos (= Alam Semesta) menurut Buddhisme, pada masa-masa awal dari perkembangannya, itu secara essensial, sama dengan konsepsi modern tentang alam semesta. Didalam teks berbahasa Pali, yang sampai di tangan kita, secara aksaranya diceriterakan, terdapat ratusan ribu matahari-matahari, bulan-bulan, bumi-bumi, dan dunia-dunia yang lebih tinggi, yang membentuk sistem dunia tingkatan minor (= kecil); terdapat seratus ribu kali jumlah sistem dunia tingkatan minor, yang membentuk sistem dunia tingkatan medium (= tengah-tengah); dan terdapat seratus ribu kali sistem dunia tingkatan medium yang membentuk sistem dunia tingkatan mayor (= besar).

Mengenal Abdus Salam, Muslim Peraih Nobel Fisika

Dr. Yulduz N. Khaliulin - Moscow

Cendekiawan Pakistan yang terkenal, seorang primadona dari antara para ahli fisika teoritis dari abad yang baru saja lalu, pemenang Hadiah Nobel yaitu Profesor Abdus Salam (1926-1996) secara abadi telah menorehkan namanya di kalangan sains dunia sebagai seorang periset akbar mengenai hukum interaksi partikel nuklir elementer dan strukturnya. Ia telah memberikan kontribusi besar bagi penelitian dan pemahaman dunia yang multi kompleks dan bersifat probabilistik sedemikian rupa dimana ia telah mencapai tingkatan saatnya teori mekanika klasik Newton berakhir dan kaidah-kaidah Phisika Quantum mulai berperan.

Kecepatan di atas Kecepatan Cahaya

Hasil penelitian yang akan mengejutkan dunia sains dan akan mendobrak hukum fisika yang telah mapan selama lebih dari 100 tahun yaitu dengan ditemukannya partikel yang bisa bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Laboratotium Organisasi Eropa untuk Reset Nuklir (CERN) GeneVa, Swiss pada hari jum’at tanggal 23 September 2011 waktu setempat telah berhasil menguji kecepatan Neutrino yang keberadaan partikel ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya, dengan diletus dari akselerator pengirim CERN Swiss menempuh waktu 60 nanodetik lebih dari pada detector penerima di INFN gua Gran Sasso Laboratori di Italia berjarak 730 Km hasil Laporan OPERA (Oscillation Project with Emulsion-tRacking Appaartus) yang didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 momen neutrino.

Pemberontakan pada Tuhan Pencipta Alam Semesta

Sains modern telah bergerak menuju deisme yaitu suatu faham yang beranggapan Tuhan berada jauh dari luar alam. Tuhan menciptakan alam dan sesudah alam diciptakan, Tuhan tidak memperhatikan dan memelihara alam lagi. Alam berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan ketika proses penciptaannya. Peraturan-peraturan tersebut tidak berubah-ubah dan sangat sempurna. Tuhan diibaratkan dengan tukang yang mahir membuat jam, setelah jam itu selesai dibuat ia tidak membutuhkan si pembuatnya lagi. Jam itu berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah tersusun dengan rapi.

Sumbangan Teori Relativitas untuk Memahami Al-Qur’an

Kita tahu bahwa Teori Relativitas Einstein ada dua macam yaitu teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Berdasarkan teori relativitas khusus menunjukan bahwa kecepatan membuat waktu bersifat relative. Bila suatu benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan mengalami pemoloran atau melambatnya waktu, fenomena ini disebut dengan delatasi waktu, sedangkan teori relativitas umum mempostulatkan bahwa gravitasi membuat waktu menjadi relative. Waktu akan berjalan lebih lambat di daerah yang gravitasinya lebih besar. Inti dari kedua teori ini adalah waktu yang bersifat relative.

Mengapa Tuhan Tidak Bisa Dilihat?


Seorang astronot dan seorang ahli bedah otak pernah berdiskusikan tentang agama, ahli bedah itu seorang Kristen dan seorang astronot orang yang tidak beragama. Sang astronotpun berkata: “Saya pergi keluar angkasa berkali-kali tapi tidak pernah melihat Tuhan dan Malaikat”. Mendengar perkataan seperti itu Sang ahli bedah otakpun berkata: “ Dan aku mengoperasi banyak otak cemerlang namun aku tidak pernah menemukan satu pikiranpun.” Katanya.

