Tuesday, August 27, 2019

AGAMA VS. SAINS

Fisika menurut Neils Bohr adalah menceritakan apa yg dapat kita ketahui tentang alam semesta, bukan bagaimana ia.

Bagi banyak fisikawan, teori kuantum menyatakan bahwa sama sekali tidak ada realitas "obyektif". Satu-satunya realitas adalah realitas yang tampak melalui pengamatan kita. Dengan mengadopsi pandangan ini, tidaklah mungkin menyebut teori tertentu 'benar' atau 'salah', hanya gara-gara ia berguna atau tidak, dimana teori yg berguna dipahami sebagai teori yang menghubungkan tentang fenomena yang luas dalam suatu skema deskriptif dengan akurasi yang tinggi.

Pandangan seperti ini, berlawanan secara diametris dengan pandangan agama, dimana pengikutnya percaya terhadap kebenaran tertinggi. Pernyataan keagamaan biasanya dipandang benar atau salah, bukan sebagai macam model pengalaman kita.

Kemampuan metode ilmiah mengakomodasi perubahan berdasarkan temuan baru menggambarkan salah satu kekuatan besar sains. Dengan menyandarkan diri pada manfaat, bukan pada kebenaran, sains membedakan diri secara tajam dengan agama. Agama didasarkan pada dogma dan kebijaksanaan telah diterima, yang bermaksud menggambarkan kebenaran tak berubah.

Fakta dan gagasan baru merupakan darah-kehidupan sains. Jadi temuan ilmiahlah, selama bertahun-tahun, telah menempatkan sains dan agama dalam konflik.
#DieditDariGod&TheNewPhysics

@AOS

The Future of the Mind

Penulis buku terlaris
The Future of the Mind, Michio Kaku melintasi batas astrofisika, kecerdasan buatan, dan teknologi untuk menawarkan visi masa depan manusia yang menakjubkan di luar angkasa, mulai dari menetap di Mars hingga bepergian ke galaksi yang jauh.

Dulunya domain fiksi, memindahkan peradaban manusia ke bintang semakin menjadi kemungkinan ilmiah - dan sebuah kebutuhan. Apakah dalam waktu dekat karena perubahan iklim dan menipisnya sumber daya yang terbatas, atau di masa depan yang jauh karena peristiwa kosmologis bencana, kita harus menghadapi kenyataan bahwa manusia suatu hari harus meninggalkan planet Bumi untuk bertahan hidup sebagai spesies. Fisikawan dan futuris terkenal di dunia, Michio Kaku, mengeksplorasi dalam detail yang kaya dan mendalam tentang proses di mana umat manusia dapat secara bertahap bergerak menjauh dari planet dan mengembangkan peradaban yang berkelanjutan di luar angkasa. Dia mengungkapkan bagaimana perkembangan mutakhir dalam robotika, nanoteknologi, dan bioteknologi memungkinkan kita untuk terraform dan membangun kota yang dapat dihuni di Mars. Dia kemudian membawa kita melampaui tata surya ke bintang-bintang terdekat, yang mungkin segera dicapai oleh nanoships yang melakukan perjalanan dengan sinar laser mendekati kecepatan cahaya. Akhirnya, dia membawa kita melampaui galaksi kita, dan bahkan di luar alam semesta kita, ke kemungkinan keabadian, menunjukkan kepada kita bagaimana manusia suatu saat nanti dapat meninggalkan tubuh kita sepenuhnya dan laser port ke surga baru di luar angkasa. Dengan antusiasme dan keingintahuan yang tak tertahankan, Kaku mengajak para pembaca dalam perjalanan yang menakjubkan ke masa depan di mana umat manusia akhirnya dapat memenuhi takdir yang sudah lama ditunggu-tunggu di antara bintang-bintang.

@AOS

Memetakan Masa Depan dengan Sains

Bila prediksi 300-an ilmuwan top—12 di antaranya peraih Hadiah Nobel—ditampilkan dengan padat komprehensif, seperti apa gerangan visi mereka tentang kehidupan di akhir abad ke-21? Itulah yang disajikan dalam buku terbaru Michio Kaku: ”Physics of the Future”.

Michio Kaku, fisikawan Amerika berdarah Jepang yang berkampus di City University of New York, selain merupakan salah satu perumus teori string yang terkenal mahasulit, adalah juru bicara fisika modern kepada dunia yang semakin padat sains ini. Ia rajin menyambangi ratusan sejawatnya di laboratorium kampus-kampus dan pusat-pusat studi termaju yang meneliti dan merancang purwarupa teknologi futuristik, serta mengkaji aplikasinya ke berbagai bidang: medis, militer, ekonomi, dan masyarakat.

Lewat kuliah umum dan televisi, tak jemu-jemu ia mengingatkan: sains dan teknologi adalah mesin raksasa ekonomi modern dan lokomotif utama peradaban kita. Michio Kaku adalah Leonardo da Vinci dan Julius Verne masa kini.

SAINS DI CHINA: Sebuah Lompatan Kemajuan Besar

by Baskoro Adi Prayitno

Disarikan Dari:
Beberapa Tulisan pada Journal Science. Vol. 270, 17 November 1995 

Dua raksasa Asia, China dan India yang diprediksi akan memimpin perekonomian dunia pada pertengahan abad ini, selama lebih dari 30 tahun kehilangan orang-orang terdidik dan bertalenta. Mereka pergi meninggalkan negara masing-masing untuk sekolah dan bekerja di luar negeri dengan harapan dapat mengembangkan karier profesional lebih baik. Bersamaan dengan mulai bangkitnya perekonomian, pemerintah China dan India telah merancang strategi untuk mengubah brain drain menjadi brain gain. Namun, pemerintah China tampaknya lebih agresif dan terencana secara sistematis dalam upaya memanggil pulang orang-orang terbaik, untuk membangun bangsa sendiri dan mengambil peran dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi. China menempuh strategi ganda yang sangat efektif dengan membangun infrastruktur ekonomi dan pendidikan secara bersamaan.

               Di bidang ekonomi, pemerintah China menciptakan lingkungan makroekonomi yang dinamis dan kondusif untuk menarik investasi baik domestik maupun asing, terutama melalui foreign direct investment (FDI). Industri manufaktur dibangun secara masif untuk menopang pertumbuhan. Pusat-pusat bisnis dan perdagangan dikembangkan dengan jaringan luar negeri yang tertata rapi, sehingga memacu pergerakan aktivitas bisnis dan perdagangan yang sangat prospektif. Maka, dalam waktu yang tak terlalu lama, China berkembang menjadi negara terbuka bagi pasar global dan investor-investor asing yang memberi kontribusi pada dinamika pertumbuhan ekonomi di negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

EARTH: The Pale Blue Dot

"Tataplah lagi titik itu. Titik itulah yang dinamai ‘di sini.’ Itulah rumah kita. Itulah kita".

Di satu titik itu, semua orang yang kamu cintai, semua orang yang kamu kenal, semua orang yang pernah kamu dengar namanya, semua manusia yang pernah ada, menghabiskan hidup mereka.

Segenap kebahagiaan dan penderitaan kita, ribuan agama, pemikiran, dan doktrin ekonomi yang menganggap dirinya benar, setiap pemburu dan perambah, setiap pahlawan dan pengecut, setiap pembangun dan penghancur peradaban, setiap raja dan petani, setiap pasangan muda yang jatuh cinta, setiap ibu dan ayah, anak yang bercita-cita tinggi, penemu dan penjelajah, setiap pengajar kebaikan, setiap politisi busuk, setiap “bintang pujaan”, setiap “pemimpin besar”, setiap orang suci dan pendosa sepanjang sejarah spesies manusia, hidup di sana. Di atas setitik debu yang melayang dalam seberkas sinar.

Monday, August 26, 2019

Drama Manusia Di Panggung Dunia

Jika anda memahami dan menghayati betul sekte Liberalisme, maka anda akan tahu bahwa Liberalisme tlah mengambil jalan radikal dalam menyangkal semua drama kosmik, tetapi ia kemudian menciptakan kembali drama dalam manusia, dimana alam semesta tidak memiliki alur, terserah kita sebagai manusia membuat plot, dan ini adalah tugas kita dan makna dari hidup kita.

