Monday, September 26, 2016

Ilusi Fisik: Apakah Sesungguhnya Dunia Fisik ini Hanyalah Ilusi

ILLUSIONOleh: Arjun Walia

Niels Bohr, seorang fisikawan asal Denmark yang menciptakan kontribusi signifikan untuk memahami struktur atom dan teori kuantum pernah berkata:  

“jika mekanika kuantum belum membuat Anda terkejut, Anda belum benar-benar memahami hal itu.”

Quantum fisika telah membuat para ilmuwan di seluruh dunia terheran-heran, terutama dengan penemuan bahwa realitas material fisik kita, sesungguhnya bukan fisik sama sekali. “segala sesuatu yang kita sebut nyata ternyata tecipta dari hal-hal yang tidak bisa dianggap sebagai nyata.” Tampaknya filsuf kuno masa lalu kita benar, indera kita benar-benar telah menipu kita.

Sekali lagi, realitas material fisik kita sesungguhnya bukan materi sama sekali. Makna, hubungan dan implikasi dari temuan ini dalam dunia kuantum telah menyebabkan sejumlah besar ide dan teori, beberapa di antaranya diberi label “pseudo-science.” Artikel ini akan menyajikan bukti ilmiah yang jelas menunjukkan hubungan antara kesadaran dan apa yang kita sebut sebagai realitas dan bagaimana hal ini tidak lagi dapat ditolak. Kita juga akan merenungkan implikasi dari ini mengetahui, dan bagaimana realitas ini memainkan peran penting dalam transformasi potensi planet kita, pada saat kita membutuhkannya.

Apakah Sesungguhnya Sifat dari Realitas

human-consciousness

Oleh: Deepak Chopra

Saya ingin memberikan sekilas singkat pemahaman ke dalam kuantum mekanika tubuh-pikiran, untuk setidaknya mencoba untuk memahami sifat tubuh manusia sesungguhnya dan juga apa yang dikatakan sebagai Tubuh Cosmic sebenarnya.

Kita menggunakan istilah seperti pikiran dan tubuh dan alam semesta, tapi apa sesungguhnya sifat dari hal-hal ini? Apakah itu pikiran, apakah itu tubuh, apa sifat yang tepat dari realitas fisik ini? Ketika masih anak-anak, kita selalu punya pertanyaan seperti ini, “Di mana saya sebelum saya lahir? Apa yang saya harus lakukan di sini? Apa yang terjadi setelah kematian? Apakah saya terbatas pada tubuh fisik saya? Apakah saya hanyalah ego yang dilapisi kulit dan berisi daging dan tulang? Apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya? Apakah saya memiliki rumah tetap? di mana saya tinggal di alam semesta ini? “

Pengalaman Kematian Julie Nightingale

face_rising_upJuliet Nightingale adalah seorang mistikus dan seorang peramal yang mengalami sejumlah pengalaman mendekati kematian akibat penyakit yang diderita yang mengancam jiwanya sejak kecil. Salah satunya terjadi di pertengahan tahun 70-an ketika ia berjuang melawan kanker usus yang menyebabkan dia mengalami koma. Pengalaman ini memiliki efek mendalam pada hidupnya – bersamaan dengan banyaknya pengalaman transformatif dan pengalaman keluar tubuhnya. Awalnya, dia jarang bercerita tentang pengalaman tersebut karena kerap dihakimi dan disalahpahami ketika dia melakukannya. Dia kemudian bergabung dengan Asosiasi Internasional untuk Studi Near-Death (IANDS) – organisasi utama untuk penelitian dan dukungan terhadap NDE – dimana dia bisa berbagi pengalaman, dan telah membangkitkan minat yang besar dan kesadaran untuk mendalami pengalaman dekat kematian dan orang-orang yang mengalami hal yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Juliet adalah ketua komite keanggotaan di IANDS. Dia sangat mendorong sesama experiencers untuk bergabung dalam IANDS karena organisasi ini menawarkan sumber daya, dukungan dan persahabatan yang luar biasa. Berikut ini adalah pengalaman NDEnya :

Friday, September 23, 2016

Alam Semesta adalah ‘Spiritual, Immaterial dan Mental’

 Oleh : Arjun Walia

Ketika kita melihat dunia yang membingungkan dan aneh dari fisika kuantum, akan sulit bagi kita untuk memahami beberapa hal yang para ilmuwan telah amati selama bertahun-tahun.