Pola Dasar Alam Semesta

Masalah besar terjadi di dunia fisika pada abad 19 yang hampir-hampir saja fisika mengalami kebuntuan yaitu munculnya fenomena pada radiasi benda hitam yang tidak dapat dipecahkan dengan konsep materi dan gelombang saat itu. Teori pada saat itu seakan mengatakan jika materi ya materi artinya fenomena yang terjadi pada materi , ya memang khasnya materi dan tidak pernah terjadi pada gelombang.

Detik-Detik Penciptaan Alam Semesta/Jagat Raya

Pada sepertiga pertama abad ke 20, para astronom mempertanyakan tentang sumber energy dalam planet dan mengusulkannya sebagai adanya proses terbalik nuklir fussion. Mereka menyebutnya sebagai nuclear fussion yaitu proses terjadi akibat fusi nukler unsure ringan untuk membentuk unsure yang lebih tinggi dalam ukuran nuklirnya.

Menuju Batas Alam Semesta

Dengan menggunakan teleskop baru di Observatorium Gunung Wilson, Edwin Hubble dan asistennya, Milton Lasell Humason (1891-1972) menghabiskan malam-malamnya untuk mengamati setiap sudut langit. Dalam waktu singkat Hubble mampu menjejaki bola langit yang berjari-jari 3 juta tahun cahaya yang  mengandung dua puluh galaksi. Tidak puas dengan itu Hubble terus tenggelam dalam petualangan antariksanya, lantas Dia menjejaki bola langit dengan 30 juta tahun cahaya dan 200 galaksi untuk memuaskan apa yang menjadi keinginannya dalam mengarungi antariksa bersama dengan teleskopnya. Hubble terus berlari menuju batas alam semesta tanpa ada yang bisa menghentikannya dan memang harusnya tidak berhenti, hingga Dia berkesimpulan bahwa galaksi diluar bima sakti sebanyak bintang yang ada di dalam bima sakti itu sendiri. Menurutnya ada sekitar 200-300 miliar galaksi lainnya selain bima sakti.

Ekspansi Alam Semesta

Pada tahun 1922 fisikawan Rusia Alexander Friedmann meramalkan alam semesta memuai atau mengalami ekspansi. Menurut Fiedmann galaksi-galaksi juga bergerak kesamping tetapi dengan kecepatan rendah. Ketika alam semesta mengerut tidak semua partikel bertabrakan, ada yang bersimpangan jalan dan saling menjauhi, inilah yang dimaksud dengan jagat raya memuai atau ekspansi alam semesta. Menurut perhitungan,pemuaian alam semesta terjadi antara 5% – 10% dalam satu miliar tahun sekali.

Ruang dan Waktu yang Dinamis

Ruang-Waktu mempengaruhi cara benda bergerak dan forsanya, sebaliknya ruang-waktu juga dipengaruhi oleh cara benda itu bergerak dan forsanya bekerja. Dengan demikian, ruang – waktu tidak hanya dipengaruhi juga mempengaruhi semua kejadian dalam alam semesta ini, artinya ruang-waktu sangat dinamis atau berubah. Perubahan itu disebut memuai atau mengembang. Berawal dari suatu waktu yang tak terhingga dimasa lalu dan akan berakhir pada suatu waktu yang tak terhingga di masa depan.

Alam Semesta yang Memuai

Pada tahun 1750 M telah diketahui bahwa bumi kita berada pada sebuah galaksi yang terdiri dari ribuan bintang yang disebut sebagai Bima Sakti (MilkyWay). Bahkan seorang astronom bernama William Herschel telah mendata posisi dan jarak sejumlah besar bintang. Namun data-data ini baru dapat diterima secara lengkap pada awal abad ke-20, dan pada abad ke-20 diketahui bahwa galaksi kita berbentuk piringan cakram (seperti spiral). Galaksi kita mempunyai garis tengah sekitar seratus ribu tahun-cahaya. Galaksi ini berputar lambat-lambat; bintang-bintang dalam lengan-lengan spiralnya beredar mengitari pusat galaksi sekali dalam tiap beberapa ratus juta tahun. matahari hanyalah sebuah bintang kuning biasa dengan ukuran rata-rata, dan terletak di dekat pinggir dalam dari salah satu lengan spiral galaksi kita itu.

