Idenya bukanlah bahwa alam semesta ini adalah semacam simulasi seperti dalam film The Matrix, tetapi bahwa meskipun kita tampaknya hidup di alam semesta tiga dimensi, alam semesta ini mungkin hanya memiliki dua dimensi. Ini disebut prinsip holografik.
Pemikirannya seperti ini: Ada permukaan dua dimensi yang berada cukup jauh, yang berisi semua data yang diperlukan untuk sepenuhnya menggambarkan semesta kita – dan seperti halnya dalam hologram, data ini diproyeksikan muncul dalam tiga dimensi. Seperti halnya karakter di layar TV, kita hidup di permukaan datar yang kelihatannya memiliki kedalaman.
Mungkin terdengar tidak masuk akal. Tetapi ketika beberapa fisikawan menganggap itu benar dalam perhitungan mereka, semua masalah fisika besar – seperti sifat lubang hitam dan rekonsiliasi gravitasi dan mekanika kuantum – menjadi jauh lebih mudah untuk dipecahkan. Singkatnya, hukum fisika tampaknya lebih masuk akal ketika ditulis dalam dua dimensi daripada dalam tiga dimensi.