Kita memilih untuk memeriksa sebuah fenomena yang kita benar-benar tidak mungkin untuk menjelaskan dengan cara klasik, yang memiliki inti mekanika kuantum di dalamnya. Pada kenyataannya, ini penuh misteri kata Richard Feynman, seorang pemenang Nobel dari abad kedua puluh.

Satu hal yang pasti yaitu "kesadaran", atau, faktor yang berhubungan dengan kesadaran (pengamatan, pengukuran, pemikiran, niat) ini memiliki korelasi langsung dengan apa yang kita anggap sebagai realitas dunia materi fisik kita.

Wednesday, August 10, 2016

Haruskah Sains Berunding dengan Agama?

Oleh: Lawrence M. Krauss dan Richard Dawkins

(Sumber: Scientific American, Juli 2007, hal. 88-91)


Dua pembela sains kenamaan saling bertukar pandangan perihal bagaimana ilmuwan sebaiknya mendekati agama dan para pemeluknya.

Pendahuluan Editor
Walaupun kedua penulis berada di pihak sains, mereka tidak selalu sependapat tentang cara terbaik dalam menentang ancaman bermotif agama terhadap praktek atau pelajaran ilmiah. Kraus, fisikawan terkemuka, sering masuk sorotan publik untuk mempertahankan teori evolusi dalam kurikulum sains sekolah dan menjauhkan varian-varian kreasionisme ilmiah semu darinya. Sebuah surat terbuka dikirimnya kepada Paus Benediktus XVI di tahun 2005, mendesak Paus agar tidak membangun tembok baru antara sains dan agama, agar memimpin Vatikan dalam menegaskan kembali pengakuan Gereja Katolik terhadap seleksi alam sebagai teori ilmiah yang sah.

Friday, September 27, 2013

Ilmu Tentang Mukjijat

Kisah inspiratif dari buku Autobiography or a Yogi oleh Paramahansa Yogananda
Novelis besar Leo Tolstoy pernah menulis cerita yang menyenangkan, judulnya Tiga pertapa. Temannya Nicholas Roerich telah meringkas kisah ini, sebagai berikut:

“Di sebuah pulau tinggal tiga pertapa tua. Mereka begitu sederhana sehingga satu satunya doa yang mereka teriakkan adalah: “Kami bertiga; Engkau penguasa kami bertiga-kasihanilah kami!” Tetapi mukjizat besar terwujud dalam doa naif ini.

“Uskup lokal datang untuk mendengar tentang tiga pertapa ini dan doa mereka yang dianggap tidak dapat diterima, dan memutuskan untuk mengunjungi mereka untuk mengajari mereka doa “yang benar”. Dia tiba di pulau itu, dan mengatakan kepada para pertapa bahwa permohonan mereka tidak bermartabat, dan mengajarkan mereka banyak doa-doa adat. Uskup itu kemudian meninggalkan mereka dengan menaiki perahu. Tapi kemudian dia melihat cahaya di kejauhan. Saat mendekat, ternyata dilihatnya tiga pertapa tersebut, yang saling berpegangan tangan dan berjalan diatas gelombang laut dalam upaya untuk mengejar kapal tersebut.

Wednesday, September 11, 2013

Mekanisme Manifestasi

Oleh : Neale Donald Walsch

Kita hanyalah salah satu dari beragam bentuk yang diciptakan Tuhan dari diriNya sendiri. Tuhan telah membagi diriNya ke dalam dunia Tanpa Batas Waktu dalam beragam bentuk yang pernah ada di masa lalu, sekarang dan masa depan. Karya itu telah selesai. Karya itu telah terindividualisasi dalam segala hal. Artinya, segala hal yang ada di Medan Kemungkinan Tak Terbatas itu sebenarnya telah ada, atau dengan kata lain semua telah siap.Yang harus kita lakukan hanyalah memanggilnya, membawanya ke dalam realitas kita. Itu adalah proses penciptaan pribadi. Beragam buku telah ditulis tentang topik tersebut, tetapi tidak ada yang secara serius mencoba menjelaskan mekanisme kerja manifestasi ini.

Kita sekarang tahu bahwa, seperti halnya ilmu kedokteran yang berhasil menggunakan sel induk yang bisa menciptakan beragam bentuk sel tubuh, menciptakan jaringan jantung, tulang, dan bahkan jaringan otak untuk menggantikan organ-organ tubuh yang rusak. Tuhan juga bisa “membagi” Bentuk Utuhnya menjadi beragam wujud fisik atau non-fisik, dan Tuhan memang telah melakukannya dalam berbagai macam bentuk yang disebut Kehidupan.