Telaah atas Ruang dan Waktu

Pada zaman klasik, Aristoteles meyakini bahwa keadaan alami suatu benda adalah rihat (diam). Suatu benda bergerak hanya apabila didorong oleh suatu forsa (gaya) atau impuls (dorongan). Aristoteles pun meyakini bahwa sebuah benda berat akan jatuh lebih cepat daripada benda yang lebih ringan, karena tarikan ke arah bumi lebih besar. Semua hukum ini diyakini kebenarannya tanpa perlu sebuah pengecekan melalui pengamatan. Semuanya dihasilkan hanya dengan pemikiran murni semata. Berbeda ketika revolusi ilmiah terjadi, dimana sebuah hukum dapat dinyatakan benar apabila telah didukung dengan hasil pengamatan secara langsung.

Asas Ketidakpastian

Berangkat dari sebuah pernyataan seorang ilmuwan Perancis Marquis de Laplace pada awal abad ke-19, bahwa alam semesta bersifat deterministik. Laplace menyarankan seharusnya ada seperangkat hukum-hukum ilmiah yang akan terjadi dalam alam semesta, dengan cukup mengetahui keadaan lengkap alam semesta pada satu waktu. Bahkan ia mengandaikan adanya hukum-hukum serupa yang mengatur semua hal lain, termasuk tabiat manusia.

Lahirnya Kosmologi Modern; Hasil Pergulatannya dengan Agama

Kata kosmologi sendiri berasal dari kata Yunani, Kosmos. Kata ini pada masa Yunani Kuno dipakai oleh Pythagoras untuk menggambarkan keteraturan dan keselarasan benda-benda langit. Akan tetapi pada perkembangan selanjutnya kata kosmologi tidak lagi dipakai dalam hal penjelajahan alam semesta, terutama ketika zaman Aristoteles. Langit dijadikan objek pemujaan sebagaimana berlangsung pada masa Babilonia. Yang ada hanyalah bidang astronomi yang mengkaji tentang perhitungan gerak benda-benda langit atau ramal meramal nasib yang merupakan wilayah astrologi, sedangkan aspek langit lainnya merupakan kawasan yang dikuasai oleh teologi.

Agama versus Sains Modern

Diakui atau tidak, sains modern lahir dan berkembang di dunia Barat. Meski tidak selamanya bahwa Barat adalah Kristen, atau sebaliknya, Kristen adalah Barat, akan tetapi secara umum, Barat modern mengidentifikasikan dirinya sebagai berakar pada tradisi Yunani, Yahudi dan Kristen. Namun, dewasa ini sains modern dan turunannya, teknologi, telah dieksplorasi oleh semua budaya masyarakat di seluruh dunia. Sains modern mampu menggantikan semua cara lain dalam mengeksplorasi dan menggali potensi alam, setidak-tidaknya dalam pengertian praktisnya.

Sains Abad Pertengahan hingga Abad Pencerahan

Dalam catatan sejarah, sistem Ptolemaik bertahan selama 13 abad, yaitu dari abad ke-2 Masehi hingga abad abad ke-17 M. Jadi dalam 13 abad tersebut tidak ada penemuan yang cukup signifikan hingga pada penemuan Coeprnicus (1543 M), Kepler (1571-1630 M), Galileo (1564-1642 M), dan Newton (1642-1727 M).

Pada abad ke-18 sains modern melakukan perubahan besar-besaran yang kemudian dikenal sebagai gerakan renaisans. Zaman ini merupakan zaman pencerahan, zaman yang menandai keterpisahan dari masa lampau dengan memusatkan perhatian pada keduniawian dalam skala yang cukup besar.