Buddhisme kuno melangkah lebih jauh dengan menyangkal tidak hanya semua drama kosmik, tetapi bahkan drama batin ciptaan manusia. Alam semesta tidak memiliki makna, dan perasaan manusia juga bukan bagian dari kisah kosmik yang hebat. Mereka adalah getaran fana, muncul dan menghilang tanpa tujuan tertentu.

Sang Buddha mengajarkan bahwa ada tiga realitas dasar alam semesta, yakni segala sesuatu terus berubah, tidak ada yang memiliki esensi abadi, dan tidak ada yang benar-benar memuaskan. Anda dapat menjelajahi jarak terjauh gakaksi, tubuh anda, atau pikiran anda - tetapi anda tidak akan pernah menemukan sesuatu yang tidak berubah, sesuatu yang memiliki esensi abadi, dan sesuatu yang benar-benar memuaskan anda.

Fajar, Cahaya Batin

Untuk menyaksikan fajar dini hari di Cisarua Puncak, terpaksa saya menahan tidur.

Osho mengungkapkan, dini hari, fajar sebagai dunia batin adalah, ketika matahari baru akan terbit. Tapi matahari belum terbit. Sesaat lagi. Ufuk timur mulai kemerahan, tapi matahari belum berada di cakrawala; hanya dalam hitungan detik akan muncul tapi belum tiba. Itulah momen paling berharga dalam dua puluh empat jam. Malam sudah tidak ada lagi, sudah berlalu, dan matahari belum terbit.

Antara keduanya ada kualitas cahaya yang berbeda di semesta. Kegelapan tidak ada, dan karena matahari tidak ada di sana cahaya tidak berasal dari matahari; Itu adalah cahaya yang sangat menyebar, cahaya yang sangat dingin. Ini cahaya simbolik dari pengalaman akan cahaya batin. Karena ia pengalaman batin, maka saat yang paling menakjubkan.  Malam tidak ada lagi dan matahari belum datang: ia adalah interval, gap, di mana roda gigi berubah, di mana hari lahir dan malam menghilang.

Hidup ini terus mengalir dinamis melalui jalinan seluruh alam semesta. Semua bergerak cepat dan bergetar dalam tarian liar. Seluruh kosmos selalu diregenerasi pada setiap saat dalam ekspresi simfoni tunggal yang terbentang dari aspek yang paling kecil dari alam subatomik ke jangkauan yang lebih luas dari miliaran sistem galaksi. Dan realitas selalu menunggu kita untuk merayap lebih dekat untuk memahami misterinya.

AOS

Malam Dingin

Malam ini, di Grand Hill Resort Plataran Puncak, dalam dingin yang menusuk, kosmis berbisik kepada saya dalam keheningan di antara pikiran dan gema gemuruh air sungai yang berada di antara dua tebing.

Sungai dan lautan di planet kita, kata Chopra, adalah darah kehidupan yang beredar di dalam jantung kita dan di dalam tubuh kita. Udara adalah nafas suci kehidupan yang memberikan energi bagi setiap sel dalam tubuh kita sehingga bisa hidup dan bernafas dan berpartisipasi dalam tarian kosmos. Untuk mengetahui bahwa kita adalah bagian dari bumi ini, untuk mengetahui bahwa kita tidak terpisahkan dari kosmos, adalah dengan memiliki pengalaman sukacita, pengalaman keterhubungan dengan segala sesuatu. Ini adalah pengalaman penyembuhan, ini adalah pengalaman seluruh keberadaan.

Di sini, titik diam dari dunia yang berputar seolah berhenti.

@AOS

Hutan Magis

Saya sekarang berada di tempat agak terpencil yang jauh dari keramaian. Hanya ada lanskap hutan lebat, pepohonan tinggi, dingin yang menggigit ketika malam hari, dan kesunyian teramat dalam.

Menyusuri bentangan hutan lebat, saya bergumam adakah pernah peristiwa-peristiwa terjadi di sini. Sepertinya tak ada jejak dan tak ada setapak sejarah, di sini. Saya menyusup-nyusup di celah pepohonan tinggi, semak berduri, dan hamparan kesunyian yang kosong; meraba-raba mencari jalan setapak. Saya terus beringsut maju menembus kesunyian yang tak betepi, pepohonan hijau dan bisu, akar bahar besar, dan lapisan tanah yang mengendap selama berabad. Saya terlempar di sebuah dunia kesunyian dan menakjubkan dalam udara dingin. Semua melebur jadi satu, kesunyian, kebisuan, bahkan mungkin kosong dalam makna spiritual.

Di tengah kemurungan alam bebas, imajinasi saya membumbung tinggi ke angkasa. Di situ hanya ada semak-semak tinggi yang kaku.

Saya terus menyusuri hutan lebat itu. Di atas ketinggian, ada aliran sungai kecil yang mengalir jauh ke bawah. Gemerciknya seperti mendendangkan lagu purba. Airnya jernih, udara sangat bersih, dan langit biru di atasnya. Cahaya menyeruak tanpa dihalangi dedaunan. Di tempat ini terasa magis.

Ketika senja masih jauh, saya putuskan pulang dengan menyusuri sungai-sungai kecil yang berkelok-kelok. Suka cita, saya mencebur membersihkan badan melepas penat.

Malamnya hanya ada keheningan dan suara gemercik air yang melewati samping rumah saya menginap. Keheningan itu mendendangkan cinta dan kota-kota yang jauh entah dimana. Ada rasa rindu pada hidup yang membentang tanpa batas.

Menjelang malam runtuh, jelang fajar, saya menuliskan kenangan ini dengan tubuh segar karena sempat tertidur dalam nyenyak. Satu hal yang saya ingat betul - untuk sepetak surga yang tak terduga - alam semesta ini, kata Einstein, bagai hidup dan punya kesadaran. 

Sekarang saya harus turun ke bawah untuk dapat sinyal.

@AOS

HENING

Dalam keheningan, jelang malam runtuh, kita mulai mendengar nada kemurungan yang mengabarkan begitu banyak tentang kemarahan dan sikap yang berlaku dalam kehidupan politik dan sosial.

Keheningan dan kesendirian juga bisa mencegah diri kita tidak terenyak oleh penderitaan dunia yang menekan dari semua sisi.

Kegaduhan politik di dunia maya yang membelah secara tajam, kita tidak bisa menemukan ruang buat orang lain dalam pikiran kita. Tidak ada akomodasi sudut pandang. Semuanya tentang "Aku" dan "kelompoknya". "Semua dipertandingkan"! Dalam situasi seperti itu, bagaimana kita berharap menemukan solusi bagi kebaikan masyarakat. Bagaimana kita bisa menyembuhkan persoalan-persoalan besar bangsa ini.

Sebuah prinsip atau pendapat tidak memiliki nilai jika hal itu membuat kita tidak baik dan toleran. Ego merupakan inti dari seluruh penderitaan. Kita harus berusaha melampauinya.

@AOS

KEADILAN

Seperti semua rasa lainnya, rasa keadilan kita juga memiliki akar evolusi kuno. Moralitas manusia dibentuk selama jutaan tahun proses evolusi, disesuaikan untuk menghadapi dilema sosial dan etika yang muncul dalam kehidupan kelompok pemburu-pengumpul kecil.

Rasa keadilan para pemburu-pengumpul disusun untuk mengatasi dilema yang berkaitan dengan kehidupan beberapa lusin orang di area seluas beberapa puluh kilometer persegi. Ketika kita mencoba memahami hubungan antara jutaan orang diseluruh benua, rasa moral kita kewalahan.

Keadilan menuntut tidak hanya satu set nilai abstrak, tetapi juga pemahaman tentang hubungan sebab-akibat yang konkrit.

Kejahatan terbesar dalam sejarah modern dihasilkan bukan hanya dari kebencian dan keserakahan, tetapi bahkan lebih dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian.

