Wednesday, August 21, 2019

Watson-IBM

Katanya kalau masih berharap anaknya menjadi dokter dalam 20 tahun ke depan perlu dipikir ulang. Kenapa? Karena benda "ajaib" ini: Watson-IBM.

Watson sekarang digadang2 untuk melakukan pekerjaan yang lebih serius, terutama dalam mendiagnosis penyakit. Sebuah AI seperti Watson memiliki keunggulan yang besar atas dokter manusia.

Pertama, sebuah AI bisa menyimpan dalam bank datanya informasi tentang segala penyakit dan obat yang pernah diketahui dalam sejarah. Ia juga bisa memperbaharui bank datanya setiap hari, tidak hanya temuan-temuan riset baru, tetapi juga statistik medis dari setiap klinik dan rumah sakit yang terhubung di seluruh dunia.

Kedua, Watson akan segera mengenal tidak hanya seluruh gen dan sejarah medis kita hari demi hari, tetapi juga gen-gen dari sejarah medis orang tua kita, saudara-saudara, sepupu-sepupu, tetangga-tetangga, dan teman-teman kita. Watson akan tahu dengan cepat apakah kita mengunjungi negara tropis belum lama ini, apakah infeksi perut kita kambuh lagi, apakah ada kasus-kasus kanker usus dalam keluarga, atau apakah orang-orang di seantoro kota mengeluh sakit diare pagi ini?

Ketiga, Watson tidak pernah lelah, lapar, atau sakit, dan akan bersama kita sepanjang waktu. Watson akan menjawab ratusan pertanyaan kita dan memberitahu persis apa yang kita rasakan.

Ancaman ini bukan hanya bagi praktisi umum, melainkan juga ahli. Malah katanya lebih mudah mengganti dokter spesialis di bidang yang sangat khusus. Misalnya diagnosis kanker.

Sebuah eksperimen menyimpulkan bahwa sebuah algoritma komputer bisa mendiagnosis dengan benar 90% kasus kanker paru-paru. Sementara para dokter manusia memiliki tingkat keberhasilan hanya 50%.

Begitu juga di bidang farmasi yang dijalankan oleh robot-robot.

Watson juga bisa dengan tepat mengetahui emosi/perasaan manusia. Ini berkat data statistik yang dikumpulkan dari jutaaan hubungan sosial. Watson misalnya bisa dengan tepat memberitahu kita apa yang perlu kita dengarkan dengan nada suara yang tepat.

@AOS

No comments:

Post a Comment