Tiga Pilar Kosmologi Standar

Sekarang, kosmologi bukan lagi sekadar teori-teori spekulatif tentang asal-usul, evolusi, komposisi, dan struktur alam semesta ini. Ia sudah merupakan ilmu pengetahuan yang didukung beragam hasil observasi astronomis, juga hasil-hasil eksperimen fisika yang berkaitan. Bahkan, sebagian kalangan ahli kosmologi mengatakan, saat ini adalah eranya kosmologi presisi, yaitu era ketika data-data astronomis melimpah dengan tingkat kepresisian yang semakin tinggi.

Mengembangkan Akhlak Muhammad Dengan Simbologika

Abstract

Dari Intuisi Ke Logika Dari Logika Ke Intuisi, Modus Trilateral Cara Berpikir Dari Komposisi & Kodefikasi Al Qur’an.

“Knowledge for everyone”
“Vive le open source”

Suatu saat, kira-kira menjelang tragedi Tsunami Aceh di tahun 2004, setelah menamatkan saja buku Kun fa Yakuun yang sudah menjadi 5 buku dengan 1423 halaman, saya menyusun 2 pasangan bilangan 2 dijit. Yang saya  ingat waktu itu memang lagi intens nyepi total, tanpa melakukan aktivitas apapun kecuali menelusuri jejak-jejak Nabi Muhammad  SAW melalui Al Qur’an. Iseng-iseng saya menguraikan susunan bilangan 1234 (ABJD) dengan cara menguraikannya sebagai matriks 2×2 :

1  2

3  4

Cahaya Muhammad: Sinkronisasi Akal dan Wahyu (Qlb)

Abstract

Simbologika sistem bilangan yang mendeskripsikan kecepatan cahaya.

Siapapun yang pernah belajar fisika, pastilah pernah tahu kalau kecepatan cahaya menurut standar ISO itu 299 792 458  m/s. Nilai kecepatan cahaya ini merupakan nilai yang akurat yang dihitung melalui fisika di akhir abad 19 dan abad ke-20. Dalam praktek, seringkali kita membulatkannya jadi 300.000 km per detik. Selain itu, nilai yang dijadikan standar tersebut merupakan hasil yang sudah dicocokkan dengan percobaan empiris.


Realitas yang Meluas dan Kembali Kepada Diri Sendiri

"Kemudian Dia (Allah) beristawa ke langit, sedangkan langit masih berupa asap (gas),” (Surat Fushilat ayat 11).
“Tidaklah orang-orang kafir tahu bahwasanya langit dan bumi itu dahulu keduanya bersatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya,” (Surat Al Anbiya ayat 30).

Agama dan Sains, Satu Koin 2 Rupa

Evolusi spiritual menjadi sains merupakan suatu proses pembelajaran bagaimana manusia berubah ketika memandang realitas dari keadaan yang terintegrasi menjadi terurai dan kemudian diintegrasikan kembali di wilayah sains sebagai teori kosmologis yaitu unifikasi teori kuantum dan teori gravitasi kuantum.

Deciphering "2012"

Belakangan ini, tepatnya sekitar lima tahunan yang lalu, tak lama setelah tsunami membelalakkan mata semua orang di Planet Bumi ini, isu 2012  mencuat ke permukaan. Khususnya di Internet, media distribusi informasi yang saat ini sudah merambah kemana-mana. Disebut kemana-mana karena sekarang ini mobile device sudah lebih mampu beradaptasi dengan internet dan lebih murah dan terjangkau harganya. Akibatnya akses informasi di masyarakat semakin mudah dan cepat meluas. Belum lagi pemberitaan yang gencar atas suatu peristiwa menyebabkan percepatan sebaran informasi. Baik informasi itu gosip atau suatu informasi yang bernilai.

Senin, 22 Oktober 2012

Kosmologi Baru Implikasinya dalam Religiusitas

Abstrak

Dalam perkembangan teori kosmologi mutakhir, yang salah satunya adalah Big Bang, sebagian besar kalangan beragama serta beberapa saintis melihat hal ini sebagai suatu tanda afirmatif tradisi penciptaan berbasis Kitab Suci (Scriptures). Di saat sama, pada pihak lain, tidak sedikit menegaskan bahwa perkembangan kosmologi serta disiplin astronomi beserta turunannya tidak serta merta membenarkan penciptaan semesta oleh Tuhan. Paper berikut akan menyorot pro dan kontra yang mengitari dan membrojol (emerged) pada perkembangan mutakhir kosmologi serta implikasinya bagi keberagamaan (religiosity).