Sebagian besar ketidakadilan di dunia kontemporer dihasilkan dari bias struktural berskala besar daripada prasangka individual, dan otak pemburu pengumpul kita tidak berevolusi untuk mendeteksi bias struktural.

@AOS

Teknologi & Masa Depan Hukum dan Ketertiban


Be it food, healthcare, work or sex; technology is transforming every aspect of our lives. Will this transformation ever end? I guess, no. While all other industries are catching up with the technology; Why Law and Order should be left behind?

Can technology make policing smarter?

If real-time data and alerts from all smart-city sensor comes directly to the nearest police officer, will he be able to make an informed decision; or technology will replace those patrolling officers with robot cops. With increasing volume of cyber criminals how technology can Help law and Order?

Once a crime is committed, How legal technologies will automate legal reviews and proceedings? We need to look at this from multiple contexts then only we will be able create reliable and sustainable Digital Law and Order system

Robot, AI, Pengacara: siapa yang akan diandalkan oleh klien di masa depan?


I’m a lawyer.

I sometimes mention the words “digital transformation” to my colleagues and get a blank stare.

Living in a connected IoT world, working in a digital, mobile manner using cloud computing services, for instance, is all still very new to many in the legal world. In some respects, we remain an old fashioned industry. However, the use of automation and in particular, deep learning and artificial intelligence are now starting to change the way lawyers are working. Over time, the continued advancements in AI and robotics will revolutionise the legal industry.

Should lawyers be worried? And, if yes, how so?

AI vs. Pengacara: Masa Depan Kecerdasan Buatan dan Hukum

 

There must be human-made objects that are able to do most of the things humans do; especially the things that require "intelligence."

"Can machines think?" Let's expand this question asked by Alan Turing in the 50s. The countless disaster scenarios, in which artificial intelligence (AI) takes over the world and destroys humanity, are already made-up and still being told in Hollywood.

AI has not yet taken control of humanity, but it has indeed taken control of many aspects of our lives even if we do not perceive it as such. We accept AI as a part of our lives. The simplest example is our smartphones!

The use of AI applications in this domain is so widespread that it is now possible to produce solutions for almost all professional groups. Medicine, education, automotive, defense, agriculture, automation, energy, natural sciences, finance, art, and law!

Pengacara Kecerdasan Buatan Lebih Cepat dan Akurat daripada Pengacara Manusia

Hukum dibuat untuk mengatur perilaku manusia. Secara lebih luas, tujuan hukum adalah untuk menciptakan ketertiban dan keadilan di masyarakat. Karena itu, dalam ranah kehidupan sosial dan negara, hukum adalah suatu keharusan. Namun, bagaimana jika masyarakat mengalami masalah hukum?

Jika ada masalah hukum, publik akan menggunakan jasa pengacara untuk menuntut keadilan. Tetapi bagaimana jika pengacaranya bukan manusia, tetapi sebuah perangkat lunak yang dapat berpikir?


Sejauh ini, kita tahu bahwa semua pengacara secara hukum dilakukan oleh manusia, tanpa ada gangguan dari teknologi perangkat lunak yang mampu berpikir.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh pengembang kecerdasan buatan berbasis LawGeex, mereka berkonsultasi dengan profesor hukum dari beberapa universitas, seperti Universitas Stanford, Sekolah Hukum Universitas Duke, dan Universitas California Selatan.

Perangkat intelijen buatan LawGeex dilatih untuk mengevaluasi kontrak hukum yang kemudian "diadu" dengan dua puluh pengacara yang berpengalaman dalam mengevaluasi kontrak hukum.

Saturday, August 24, 2019

Sejarah Dunia Kita: Di Sini

Makhluk hidup tercipta dengan reaksi kimia. Kita adalah sekumpulan besar bahan kimia.

Reaksi kimia didominasi oleh gaya elektromagnet, yang memiliki skala operasi jauh lebih kecil daripada gravitasi, yang menjelaskan mengapa kita jauh lebih kecil daripada bintang atau planet.
---------------
Planet merupakan tempat yang cocok dan bumi muda kita hampir sempurna.

Bumi terletak di jarak yang tepat dari bintang agar dapat memiliki lautan besar berisi air. Dan jauh dalam lautan itu pada retakan di kerak bumi, ada panas yang keluar dari dalam bumi dan kita memiliki banyak jenis elemen.

Jadi, di dalam celah laut dalam itu, reaksi kimia mulai terjadi dan atom bergabung dalam berbagai jenis kombinasi. Namun tentu saja, hidup lebih dari sekedar reaksi kimia eksotis.

Thursday, August 22, 2019

VISI DUNIA ABAD21

Visi dunia abad ke-21 adalah mendorong umat manusia menjangkau imortalitas (keabadian manusia melalui rekayasa bioteknologi), kebahagiaan (rekayasa bioteknologi), dan keilahian (homo deus). Ini juga efek dari kemenangan Liberalisme atas Sosialisme dan Fasisme.

Setelah revolusi industri yang didorong oleh revolusi sains, di awal abad ke-21, kereta kemajuan II kembali bergerak keluar dari stasiunnya. Banyak yang berpendapat mungkin ini menjadi kereta api terakhir yang meninggalkan stasiun yang bernama homo sapiens. Bagi yang ketinggalan kereta tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua. Untuk ikut dalam perubahan besar II, anda perlu memahami teknologi abad ke-21, terutama kekuatan bioteknologi dan algoritma komputer.

Produk utama dari abad ke-21 tulis Harari adalah tubuh, otak, dan pikiran. Dalam abad ke-21, mereka yang naik kereta api kemajuan II akan mendapatkan kemampuan-kemampuan ilahiah penciptaan dan penghancuran, sedangkan mereka yang tertinggal akan menghadapi kepunahan.

Sosialisme gagal menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Sebaliknya, kaum liberal beradaptasi jauh lebih baik di abad informasi ini.

Sementara agama-agama, Harari menjelaskan, jauh lebih buruk dari sosialisme. Tidak hanya belum seirama dengan revolusi industri, tapi gak mampu menyodorkan terkait dengan rekayasa genetika dan kecerdasan artifisial. Memang agama-agama ini masih menjadi pemain penting di dunia, namun perannya hanya sebatas reaktif.

"Kitab-kitab suci tidak memiliki apapun yang bisa dikatakan tentang rekayasa genetika atau kecerdasan artifisial, dan sebagian besar pendeta, rabbi, dan mufti tidak memahami terobosan-terobosan mutakhir dalam biologi dan ilmu komputer", tandas Harari.

@AOS

Algoritma Kesehatan

Segera algoritma komputer dapat memberi kita nasihat yang lebih baik daripada perasaan manusia.

Sekarang sudah terjadi di bidang kedokteran. Keputusan medis paling penting dalam hidup kita tidak bergantung pada rasa sakit atau sejahtera yang kita alami, atau bahkan pada pridiksi yang diinformasikan oleh dokter kita - tetapi pada perhitungan komputer yang memahami tubuh kita jauh lebih baik dari yang bisa kita lakukan.

Dalam beberapa dekade, algoritma big data yang diberi informasi oleh aliran konstan data biometrik dapat memantau kesehatan kita 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu setiap saat. Mereka bisa mendeteksi awal dari influenza, kanker atau penyakit alzheimer, jauh sebelum kita merasakan ada yang salah dengan kita. Mereka kemudian dapat merekomendasikan perawatan yang tepat, diet dan rejimen harian, yang dibuat khusus untuk tubuh, DNA, dan kepribadian unik kita. 

Pada tahun 2050, berkat sensor biometrik dan algoritma big data, penyakit dapat diagnosis dan diobati jauh sebelum mereka menyebabkan rasa sakit atau cacat.

Siapa yang punya waktu dan energi untuk menangani semua penyakit ini? Dalam semua kemungkinan, kita bisa menginstruksikan algoritma kesehatan kita untuk menangani sebagian besar masalah ini karena itu sesuai. Paling banyak, algoritma itu akan mengirim pembaruan berkala ke ponsel cerdas kita, mengatakan kepada kita bahwa 'tujuh belas sel kanker terdeteksi dan telah dihancurkan'.

