Wednesday, August 21, 2019

Watson-IBM

Katanya kalau masih berharap anaknya menjadi dokter dalam 20 tahun ke depan perlu dipikir ulang. Kenapa? Karena benda "ajaib" ini: Watson-IBM.

Watson sekarang digadang2 untuk melakukan pekerjaan yang lebih serius, terutama dalam mendiagnosis penyakit. Sebuah AI seperti Watson memiliki keunggulan yang besar atas dokter manusia.

Pertama, sebuah AI bisa menyimpan dalam bank datanya informasi tentang segala penyakit dan obat yang pernah diketahui dalam sejarah. Ia juga bisa memperbaharui bank datanya setiap hari, tidak hanya temuan-temuan riset baru, tetapi juga statistik medis dari setiap klinik dan rumah sakit yang terhubung di seluruh dunia.

Kedua, Watson akan segera mengenal tidak hanya seluruh gen dan sejarah medis kita hari demi hari, tetapi juga gen-gen dari sejarah medis orang tua kita, saudara-saudara, sepupu-sepupu, tetangga-tetangga, dan teman-teman kita. Watson akan tahu dengan cepat apakah kita mengunjungi negara tropis belum lama ini, apakah infeksi perut kita kambuh lagi, apakah ada kasus-kasus kanker usus dalam keluarga, atau apakah orang-orang di seantoro kota mengeluh sakit diare pagi ini?

Ketiga, Watson tidak pernah lelah, lapar, atau sakit, dan akan bersama kita sepanjang waktu. Watson akan menjawab ratusan pertanyaan kita dan memberitahu persis apa yang kita rasakan.

Masa Depan Pengacara: Dunia Baru Hukum di Era Digital dan Otomatisasi

Kita tengah memasuki masa transformasi radikal dalam dunia hukum—perubahan yang jauh lebih besar dan cepat dibandingkan dua abad terakhir. Profesi hukum, yang selama ini dikenal sebagai institusi konservatif, kini menghadapi gelombang disrupsi teknologi dan tekanan global yang tidak dapat dihindari.

Dalam Tomorrow’s Lawyers, Richard Susskind memetakan revolusi ini dengan ketajaman visi yang kini semakin terbukti kebenarannya. Buku ini tidak hanya menjadi semacam "peta jalan" bagi para pengacara muda dan calon profesional hukum, tetapi juga bagi regulator, pendidik hukum, dan pemimpin firma yang ingin tetap relevan dalam dekade mendatang.

THE END OF ADVOCATE: Masa Depan Profesi Hukum di Era AI

Kita tengah berdiri di ambang sebuah revolusi peradaban yang sangat besar. Manusia berada dalam risiko kehilangan nilai ekonomi tradisionalnya karena kecerdasan (intelligence) kini mulai bisa dipisahkan dari kesadaran (consciousness).

Saat ini, kita sedang mengembangkan bentuk-bentuk baru kecerdasan non-sadar—yakni algoritma dan sistem pembelajaran mesin—yang mampu melakukan tugas-tugas berbasis pengenalan pola secara jauh lebih efektif dan efisien dibanding manusia. Ini termasuk membaca teks hukum, menilai kredibilitas saksi, hingga menyusun kontrak yang kompleks. Evolusi organik selama jutaan tahun telah menciptakan otak manusia yang sadar, namun evolusi teknologi—terutama AI inorganik—tengah mengarah ke bentuk super-inteligensia yang bisa melampaui keterbatasan kesadaran biologis.

DARI INDIVIDU KE DIVIDUAL: Mitos Kesatuan Diri dalam Era Bio-Algoritma

Selama berabad-abad, fondasi dari sistem moral, politik, dan hukum di dunia modern — khususnya dalam tradisi liberalisme — adalah keyakinan bahwa manusia adalah makhluk individu yang utuh, unik, dan tak terbagi. Ide tentang individualitas ini mendasari pemikiran bahwa setiap orang memiliki suara batin yang autentik, semacam pusat kendali yang merupakan dirinya yang sejati. Dalam sistem liberal, suara itu — yang kita sebut “hati nurani” atau “diri autentik” — menjadi sumber dari nilai-nilai, makna hidup, dan hak-hak asasi. Siapa pun tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada individu, karena hanya individu itu sendiri yang tahu apa yang terbaik bagi dirinya.

"Kehendak Bebas" Vs. "Proses Biokimia Otak"

Pada abad 18, manusia seperti sebuah kotak hitam misterius. Kita tidak tau betul bagaimana sistim kerja di dalam tubuh manusia.

Dalam abad lalu, ketika para ilmuwan bisa membuka kotak hitam manusia, mereka menemukan bahwa tidak ada yang namanya "jiwa", tidak ada kehendak bebas - juga tidak "diri" - yang ada hanya gen-gen, hormon-hormon, neuron-neuron yang mematuhi hukum fisika dan kimia yang sama dengan mengatur seluruh realitas lainnya.

Kini ketika para sarjana bertanya mengapa seorang pria menarik pisau dan menusuk.seseorang sampai mati, jawaban "karena dia memilih untuk melakukannya" tidak memadai lagi.

Para ahli genetika dan ilmuwan otak memberi jawaban yang lebih terperinci. "Dia melakukan itu karena ada suatu proses elektrokimiawi dalam otak, yang dibentuk oleh susunan genetik tertentu, yang merefleksikan tekanan-tekanan evolusi kuno bercampur dengan mutasi-mutasi kebetulan".

Proses elektrokimiawi otak yang menghasilkan pembunuhan itu bisa deterministik, acak, atau kombinasi dari keduanya, tetapi semuanya tidak ada yang bebas.

DARI WAHYU KE ALGORITMA: Di mana Pusat Perubahan Abad XXI Akan Berkembang?

Jika kita menoleh ke belakang dan bertanya: apa penemuan atau kreasi paling berpengaruh di abad ke-20? Maka kita segera tenggelam dalam banjir jawaban. Abad ke-20 adalah abad yang ditandai oleh ledakan pengetahuan, revolusi teknologi, dan transformasi sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jawaban atas pertanyaan itu terlalu banyak untuk dihitung dan terlalu beragam untuk dipilih satu sebagai yang paling unggul.

DARI NASKAH KOSMIS KE KEKOSONGAN MODERN: Perjalanan Manusia dari Makna Ke Kekuasaan

Selama ribuan tahun, umat manusia hidup dalam bayang-bayang sebuah naskah kosmis. Segala yang terjadi — dari kemenangan dan cinta, hingga perang, bencana, dan wabah — dipahami sebagai bagian dari suatu drama agung yang ditulis oleh kekuatan adikodrati: Tuhan, takdir, Dharma, atau hukum alam semesta. Dalam naskah ini, manusia bukanlah penulis, bukan pula pengarah. Kita adalah pemeran, mungkin kecil, tetapi penting, dalam sebuah panggung eksistensial yang lebih besar dari kehidupan itu sendiri.