Energi Gelap (Dark Energy) Dalam Model Standar Kosmologi Baru


Kosmologi Filsafat

Ruang Lingkup Kosmologi Filsafat

Kosmologi berasal dari kata Yunani “kosmos” dan “logos”. “Kosmos” berarti susunan, atau ketersusunan yang baik. Lawannya ialah “khaos”, yang berarti “kacau balau” (Bakker, 1995: 39). Sedangkan “logos” juga berarti “keteraturan”, sekalipun dalam “kosmologi” lebih tepat diartikan sebagai “azas-azas rasional” (Kattsoff, 1986: 75). Dalam sejarah filsafat Barat, tercatat Phytagoras (580 – 500 SM) merupakan orang yang pertama kali memakai istilah “kosmos” sebagai terminologi filsafat. Bahkan dalam tradisi Aristotelian, penyelidikan tentang keteraturan alam disebut sebagai “fisika” (bukan dalam pengertian modern), dan filsafat Skolastik memakai nama “filsafat alami” (philosophia naturalis) untuk menyebut hal yang sama (Bakker, 1995: 40).

Minggu, 21 Oktober 2012

Isaac Newton - Ilmuwan Terbesar Dunia


Sir Isaac Newton (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 – meninggal 31 Maret 1727 pada umur 84 tahun; KJ: 25 Desember 1642 – 20 Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik.

Ilmuwan Astronomi Terbesar Islam




Ilmuwan Astronomi Terbesar IslamAl-Battani Al-Battani adalah seorang pakar ilmu falak Islam. Nama lengkapnya adalah Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan al-harrani al-Raqi al-Battani. Ilmu falak menjadi ilmu yang sangat diminati pada zaman kebangkitan Islam. Ilmu ini memperkatakan tentang pergerakan bintang dan kaitannya dengan bumi. Pakar-pakar falak pada zaman Abbasiyah dilantik sebagai pegawai-pegawai yang bertanggung-jawab dalam menasehati hal-hal astronomi. Pencapaian sangat besar, ilmu-ilmu terkumpul dari pelbagai negara.

Jumat, 19 Oktober 2012

Tokoh Muslim Ilmu Falak Islam


AL-BIRUNI AL-BIRUNI Al-Biruni (973-1048M) seorang pengkritik yang kuat menentang fizik Aristotles. Beliau banyak mengkritik tentang landasan asas fizik Aristotle seperti hipomorfisma, tempat tabei bagi objek di bumi. Beliau menyangkal kewujudan vakum berdasarkan pemaakulan, cerapan femonmenon tabei dan juga eksperimen. Ketika hidupnya beliau banyak membincangkan dan menganalisis dengan dalamnya akan konsep asas fizik seperti graviti, jirim dan ruang dan gerakan bumi. 

Tokoh Astronomi Islam Syria


Tokoh Astronomi Islam Syria Muhammad al-KhaliliSyams al-Din Abd Allāh Abū ʿ Muhammad bin Muhammad al-Khalili (1320-1380) adalah seorang astronom dari Syria yang menyusun tabel yang luas untuk penggunaan astronomi.

Syams al-Din Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad al-Khalili bekerja di Damaskus, Suriah di Masjid Umayyah sebagai pencatat waktu agama (muwaqqit) untuk sebagian besar hidupnya. Selain al-Khalili pendudukan itu, sedikit yang diketahui tentang hidupnya.

Astronom dan Matematikawan Islam


Kedatangan Islam di Spanyol mencorakkan masyarakat di situ bukan sahaja di kalangan penganut Islam malah penganut2 Kristian. Tidak banyak warisan karya yang kita perolehi, banyak sebab yang boleh dikaitkan. Umat Islam Andalus berminat dengan ilmu di Timur dan mempelajarinya maka sebab itulah mereka tidak mencipta sesuatu yang tersendiri.

Pengajian dalam matematik, sains dan falak menampakkan hasil di sana pada abad ke-4 , beberapa nama disebut oleh sejarah. Antaranya ialah tokoh matematik dan astronomi, Abu al-Qasim Musalmah Ibn Muhammad atau al-Majriti. Menjalankan penyelidikan angkasa lepas dan meringkaskan buku al-Battani tentang cakrawala. 