@AOS

REVOLUSI TEKNOLOGI: Dokter AI & Swa-Kemudi

Dokter AI dapat memberikan perawatan kesehatan yang jauh lebih baik dan lebih murah bagi miliaran orang, terutama bagi mereka yang saat ini tidak menerima perawatan kesehatan sama sekali.

Berkat algoritma belajar dan sensor biometrik, seorang warga desa miskin di negara terbelakang bisa datang untuk menikmati perawatan kesehatan yang jauh lebih baik melalui ponsel-cerdasnya dibandingkan apa yang didapatkan oleh orang terkaya di dunia hari ini dari rumah sakit perkotaan paling maju.

Demikian pula, mobil swa-kemudi dapat memberikan layanan transfortasi yang lebih baik kepada orang-orang, dan khususnya mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Hari ini hampir 1,25 juta orang terbunuh setiap tahun dalam kecelakaan lalu lintas (dua kali dari jumlah yang tewas akibat perang, kejahatan dan terorisme). Lebih 90 persen kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan manusia.

REVOLUSI TEKNOLOGI: Miliaran Manusia Mubazir Secara Ekonomis

Revolusi teknologi kemungkinan segera mendorong miliaran manusia ke luar dari pasar kerja, dan menciptakan klas baru yang sangat tidak berguna, yang mengarah ke pergolakan sosial politik yang tidak bisa ditangani oleh idiologi yang pernah ada. Semua pembicaraan tentang teknologi dan idiologi mungkin terdengar abstrak dan mengawang-awang, tetapi prospek pengangguran massal - atau pengangguran personal - yang sangat nyata membuat tidak ada satu pun orang akan bersikap masa bodoh.

Apa yang terjadi atas pasar kerja di tahun 2050? Secara umum disepakati bahwa pembelajaran mesin dan robotika akan mengubah hampir setiap lini pekerjaan - dari memproduksi yoghurt hingga mengajar yoga.

Sebagian orang percaya bahwa dalam satu atau dua dekade saja, miliaran orang akan menjadi mubazir secara ekonomis. Sebagiannya lagi berpendapat, dalam otomatisasi jangka panjang, manusia akan terus menghasilkan pekerjaan baru dan kemakmuran yang lebih besar untuk semua. Tapi kali ini tampaknya berbeda dengan revolusi industri yang pernah terjadi, dan pembelajaran mesin akan menjadi pengubah permainan yang nyata.

Terorisme

Teroris adalah ahli mengendalikan pikiran. Hanya sedikit yang terbunuh, tapi berhasil membuat takut milyaran manusia dan dapat menggungcang struktur politik.

Teroris menggelar adegan kekerasan yang mengerikan yang menangkap imajinasi kita dan mengubahnya melawan kita. Dengan membunuh segelintir orang, para tetoris membuat jutaan orang takut atas hidup mereka.

Terorisme adalah teater dengan dampak emosional. Bukan material. Teroris melakukan misi untuk mengubah keseimbangan politik kekuasaan melalui kekerasan, meski tidak memiliki pasukan.

Dalam terorisme ketakutan adalah cerita utama. Karena itu, tulis Harari, teroris menyerupai lalat yang mencoba menghancurkan sebuah toko cina. Lalat itu sangat lemah sehingga tidak bisa menggerakkan bahkan sebuah cangkir teh. Jadi bagaimana seekor lalat menghancurkan toko cina itu? Ia mencari seekor banteng, lalu masuk ke dalam telinganya, dan mulai berdengung. Banteng menjadi liar dengan diliputi rasa takut dan marah, dan menghancurkan toko cina itu. Inilah yang terjadi setelah 9/11, ketika fundamentalis islam.menghasut banteng Amerika untuk menghancurkan toko cina timur-tengah. Sekarang mereka berkembang di reruntuhan. Dan tidak kekurangan banteng pemarah di dunia.

Seorang teroris seperti penjudi yang memegang kartu yang sangat buruk di tangannya, yang mencoba meyakinkan para pesainnya untuk merobak kartu-kartunya. Dia tidak akan kehilangan apapun, tapi dia bisa memenangkan segalanya.

@AOS

SAINS & AGAMA

Empat ratus tahun yang lalu sains memasuki konflik dengan agama karena ia tampaknya mengancam tempat menyenangkan yang dimiliki manusia di dalam sebuah kosmos yang dirancang oleh Tuhan dengan bentukan penuh tujuan.

Revolusi yang dimulai oleh Copernicus dan diakhiri oleh Darwin mengandung efek yang memarginalisasikan, bahkan menyepelekan wujud manusia. Manusia tidak lagi dimasukan di pusat skema yang agung itu, tetapi diasingkan ke peran insidental dan tampaknya tanpa tujuan dalam sebuah drama kosmis yang acuh tak acuh, layaknya adegan ekstra tanpa skenario yang secara kebetulan diikutkan saja kedalam setting pengambilan film besar. 

Etos eksistensialis ini -- bahwa tidak ada signifikansi apapun dalam kehidupan manusia melampaui apa yang di investasikan manusia itu sendiri didalamnya -- telah menjadi leitmotif bagi sains. Demi alasan inilah orang awam memandang sains sebagai ancaman dan penurunan nilai: ia telah mengasingkan manusia dari alam semesta tempat mereka hidup.

LIBERALISME: Setelah itu Apa?

Pada tahun 1938, umat manusia ditawari tiga cerita global untuk dipilih: fasisme, komunisme, dan liberalisme. Pada tahun 1968, hanya tersisa dua: komunisme dan liberalisme. Dan pada tahun 1998, sebuah cerita tunggal yang bernama liberalisme tampaknya berlaku: di tahun 2018 kita menuju titik nol. Elit liberal yang mendominasi sebagian besar dunia kehilangan disorientasi. Ketidakmampuan melakukan pemeriksaan realitas, membuat pikiran melekat pada skenario bencana. Banyak kaum liberal takut bahwa Brexit dan kebangkitan Donald Trump menandakan akhir dari peradaban manusia.

Rasa disorientasi dan akan datangnya malapetaka diperburuk oleh kecepatan disrupsi teknologi yang makin cepat. Sistim politik liberal telah dibentuk selama era industri untuk mengelola dunia mesin uap, kilang minyak dan televisi. Sulit baginya untuk menghadapi revolusi yang sedang berlangsung dalam teknologi informasi dan bioteknologi.

Sejak tahun 1990 an, internet telah mengubah dunia mungkin lebih banyak dibandingkan faktor lainnya. Sistim demokrasi masih berjuang untuk memahami apa yang sedang menghantamnya, dan hampir tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi goncangan berikutnya, seperti munculnya AI.

Sebelum Tirai Diturunkan

Setelah memenangkan pertempuran idiologis dengan fasisme dan komunisme di akhir abad 20, liberalisme akhirnya menalukkan dunia dengan 3 paket utamanya: demokrasi, hak-hak asasi manusia, dan kapitalisme pasar bebas. Tapi sekarang, liberalisme terjebak dalam kemacetan? Pertanyaannya, kemana umat manusia akan pergi?

Liberalisme kehilangan kredibilitas tepat ketika revolusi kembar dalam teknologi informasi dan bioteknologi menghadapkan kita pada tantangan terbesar dari yang pernah dihadapi spesies kita. Penggabungan infotek dan biotek segera mendorong miliaran manusia keluar dari pasar kerja dan merusak kebebasan dan kesetaraan. Algoritma Big Data kemungkinan akan menciptakan kediktatoran digital dimana semua kekuatan terkonsentrasi di tangan segelintir elit sementara kebanyakan orang menderita bukan dari eksploitasi, tetapi dari sesuatu yang jauh lebih buruk: irelevansi.

Di zaman kebingungan ini, ketika cerita-cerita lama telah runtuh, dan tidak ada (belum ada) cerita baru yang muncul sejauh untuk menggantikannya, apa yang harus dilakukan dalam hidup? Keterampilan apa yang kita butuhkan? Apa yang dapat kita katakan tentang makna kehidupan hari ini?

