Tuesday, November 27, 2018

The Power of Now

oleh: Eckhart Tolle
 
” Jangan mencari keadaan lain selain keadaan yang anda alami sekarang; jika tidak, anda akan membangkitkan konflik dan penolakan bawah sadar dalam diri anda. Ampuni diri anda karena tidak merasa damai. Saat anda sepenuhnya merasakan kegelisahan anda, kegelisahan anda akan berubah menjadi kedamaian. Segala sesuatu yang anda terima sepenuhnya akan membawa anda kesana, akan membawa anda kedalam kedamaian. Inilah keajaiban penyerahan”

Sebuah tulisan spiritual modern yang luar biasa, “The Power of Now” pertama kali diterbitkan di kanada, ketika diluncurkan di amerika serikat, tak diduga buku ini menjadi hit dan membuat Eckhart Tolle menjadi seorang guru yang banyak dicari.

The Power of Now secara intens befokus pada masalah yang kita hadapi hari ini dan sosok diri kita sekarang ini. Ini mungkin buku yang paling praktis dari semua buku panduan praktis, kesuksesan atau spiritual, karena buku ini menolak kecenderungan umum kita untuk membayangkan suatu masa depan yang gemerlap tanpa sungguh-sungguh menggenggam waktu sekarang.

Buku ini juga merupakan sintesis pemikiran agama-agama yang sudah ada dan tradisi lainnya dan memuaskan kerinduan abad 21 untuk berpikir melampaui batas2 agama konvensional, dan mengakui pada dasarnya semua agama mengutarakan hal yang sama.

Peradaban kita dibangun berdasarkan pencapaian pikiran, dan banyak diantaranya yang luar biasa. Kita biasanya keliru memandang pikiran kita, yang berada dalam keadaan terus menerus berpikir sebagai kita. Tetapi ada “makhluk” dibalik pikiran kita yang merupakan “Aku” yang sesungguhnya. Menyelaraskan diri denganNya membuat kita bisa mengendalikan pikiran kita dan menempatkan emosi ke dalam sudut pandang yang tepat.

Sebelum kita memiliki kendali atas pikiran kita, pikiran itu yang mengendalikan kita. Pikiran terus bercakap-cakap dengan dirinya sendiri dan ini sulit untuk dihentikan. Pikiran punya banyak pendapat, tetapi semua pendapat itu biasanya didasari pada apa yang telah terjadi di masa lalu. Akibatnya kita jadi sulit untuk merasakan hal2 yang ada diwaktu sekarang sebagai sesuatu yang baru. Terus menerus berpikir membuat kita tidak bisa menikmati waktu sekarang.

Kita harus mulai menempatkan pikiran kita ke sudut pandang yang tepat, yaitu dengan mengamati apa yang ia katakan dan pikirkan, menjadi saksi lautan pikiran dan emosi yang bergulung-gulung yang kita rasakan setiap hari. Kita tentu saja akan menggunakan pikiran untuk memecahkan masalah dan bertahan hidup, tetapi dengan mengamatinya secara objektif dan merengkuh diri kita yang sesungguhnya yang ada di balik pikiran tersebut, maka kita sedang mengambil satu langkah terpenting menuju tercapainya pencerahan, Jika kita bisa diam dan menghentikan benak kita dari berpikir, meski hanya sejenak, kita tidak akan masuk dalam keadaan melamun atau koma. Hal berlawanan akan terjadi, kita akan mendapat pemahaman tiba2 tentang waktu sekarang dan tentang segala sesuatu yang ada di sekitar kita, dan tiba2 kita merasa lebih menyatu.

Hukum dasar Tolle adalah bahwa semakin kita menolak situasi kita sekarang ini, semakin menyakitkan rasanya. Menunggu dan menanti hari dimana kita akan bahagia atau kaya misalnya, hanya akan membuat penolakan tehadap situasi sekarang ini jadi semakin kuat. Pikiran bahwa kita bisa berada di tempat lain dengan seseorang yang lain, melakukan sesuatu yang lain, bisa merubah kehidupan kita menjadi sebuah neraka. Kita harus menerima kebencian kita terhadap situasi kita sekarang sebagai bagian dari situasi tersebut, menerima dan memaafkan. Tetapi jangan terus menerus berkata pada diri sendiri “ini tidak terjadi, tidak mugkin”.

Tolle menantang kita untuk memikirkan waktu sekarang, yang sebenarnya bebas dari masalah. Masalah hanya eksis ketika saatnya tiba, maka semakin kita hidup di waktu sekarang semakin sedikit kehidupan yang kita berikan untuk masalah tersebut. Jangan memberikan penilaian terhadap berbagai situasi, sehingga situasi tersebut bukan lagi situasi yang baik atau buruk, melainkan hanya situasi. 

Tahanlah rasa takut kita dan jangan berlama-lama membenci situasi tersebut, maka kita akan menemukan bahwa ada solusi yang muncul. Dengan rileks membuat kita jadi lebih mudah meraih keberhasilan dalam berbagai situasi kehidupan kita. Kita menerima berbagai hal yang muncul dan cepat beadaptasi dengan mereka, tidak remuk ketika hal-hal tidak terjadi seperti yang direncanakan.

Ketika kita jatuh cinta, orang yang kita cintai membuat kita merasa utuh, tetapi kelemahannya adalah tumbuh ketergantungan terhadap orang tersebut dan takut pada segala kemungkinan kehilangan dirinya. Ego memiliki kebutuhan akan keutuhan, tetapi relasi yang romantis bukan tempat yang tepat untuk mencari keutuhan karena akan membuat diri kita tergantung pada sesuatu atau seseorang diluar diri kita. Kita semua memiliki kepedihan dalam diri kita yang tampaknya jadi sembuh saat kita jatuh cinta, padahal kepedihan itu masih ada di sana dan terasa kembali ketika bulan madu sudah selesai.

Tujuan relasi jangka panjang bukan untuk membuat kita merasa bahagia atau lengkap, melainkan untuk mengeluarkan kepedihan yang ada di dalam diri kita sehingga kepedihan itu bisa diubah; untuk mebuat kita menjadi lebih sadar. Dan jika kit menerima hal ini kita akan pindah ke level lain, dan relasi itu akan berkembang dengan wajar, bebas dari pengharapan kita yang tidak riil.

Jika relasi kita tampak seperti “drama gila”, alih2 berusaha lari dari relasi ini, kita justru harus masuk lebih dalam lagi untuk menerima kenyataan ini. Relasi intim tidak pernah lebih sulit dari yang sekarang ada, tetapi relasi tersebut mungkin juga menawarkan peluang terbesar untuk memperoleh kemajuan spiritual.
Alih2 menampilkan rencana besar untuk meraih sukse, buku ini meminta kita untuk lebih hadir dalam rutinitas sehari-hari, apakah kita bisa memberi arti untuk setiap momen. Apakah ada yang perlu disesalkan kecuali bahwa kita tidak lebih hadir dalam situasi, atau lebih “ada” dalam relasi sekarang yang sudah hilang?

Sebagian penyakit mental disebabkan karena tidak mampu menghentikan percakapan internal. Sebaliknya orang yang memiliki kesehatan mental yang sangat baik akan mampu mendiamkan pikiran mereka, dan dari keheningan ini, ia mengakses diri yang sesungguhnya yang menawarkan solusi yang sempurna untuk masalah kita.

Buku ini adalah salah satu buku yang paling praktis untuk mengubah kehidupan kita dengan cara yang bisa dipergunakan terus menerus.

No comments:

Post a Comment