Ilmuan Fisika Terbesar Islam

Ilmuwan Fisika Terbesar Islam al-KhāziniAbu al-Fath Abd al-Rahman Mansour al-Khāzini atau Abu al-Fath Khāzini (1115–1130) adalah seorang ilmuwan, astronom, fisikawan, ahli biologi, alkemis, ahli matematika dan filsuf dari Merv, provinsi Khorasan Persia (sekarang terletak di Turkmenistan), yang membuat kontribusi penting untuk fisika dan astronomi.

Ia dianggap sebagai salah satu sarjana terbesar dari Merv. Al-Khazini adalah seorang Yunani Bizantium budak dari raja-raja Saljuk, yang pada usia muda dibawa ke Merv setelah kemenangan Saljuk atas Romanus Kaisar Byzantine IV. Tuannya al-Khazin memberinya yang terbaik mungkin pendidikan di mata pelajaran matematika dan filosofis. Al-Khazini juga seorang murid dari penyair Persia yang terkenal, astronom matematika dan filsuf Omar Khayyām (1048-1131), yang tinggal di Merv pada saat itu.

Rabu, 17 Oktober 2012

Asal-Usul Teori Evolusi

Dalam komentarnya terhadap The Descent of Man, karya Charles Darwin, modernis Arab, Jamaluddin al Afghani mengatakan bahwa “Abu Bakar ibnu Bashrun dalam karyanya mengenai alkimia menyatakan bahwa mineral berubah menjadi tanaman, dan tanaman menjadi hewan, dan bagian terakhir dari perubahan ini dan menjadi puncaknya adalah manusia. Bila ini adalah basis teori evolusi, maka para ilmuan Arab telah lebih dahulu menyatakannya sebelum Darwin.”

Kesurupan

Individu dan kelompok sekuler, skeptik dan liberal yang tidak percaya adanya setan dan jin percaya kalau kesurupan hanyalah masalah mental dan fisik.

Sedikit yang mencoba mendalami lebih jauh masalah ini. Tapi apakah hal ini memiliki basis di kenyataan?

Kesadaran

Apa itu kesadaran? Tidak ada satu definisi yang cukup untuk konsep yang demikian sulit, namun kita dapat menyatakan kesadaran sebagai kewaspadaan diri dan refleksi diri, kemampuan merasakan sakit atau senang, sensasi merasa hidup dan menjadi manusia, segala yang lewat melalui pikiran.


50 Buku Sains dan Filsafat Populer untuk Abad 21

Salah satu masalah dalam buku sains dan filsafat populer (bukan textbook) adalah cepatnya fakta berubah. Buku-buku sains populer usianya pendek dan jika tidak hati-hati menulis, dalam beberapa tahun isinya akan segera kadaluarsa. Hal yang sama juga dihadapi buku filsafat karena semakin banyak relung filsafat yang diungkap sains.

Ini juga mengapa buku sains populer jarang ditemukan di toko buku kita sementara buku filsafat hanya karya-karya klasik. Ketika para penerjemah kita sedang sibuk menerjemahkan karya para profesor faktanya telah diperiksa ulang, dan ketika para penerjemah selesai menerjemahkannya, ia sudah kadaluarsa. Sungguh begitu, ada beberapa buku yang cukup klasik namun argumentasi dan fakta-faktanya masih sangat relevan dengan masa kini.

Masalah Probabilitas dalam Debat Evolusi

Kreasionis mengklaim kalau protein yang dibutuhkan untuk kehidupan sangat kompleks. Kemungkinan kalau bahkan satu molekul protein terbentuk secara kebetulan adalah 1 berbanding 10^113, padahal ada ribuan protein berbeda dibutuhkan untuk membentuk kehidupan.

Sebenarnya argumen ini dibuat berdasarkan empat asumsi. Keempat asumsi ini harus dibuktikan benar, sebelum argumen probabilitas diajukan. Tapi berikut akan ditunjukkan kalau keempat asumsi tersebut salah:

Filsafat Sains: Saklar

Berikut adalah sebuah diksi sumbangan dari teman. Diksi ini membahas tentang filsafat biologi. Aslinya, diksi ini diterbitkan dalam jurnal komunitas Verstehn Bandung, edisi ke-7 yang baru terbit bulan lalu.