KOSMOS

Di tengah alam semesta tua, yang dingin, kosong, dan hampa - planet biru pucat tempat kita hidup hanya noktah kecil yang berkelip dalam keluasan alam semesta yang tak berhingga. Kita berada di dunia Nebula, delapan miliar tahun cahaya dari Bumi, setengah jalan menuju tepi alam semesta yang kita ketahui. Dalam keluasan itu, adakah arti kegiatan manusia di planet ini? Masihkah kita mau mengatakan bahwa manusia itu istimewa, unik dan sakral?

Dari ratusan miliar Galaksi, masing-masing Galaksi rata-rata mengandung seratus miliar Bintang. Di semua Galaksi, jumlah Planet barangkali sebanyak jumlah Bintang, yaitu sekitar sepuluh miliar triliun. Mengingat jumlah yang demikian besar itu, berapa kemungkinan satu bintang biasa, yaitu Matahari punya Planet yang dihuni makhluk hidup? Jika ada makhluk cerdas boleh jadi telah berevolusi dan mengubah permukaan planet dengan struktur raksasa hasil teknologi. Apakah mereka sangat berbeda dari kita? Bagaimana bentuk, biokimia, neurobiologi, sejarah, politik, sains, teknologi, seni, musik, agama, filosofi mereka? Mungkin kelak kita akan menegenal mereka.

Dari jarak delapan miliar tahun cahaya, kita akan kesulitan menemukan gugus tempat Galaksi Bimasakti berada, apalagi menemukan Matahari dan Bumi. Satu-satunya planet yang kita yakini dihuni adalah setitik planet dari batuan dan logam, bersinar redup berkat pantulan cahaya Matahari, dan dari jarak sejauh itu tidaklah tampak sama sekali.

Planet kita satu dunia di antara begitu banyak dunia lainnya. Jenis kehidupan seperti kita tumbuh dan berevolusi di sini. Spesies manusia terbentuk di sini. Di planet inilah kata Carl Sagan, kita mengembangkan hasrat kita untuk menjelajahi Kosmos, dan di sinilah kita, dalam penderitaan dan tanpa jaminan, menentukan nasib kita.

*dalam satu detik, seberkas cahaya menempuh jarak 186.000 mil, hampir 300.000 kilometer.

@AOS

UANG, EMAS & PERAK

Kesehatan diubah menjadi keadilan ketika seorang dokter menggunakan uang yang dia peroleh untuk membayar seorang pengacara - atau untuk menyogok hakim.

Bahkan kita bisa mengubah sex menjadi keselamatan, seperti yang dilakukan para pelacur abad ke-15 ketika mereka tidur bersama laki-laki demi memperoleh uang, yang lantas mereka gunakan untuk membeli pengampunan dari Gereja Katolik.

Uang adalah revolusi mental, dan pengembangannya melibatkan penciptaan realitas antar-subyektif baru yang hanya ada dalam imajinasi bersama orang-orang.

Uang adalah apa pun yang orang-orang bersedia gunakan untuk melambangkan secara sistimatik nilai benda-benda lain demi bertukar barang dan jasa. Uang memungkinkan orang-orang membandingkan secara cepat dan mudah nilai komoditas yang berbeda-beda, secara mudah bertukar satu hal dengan hal lain, dan menyimpan kekayaan secara praktis.

Kebaikan dan Kejahatan

Gagasan tentang "Kejahatan" datang dari agama Dualistik. Mereka percaya bahwa keberadaan dua kekuatan yang bertentangan: kebaikan dan kejahatan. Dualisme mempercayai bahwa kejahatan adalah kekuatan mandiri, tidak diciptakan oleh Tuhan yang baik, ataupun tunduk kepada-Nya. Bahwa seluruh alam semesta adalah ajang pertempuran antara kedua kekuatan itu, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah bagian pergulatan keduanya.

Ketika muncul pertanyaan mendasar tentang eksistensi, "Mengapa ada kejahatan di dunia"?, "Mengapa ada penderitaan"?, "Mengapa hal-hal buruk terjadi kepada orang baik"? Para pengikut agama Monoteis sulit menjelaskan bagaimana Tuhan yang Maha Tahu, Maha kuasa dan Maha Baik membiarkan sedemikian banyak penderitaan di dunia. Jawaban pendek kemudian datang dari agama Dualisme bahwa itulah cara Tuhan memungkinkan adanya Kehendak Bebas Manusia. Bila tidak ada kejahatan, manusia tidak bisa memilih antara Kebaikan dan Kejahatan, sehingga tidak ada kehendak bebas. 

Kemerdekaan, Hak, dan Kesetaraan Hanya Imajinasi

Menurut sains biologi, manusia tidak "diciptakan". Manusia berevolusi. Dan manusia jelas tidak berevolusi sehingga menjadi setara. Gagasan kesetaraan terjalin erat dengan gagasan penciptaan.

Evolusi didasari perbedaan, bukan kesetaraan. Setiap orang membawa sandi genetik yang agak berbeda, dan sedari lahir terpapar pengaruh lingkungan yang berbeda. Ini menyebabkan perkembangan sifat-sifat berbeda yang memberikan kemungkinan bertahan hidup yang berbeda-beda.

Selain tidak pernah diciptakan, sains biologi tidak membahas "penciptaan" yang "mengaruniai" manusia apa pun. Hanya prosea evolusi yang buta, tanpa tujuan, menyebabkan kelahiran individu-individu.

Kemerdekaan, hak, dan kesetaraan adalah sesuatu yang diciptakan manusia dan hadir hanya dalam imajinasi.

Tanyakan Siapa Dirimu?

Jika sekiranya orang-orang Neanderthal atau Denisova masih hidup (ada dua teori yang menjelaskan kepunahan 2 spesies manusia purba itu) bersama-sama dengan Homo Sapiens, akan seperti apa agama-agama yang ada sekarang? Akankah kitab Kejadian menyatakan bahwa Neanderthal adalah keturunan Adam dan Hawa? Akankah Yesus mati untuk juga menebus dosa-dosa Denisova? Dan, akankah Qur'an mengatakan ada tempat di surga bagi semua manusia yang berbudi luhur, apapun spesiesnya?

Pertanyaan lainnya, jika Neanderthal atau Denisova masih hidup bersama-sama dengan Homo Sapiens, budaya, masyarakat, dan struktur politik macam apa yang mungkin muncul di dunia dimana beberapa spesies manusia hidup bersama?

Dan, seandainya manusia Neanderthal masih ada, masihkah kita membayangkan diri kita sebagai makhluk istimewa? Ketika selama 10.000 tahun belakangan ini, Homo Sapiens telah terbiasa menjadi satu-satunya spesies manusia sehingga susah bagi kita untuk membayangkan kemungkinan lain apa pun. Ketiadaan saudara-saudari kita menjadikan kita lebih mudah membayangkan bahwa kita adalah puncak penciptaan, dan ada jurang yang memisahkan kita dengan anggota-anggota kerajaan hewan lainnya.

Sisa-sisa terakhir homo Soloensis berasal dari sekitar 50.000 tahun silam: homo Denisova lenyap tak lama sesudahnya, Neanderthal pamit kira-kira 30.000 tahun silam: manusia katai terakhir musnah dari pulau Flores sekitar 12.000 tahun silam.

@AOS

EVOLUSI MANUSIA

Hewan-hewan yang sangat mirip manusia modern muncul pertama kali sekitar 2,5 juta tahun lalu.
Manusia purba merupakan hewan tak berarti dengan dampak terhadap lingkungan tak lebih besar daripada gorila, kunang-kunang, atau ubur-ubur.

Homo Sapiens - sama dengan spesies-spesies yang berevolusi - suka atau tidak suka, kita adalah anggota satu famili besar dan sangat berisik yang disebut KERA besar. Kerabat-kerabat terdekat kita yang masih ada adalah simpanse, gorila, dan orangutan. Simpanse adalah kerabat kita paling dekat.