Larut telah malam dibalik jendela hitam di sudut atas sel sesak ini. Retak-retak dinding merayap seolah akan melilit tiap insan yang terguling dan meringkuk sendu di sel penjara. Aku baru saja ditendang ke dalam sel ini dan bergabung dengan para terkurung. Dan seperti mereka, akupun meringkuk dengan menempelkan tulang belakangku di dinding. Bedanya, pandanganku tak kosong seperti mereka. Mataku bertanya, kenapa aku bisa ada di sini.

Awal Alam Semesta: Kacau

Instrumen matematika terbaru kembali menunjukkan bahwa alam semesta kita yang terus berevolusi ini berawal dari kekacauan yang luar biasa.

Tujuh tahun lalu fisikawan Universitas Northwestern, Adilson E. Motter, menduga bahwa perluasan alam semesta pada saat dentuman besar itu sangat kacau. Sekarang ia beserta kolega telah membuktikannya dengan menggunakan argumen matematis yang ketat. Penelitian yang diterbitkan jurnal Communications in Mathematical Physics, melaporkan bahwa tidak hanya kekacauan itu yang mutlak tetapi juga perangkat matematika yang dapat digunakan untuk mendeteksinya. Bila diterapkan pada model yang paling diterima untuk evolusi alam semesta, perangkat ini menunjukkan bahwa awal alam semesta adalah kacau.

Model Standar – Apa yang paling mendasar ?

Mungkin pembaca pernah dengar yang dinamakan LHC atau Large Hadron Collider yang ada di CERN. Sebenarnya apa sih yang mereka cari? kenapa pencarian partikel itu penting untuk kemanusiaan dan menjawab tentang misteri alam. Oke disini anda akan saya bawa ke dalam seri model standar.

Bisakah Tidak Ada menjadi Ada?

“Sesuatu itu harus diciptakan dari ketidak adaan. Bila anda mencoba menciptakan sesuatu dari yang ada, maka anda hanya mengubahnya. Jadi untuk menciptakan sesuatu anda harus mampu menciptakan ketidak adaan.” – Werner Erhard

Pertanyaan ini akan dibahas bukan secara filsafati atau teologis, namun secara fisika. Dalam fisika, dapatkah anda mendapatkan sesuatu dari ketidak adaan? Dan jika bisa, apa yang bisa dan tidak bisa anda dapatkan?

Kamera Digital Paling Tajam di Dunia, Menangkap Gambar Pertama dalam Melacak Energi Gelap

"Dark Energy Survey akan membantu kita memahami mengapa ekspansi alam semesta mengalami percepatan, bukannya melambat karena gravitasi."

Delapan miliar tahun yang lalu, sinar cahaya dari galaksi-galaksi jauh memulai perjalanan panjangnya menuju bumi. Kamera Energi Gelap, mesin pemetaan luar angkasa yang paling kuat yang pernah diciptakan, yang dibangun di puncak gunung di Chile, telah berhasil menangkap dan merekam sinar cahaya purba tersebut untuk pertama kalinya.

Tim Ilmuwan Menemukan Bagaimana Keteraturan Tercipta dari Pergerakan Acak Partikel dalam Kosmos

"Medan-medan ini membantu membentuk arus, dan kemungkinan berperan bersama gravitasi dalam mendukung pembentukan sistem tata surya, yang akhirnya dapat mengarah pada terbentuknya planet seperti bumi."

Salah satu misteri yang tak terpecahkan dalam ilmu pengetahuan kontemporer adalah bagaimana struktur-struktur yang sangat terorganisir dapat muncul dari pergerakan partikel yang acak. Hal ini berlaku pada banyak situasi mulai dari objek-objek astrofisika yang membentang selama jutaan tahun cahaya hingga pada lahirnya kehidupan di bumi.

Iman Pada Teori Fisika: Tafsir Multijagad Mekanika Kuantum

Berikut adalah sumbangan dari teman. Aslinya tulisan ini diterbitkan dalam buletin komunitas Verstehn Bandung edisi ke-sepuluh

Untuk memahami alam semesta dan segala mekanismenya, manusia mengembangkan teori-teori fisika.  Teori fisika memberikan penjelasan berdasarkan rasio empiris yang dimiliki manusia.

Senin, 15 Oktober 2012

Mengenal Teori Quantum

Sumber: Michio Kaku, “Dunia Paralel” 
(diterjemahkan oleh Jookut dkk, Bumi: SeSa Media, Agustus 2010)

Teori quantum didasarkan pada ide bahwa semua kemungkinan peristiwa memiliki probabilitas untuk terjadi, tak peduli seberapa fantastik atau pandirnya peristiwa itu. Ini, pada gilirannya, terletak di jantung teori alam semesta berinflasi—ketika big bang awal terjadi, terdapat transisi quantum menuju status baru di mana alam semesta tiba-tiba berinflasi luar biasa besar. Keseluruhan alam semesta kita, kelihatannya, muncul dari lompatan—yang sangat tidak mungkin—quantum. Walaupun Adams menulis dengan bergurau, kita fisikawan menyadari bahwa bila kita bisa, dengan suatu cara, mengendalikan probabilitas-probabilitas ini, seseorang bisa melakukan perbuatan luar biasa yang tidak dapat dibedakan dari sulap. Tapi untuk saat ini, pengubahan probabilitas peristiwa berada jauh di luar jangkauan teknologi kita.

Dimensi-dimensi Alam Semesta yang Tak Terlihat

    Oleh: Nima Arkani-Hamed, Savas Dimopoulos, dan Georgi Dvali

    Ilustrasi oleh: Bryan Christie Design
    (Sumber: Scientific American, Special Edition – The Once and Future Cosmos, 31 Desember 2002, hal. 66-73)

    "Alam semesta tampak (visible universe) boleh jadi terletak pada sebuah membran yang mengapung di ruang dimensi tinggi".

    Alam semesta membran di alam dimensi tinggi
    boleh jadi merupakan tempat kita hidup. Eksp
    erimen-eksperimen mungkin dapat mendeteksi
    tanda-tanda dimensi tambahan berukuran ham
    pir satu millimeter dalam masa dekat ini.

    Bumi Mendekati Titik Kritis Global

    Bumi diambang kritis, pertumbuhan populasi manusia dan berapa banyak sumber daya yang telah digunakan setiap orang, dianggap sebagai sumber penyebab titik kritis global.
    Sekelompok ilmuwan dari seluruh dunia saat ini sedang memperingatkan besarnya pertumbuhan penduduk, kerusakan luas ekosistem alam, dan perubahan iklim yang dapat mendorong Bumi ke arah perubahan permanen biosfer, titik kritis global akan memiliki konsekuensi yang merusak persiapan dan mitigasi. Secara biologis akan menjadi dunia baru pada saat itu.

    Perubahan Iklim Akan Sebabkan Kepunahan Massal

    Kepunahan massal terjadi antara dua titik puncak perubahan iklim yang diakibatkan metana di atmosfer dan karbon dioksida tetapi tidak terjadi secara bersamaan.
    Ada beberapa teori mengungkapkan kepunahan massal yang menyebabkan musnahnya dinosaurus, dan mungkin bagi kitatidak asing dengan istilah zaman es. Ada beberapa sumber yang saya temukan menyebutkan bahwa kepunahan massal tidak hanya disebabkan letusan gunung vulkanik secara global, tetapi yang paling berpengaruh adalah perubahan iklim. Termasuk diantaranya mirip dengan pemanasan global yang terjadi saat ini.

    Pergeseran Gravitasi Bumi, Menjelang Kepunahan Massal?

    Benarkah dunia akan mengalami pergeseran gravitasi bumi melalui beberapa bencana alam yang terjadi ditahun-tahun terakhir? Teori garavitasi bumi yang dikemukakan John Stojanowski dalam buku edisi ketiga (2012) ‘The Gravity Theory of Mass Extinction: A new theory of mass extinction explains the rise and fall of the dinosaurs’ akan menjelaskan sejarah pemusnahan zaman disebabkan karena gravitasi bumi.