Enam juta tahun yang lalu, satu Kera betina memiliki dua putri. Yang satu menjadi nenek moyang semua simpanse, yang satu lagi nenek moyang kita. Fakta gamblang ini tadinya merupakan salah satu rahasia yang paling terkunci rapat dalam sejarah.

Satu lagi rahasia: makna kata manusia sebenarnya adalah "hewan yang merupakan anggota genus Homo, dan pernah ada banyak spesies lain dalam genus ini selain Homo Sapiens".

Manusia pertamakali berevolusi di Afrika timur sekitar 2,5 juta tahun silam dari satu genus Kera yang lebih tua, Australopithecus, yang berarti "Kera Selatan".

Dentuman Besar

Sekitar 13,7 miliar tahun silam, zat, energi, waktu, dan ruang terlahir dalam apa yang dikenal sebagai ledakan besar. Kisah tentang bagian-bagian mendasar alam semesta kita ini disebut fisika.

Kira-kira 300.000 tahun setelah munculnya, zat dan energi mulai bergabung menjadi struktur-struktur kompleks, disebut atom, yang kemudian berkombinasi menjadi molekul-molekul. Kisah atom, molekul, dan interaksinya disebut kimia.

Lantas 3,8 miliar tahun lalu, di satu planet yang disebut bumi, molekul-molekul tertentu berpadu membentuk struktur-struktur amat besar dan rumit yang disebut organisme. Kisah organisme-organisme

Tiga revolusi penting membentuk jalannya sejarah: Revolusi Kognitif mengawali sejarah sekitar 70.000 tahun silam. Revolusi Pertanian mempercepat sejarah 12.000 tahun silam. Revolusi Sains, yang baru mulai berlangsung 500 tahun silam.
disebut biologi.

@AOS

Humanisme Liberal

Nubuat agama humanisme: manusia itu hakikatnya unik dan sakral, sangat berbeda dengan hewan dan fenomena lainnya. Keunikan ini menentukan makna segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Kebaikan tertinggi adalah kebaikan manusia. Semua humanis menyembah kemanusiaan. Tepatnya manusia.

Sekte humanisme liberal mempercayai bahwa kemanusiaan adalah suatu sifat individu manusia, dan bahwa kebebasan individu karenanya bersifat paling keramat.

Kaum liberal berpendapat hakikat sakral kemanusiaan dimiliki oleh setiap individu manusia. Inti dalam individu manusia memberi kita makna bagi dunia, dan merupakan sumber bagi semua kewenangan etis dan politik. Bila kita menghadapi dilema etis dan politik, kita harus menengok ke dalam diri dan mendengarkan suara nurani kita - suara kemanusiaan. Perintah-perintah utama humanisme liberal dimaksudkan untuk melindungi kebebasan nurani dari serbuan dan bahaya. 

Perintah-perintah ini secara kolektif disebut sebagai "hak-hak asasi manusia". Dan, karena itu, kaum liberal menolak penyiksaan dan hukuman mati.

Kini, postulat-postulat penting dari sekte humanisme liberal ini tlah dikoreksi oleh temuan-temuan sains kehidupan, antara lain, bahwa tidak ada "individu", yang ada, "dividual".

@AOS

Makna Kehidupan

Seperti nubuat para ahli biologi bahwa menjadi bahagia tidak lebih dan tidak kurang dari mengalami sensasi jasmani yang nikmat. Dan oleh karena biokimia kita membatasi volume dan durasi sensasi itu, maka satu-satunya cara agar orang mengalami tingkat kebahagiaan yang tinggi untuk jangka waktu lama adalah memanipulasi sistim biokimiawi kita.

Definisi kebahagiaan itu ditentang sejumlah pakar. Salah satunya Daniel Kahneman, peraih nobel di bidang ekonomi. Dalam penelitiannya Kahneman mendapati bahwa walaupun membesarkan anak sangat merepotkan, namun sebagian besar orangtua menyatakan bahwa anak-anak mereka merupakan sumber utama kebahagiannya.

Temuan lain menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah surplus momen nikmat dibandingkan momen tidak nikmat. Kebahagiaan justru terdiri atas memandang kehidupan seseorang secara keseluruhan sebagai bermakna dan berarti. Ada komponen kognitif dan etis penting dalam kebahagiaan. Hidup bermakna dapat luar biasa memuaskan bahkan di tengah kesusahan, sementara hidup yang tak bermakna adalah siksaan berat tidak peduli betapapun nyamannya.

Human Brain Proyek

Sebuah proyek revusioner yang sekarang sedang berjalan, yaitu upaya merancang sambungan dua arah langsung antara otak dan komputer yang akan memungkinkan komputer membaca sinyal-sinyal listrik otak manusia, dan pada waktu bersamaan memancarkan sinyal-sinyal yang otak pun bisa baca.

Proyek ini ingin menciptakan semacam Inter-otak-net, yaitu menautkan secara langsung beberapa otak satu sama lain melalui internet. Apa yang terjadi kepada konsep-konsep "diri" dan "identitas gender" bila akal budi menjadi kolektif? Bagaimana mengenal diri sendiri atau mengikuti mimpi bila mimpi itu tidak berada dalam akal budi anda melainkan dalam suatu wadah aspirasi bersama?

Siborg semacam ini tidak lagi akan menjadi manusia, atau bahkan organik. Dia telah menjadi sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Siborg ini akan menjadi makhluk secara mendasar berbeda sehingga kita bahkan tidak bisa memahami makna filosofis, psikologis, ataupun politiknya.

Membangkitkan Dinosaurus

Para ahli genetika tidak hanya ingin mengubah garis keturunan yang masih ada, tapi juga ingin membangkitkan makhluk yang sudah punah. Seperti
dinosaurus.

Satu tim ilmuwan berasal dari Rusia, Jepang dan Korsel telah memetakan genom mamut purba, yang ditemukan membeku di es siberia. Mereka berencana mengambil sel telur gajah masa kini yang telah dibuahi, menggantikan DNA gajah dengan DNA mamut hasil rekonstruksi, dan menanamkan telur itu di dalam rahim gajah. Setelah sekitar 22 bulan, mereka mengharapkan mamut akan lahir kembali sesudah 5.000 tahun.

Begitu juga kemungkinan membangkitkan kembali Neanderthal dengan cara menanam DNA Neanderthal hasil rekonstruksi ke dalam sel telur sapiens, sehingga menghasilkan anak Neanderthal pertama dalan 30.000 tahun.

Konon, bila kita bisa menghidupkan kembali Neanderthal, maka kita bisa menjawab sejumlah pertanyaan penting yang mengusik mengenai asal usul dan keunikan manusia: apa misalnya yang menghasilkan kesadaran seperti yang kita alami sekarang.

Lebih jauh lagi, merancang manusia yang lebih baik, bukan hanya fisiologi, sistim kekebalan, dan harapan hidup, tetapi juga kapasitas intelektual dan emosi kita.

Atau melakukan perubahan pada struktur otak internal yang dapat memicu Revolusi Kognitif kedua, yaitu menciptakan jenis kesadaran yang sepenuhnya baru, yang mengubah kita menjadi sesuatu yang sepenuhnya berbeda.

@AOS

Menakar Kebahagiaan

Apa sumber dari kebahagian? Materil, seperti kesehatan, makanan, dan kekayaan? Atau faktor-faktor sosial, etis, dan spiritual?

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, ahli-ahli psikologi dan biologi telah menjawab tantangan untuk mempelajari secara saintifik apa yang menjadikan orang benar-benar bahagia. Apakah uang, keluarga, genetika, atau barangkali kebajikan?

Definisi kebahagian yang umum diterima adalah "kesejahteraan subyektif", yaitu sesuatu yang saya rasakan di dalam diri, perasaan kenikmatan langsung atau pun kepuasaan jangka panjang tentang bagaimana hidup saya berlangsung.

Angket kesejahteraan subyektif biasanya meminta orang memberi nilai nol sampai sepuluh untuk persetujuan mereka terhadap pernyataan-pernyataan "Saya merasa puas dengan keadaan saya", "Saya merasa bahwa kehidupan saya sangat memuaskan", "Saya sangat optimis mengenai masa depan", dan "Hidup menyenangkan". Para peneliti kemudian menjumlahkan semua jawaban dan menghitung tingkat kesejahteraan subyektif umum orang yang ditanya. Angket semacam ini digunakan guna membuat korelasi kebahagian dengan berbagai faktor obyektif.

Kebahagiaan Kimiawi

Temuan para ahli biologi tentang "Kebahagiaan" sungguh mengejutkan. Mereka mengatakan bahwa dunia mental dan emosional kita diatur oleh mekanisme biokimiawi yang dibentuk oleh jutaan tahun evolusi. Seperti semua kondisi mental lainnya, kesejahteraan subyektif kita tidak ditentukan oleh parameter luar seperti gaji, hubungan sosial, ataupun hak-hak politik. Kesejahteraan subyektif justru ditentukan oleh sistim kompleks saraf, neuron, sinapsis, dan berbagai zat biokimiawi seperti serotonin, dopamim, dan oksitosin.

Tidak ada yang pernah jadi senang gara-gara memenangkan lotre, membeli rumah, mendapatkan kenaikan jabatan, atau bahkan menemukan cinta sejati. Orang-orang jadi bahagia gara-gara satu hal semata - sensasi-sensasi nikmat dalam tubuh mereka. Orang yang baru saja memenangkan lotre atau menemukan cinta dan melompat kegirangan sebenarnya tidak bereaksi terhadap uang atau kekasihnya. Dia bereaksi terhadap berbagai hormon yang melonjak dalam aliran darahnya, dan terhadap badai sinyal listrik yang menyambar-nyambar di antara bagian-bagian berbeda otaknya.

Kapitalis - Konsumeris

Sistim etika lama mengharuskan orang-orang melakukan hal yang cukup berat. Mereka dijanjikan surga, namun hanya bila mereka memiliki sifat welas asih dan toleransi, mengatasi perasaan ini-itu dan kemarahan, dan mengekang kepentingan egois. Itu terlalu berat bagi kebanyakan orang.

Sejarah etika adalah kisah sedih tentang gagasan-gagasan indah yang tidak seorang pun bisa ikuti sepenuhnya.

Sementara itu, kebanyakan orang masa kini sukses hidup dengan menjalani gagasan ideal kapitalisme-konsumeris. Etika yang baru menjanjikan surga dengan syarat orang kaya tetap serakah dan menghabiskan waktu mereka menghasilkan lebih banyak uang, dan massa dibebaskan mengikuti keinginan dan gairah mereka - membeli lebih dan lebih. Inilah agama pertama dalam sejarah yang para pengikutnya betul-betul melakukan apa yang diperintahkan. Tapi bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar akan mendapatkan surga sebagai ganjarannya? Kita telah melihatnya di televisi ...

@AOS

KAPITALISME & BENCANA KEMANUSIAN

Neraka kapitalisme bermula ketika orang Eropa menalukkan Amerika. Mereka membuka tambang emas dan perak serta mendirikan perkebunan tebu, tembakau dan kapas. Tambang dan perkebunan ini menjadi andalan produksi dan ekspor Amerika. Terutama perkebunan tebu.

Perkebunan tebu ini bisnis padat karya. Hanya sedikit orang yang mau bekerja lama di kebun-kebun tebu tempat malaria berkecamuk. Buruh kontrak akan menghasilkan barang yang tak terlalu mahal untuk dikonsumsi mahal. Para pemilik perkebunan dari Eropa, yang peka terhadap kekuatan pasar, dan serakah menginginkan laba dan pertumbuhan ekonomi, beralih ke budak.

Dari abad ke-16 sampai ke-17, sekitar 10 juta budak Afrika diimpor ke Amerika. Sekitar 70 persen bekerja di perkebunan tebu. Kondisi-kondisi perburuhan sungguh sangat mengerikan. Kebanyakan budak menjalani hidup yang singkat dan sengsara, dan jutaan lainnya mati dalam perang yang digelar untuk menangkap budak atau dalam perjalanan panjang dari pedalaman Afrika ke pesisir Amerika. Semua itu agar orang Eropa bisa menikmati teh manis dan permen - dan para cukong gula bisa menikmati laba besar.

REVOLUSI INDUSTRI


Revolusi Industri 1700 bermula dari gema dilubang-lubang tambang batu bara di Britania: bunyi itu memancar dari mesin uap.

Kemudian di abad ke-18, para pengusaha Britania memperbaiki efisiensi mesin uap, membawa ke luar dari lubang-lubang tambang, dan menghubungkanya ke mesin pintal dan mesin pemisah biji kapas. Ini merevolusi produksi kain, memungkinkan produksi semakin banyak kain yang murah. Dalam sekejap mata, Britania menjadi pabrik kain dunia.

Pada tahun 1825, seorang insinyur menyambungkan mesin uap ke serangkain gerbong tambang yang berisikan batu bara. Mesin itu menarik gerbong-gerbong menyusuri rel besi sepanjang 20 Km dari tambang ke pelabuhan terdekat. Itulah lokomotif bertenaga uap pertama dalam sejarah. Bila uap bisa digunakan mengangkut batu bara, mengapa tidak bisa barang-barang lain? Pada 15 september 1830, jalur kereta api komersial pertama dibuka, menghubungkan Liverpool dan Manchester.

KAPITALISME

Ekonomi modern - termasuk bank dan kreditnya bisa berkembang karena percaya akan masa depan. Kepercayaan merupakan satu-satunya penopang bagi sebagian besar uang di dunia.

Sementara ekonomi pra-modern susah maju karena tidak percaya akan masa depan yang lebih baik. Mereka berpikir, masa lalu mungkin lebih baik dari sekarang, atau setidaknya begitu-begitu saja. Tidak akan ada kemajuan. Sehingga "Kue" yang mau dibagi tidak pernah bertambah atau membesar.

Selama 500 tahun terakhir gagasan mengenai kemajuan semakin meyakinkan manusia akan masa depan. Kepercayaaan itu melahirkan kredit; kredit mendatangkan pertumbuhan ekonomi sungguhan; dan pertumbuhan memperkuat kepercayaan akan masa depan dan membuka jalan bagi kredit lebih banyak lagi. Kini ada sedemikian banyak kredit di dunia: pinjaman besar, berjangka panjang, dan berbunga rendah yang jauh melebihi pendapatan masa kini.

Adam Smith, ekonom dari Skotlandia, pada 1776, menerbitkan buku yang bertajuk: The Welth of Nation. Dalam buku ini Smith mengajukan argumen berikut: ketika seorang tuan tanah, penenun, atau pembuat sepatu memperoleh laba lebih besar daripada yang dia butuhkan untuk menafkahi keluarganya sendiri, dia menggunakan kelebihan itu untuk mempekerjakan lebih banyak asisten, guna semakin meningkatkan labanya. Semakin banyak laba yang dia peroleh, semakin banyak asisten yang bisa dia pekerjakan. Kesimpulannya, peningkatan laba pengusaha swasta adalah dasar peningkatan kekayaan dan kemakmuran kolektif.

Eropa dan Tatanan Global

Menurut sejarah, pada awal abad ke-15 atau sebelumnya, E
ropa belum menjadi tandingan kekuatan-kekuatan besar Asia. Nanti pada akhir abad ke-15, Eropa menjadi pusat perkembangan militer, politik, ekonomi, dan budaya. Dan berhasil menalukkan Amerika dan merebut supremasi di laut terutama karena kekuatan-kekuatan Asia tidak berminat terhadap Amerika dan laut.

Era modern awal adalah zaman keemasan bagi kesultanan Osmani di laut tengah, kerajaan Shafavi di Persia, kesultanan Mughal di India, dan dinasti-dinasti Ming dan Qing di Tiongkok. Semuanya memperluas wilayah secara signifikan dan menikmati pertumbuhan demografi serta ekonomi yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pada 1775, 80% ekonomi dunia berputar di Asia.

Pusat kekuasaan global baru bergeser ke Eropa antara 1750 dan 1850, ketika orang-orang Eropa mempermalukan kekuatan-kekuatan Asia dalam serangkaian perang dan menalukkan wilayah-wilayah luar di Asia. Pada 1900 orang-orang Eropa mengontrol ketat ekonomi dunia dan sebagian besar wilayah di dunia. Pada 1950 Eropa barat dan Amerika sama-sama memegang lebih daripada separo produksi global, sementara porsi Tiongkok telah berkurang menjadi lima persen. Di bawah kendali Eropa, muncul tatanan global dan kebudayaan global baru.

@AOS

ANGELINA JOELI & ALGORITMA KESEHATAN

Pada 14 mei 2013, aktris Angelina Joeli menerbitkan sebuah artikel di New York Times tentang keputusan menjalani mastektomi ganda. Joeli sudah hidup selama bertahun tahun dibawah bayang bayang kangker payudara karena ibu dan neneknya meninggal akibat penyakit itu pada usia yang relative muda. Joeli sendiri benar benar melakukan tes genetika yang mengonfirmasi dia membawa mutasi berbahaya gen BRCA1. Menurut survey survey statistic mutakhir, perempuan yang membawa mutasi ini kemungkinan 87% mengembangkan kangker payudara. Sekalipun pada saat itu Joeli tidak mengidap kangker, dia memutuskan untuk melakukan tindakan preventif mematikan penyakit itu dan menjalani mastektomi ganda. “Saya memilih untuk tidak merahasiakan kisah pribadi saya karena ada banyak perempuan yang tidak tahu bahwa mereka mungkin hidup dibawah bayang-bayang kangker. Harapan saya juga mereka akan mampu menjalani pemeriksaan gen, dan jika mereka mengalami resiko tinggi, mereka juga akan tahu bahwa mereka memiliki pilihan-pilihan yang kuat”.

Memutuskan apakah menjalani mastektomi atau tidak adalah pilihan sulit dan berpotensi fatal. Diluar ketidaknyamanan, bahaya, dan biaya finansial dari operasi serta perawatan lanjutannya, keputusan ini bisa membawa pengaruh yang sangat jauh pada kesehatan, citra tubuh, keadaan emosional, dan hubungan-hubungan seseorang. Pilihan Joeli dan keberanian yang dia ungkapkan kepada publik, mengguncang dan mendatangkan pujian serta kekaguman internasional bagi dia. Secara khusus banyak yang berharap publikasi itu akan meningkatkan pengetahuan orang tentang kedokteran genetika dan potensi manfaatnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kebebasan Informasi

Sebagaimana kaum kapitalis bercaya bahwa semua hal yang baik bergantung pada pertumbuhan ekonomi sehingga para Datais juga percaya bahwa semua hal yang baik - termasuk pertumbuhan ekonomi - bergantung pada kebebasan informasi. Mengapa Amerika Serikat tumbuh lebih cepat dari USSR? Karena informasi mengalir lebih bebas di Amerika Serikat. Mengapa orang Amerika lebih sehat, lebih kaya, dan lebih bahagia ketimbang orang Iran atau Nigeria? Berkat kebebasan informasi. 
Jadi, jika kita ingin menciptakan sebuah dunia yang lebih baik, kuncinya adalah membebaskan data.

Kita sudah melihat bahwa Google bisa mendeteksi epidemi baru lebih cepat dari organisasi kesehatan tradisional, tetapi hanya jika kita memberinya akses bebas ke informasi yang kita produksi. Demikian pula data yang bebas mengalir bisa mereduksi polusi serta limbah, misalnya dengan merasionalisasi sistem transportasi. Pada tahun 2010, jumlah mobil pribadi di dunia melebihi 1 miliar, dan angkanya terus tumbuh. Mobil-mobil ini mengotori planet dan membuang-buang sumber daya yang besar, minimal dengan keharusan menyediakan jalan yang lebih lebar dan ruang parkir yang lebih banyak. Orang menjadi begitu terbiasa dengan kenyamanan transportasi pribadi sehingga mereka tak mungkin mau naik bus atau kereta api. Namun, para Datais menunjukkan bahwa yang benar-benar diinginkan orang adalah mobilitas bukan mobil pribadi, dan sistem pemrosesan data yang baik bisa menyediakan mobilitas ini jauh lebih murah dan efisien.

Saya memiliki mobil pribadi, mobil itu lebih banyak menganggur di parkiran kantor saya. Pada hari-hari biasa, saya masuk ke mobil pada pukul 08.04, lalu menyetir satu jam an ke kantor, tempat saya memarkir mobil seharian. Pada pukul 18.11 saya kembali ke mobil, mengendarai satu jam an pulang ke rumah, dan begitulah seterusnya. Jadi, saya menggunakan mobil hanya dua jam an sehari. Mengapa saya perlu menyimpannya selama 22 jam? Mengapa tidak menciptakan sistem pangkalan mobil pintar, yang dijalankan oleh algoritma komputer? Komputer itu akan tahu bahwa saya perlu meninggalkan rumah pada pukul 08.04 dan akan menuju mobil otonom terdekat untuk menjemput saya pada waktu yang tepat. Setelah menurunkan saya di kantor, mobil itu bisa digunakan untuk tujuan lain, bukan menunggu di parkiran. Pada pukul 18.11 tepat, saat saya meninggalkan kantor, mobil komunal lain akan berhenti tepat di samping saya, dan membawa saya pulang. Dengan cara ini, 50 juta mobil otonom komunal bisa menggantikan 1 miliar mobil pribadi, dan kita juga membutuhkan lebih sedikit jalan, jembatan, terowongan, dan ruang parkir. Asalkan, tentu saja, saya menanggalkan privasi saya dan membolehkan algoritma selalu tahu di mana saya dan ke mana saya ingin pergi.
#HomoDeus

@AOS

Wednesday, August 21, 2019

Menemukan Makna Kita dalam Aliran Data

Setiap hari kita menyerap data tak terhitung jumlahnya melalui surel, telepon, dan artikel. Kita tidak benar-benar tau dimana kedudukan kita dalam skema hal-hal yang lebih besar, atau bagaimana tumpukan data kita terhubung dengan tumpukan data lain yang dihasilkan oleh miliaran manusia lain dalam komputer.

Aliran data tanpa henti ini memicu penemuan dan guncangan baru yang tak seorang pun merencanakan, mengendalikan, atau memahaminya. Tak seorang pun memahami bagaimana ekonomi global berfungsi atau kemana politik global akan menuju. Memang tak seorang pun perlu memahaminya. Yang perlu kita lakukan hanyalah menjawab surel lebih cepat dan membolehkan sistim membacanya. Sebagaimana kaum kapitalis pasar bebas percaya pada kekuasaan pasar yang tak terlihat, kaum datais juga percaya pada kekuasaan tak terlihat aliran data.

Punahnya Demokrasi Politik

Dalam skenario tekno-humanisme dan dataisme, diramalkan demokrasi politik akan punah paling cepat dalam dua dekade ke depan atau paling lambat di abad-22. Kenapa punah?

Sebagaimana kapitalisme dan komunisme, demokrasi dan kediktatoran juga pada dasarnya merupakan dua mekanisme yang bersaing dalam hal mengumpulkan dan menganalisa informasi. Kediktatoran menggunakan metode pemrosesan terpusat, sedangkan demokrasi memilih pemrosesan terdistribusi. Demokrasi berjaya, karena pemrosesan data yang terdistribusi berjalan lebih baik.

Di abad-21 pemrosesan data berubah lagi. Ketika volume dan kecepatan data meningkat, institusi yang diagung-agungkan seperti pemilihan umum, partai politik, dan parlemen mungkin menjadi usang - bukan karena tidak etis, melainkan karena semua itu tidak bisa cukup efisien memproses data. Institusi-institusi itu berkembang pada era ketika politik bergerak lebih cepat ketimbang teknologi.