Tuesday, August 28, 2012

Bersikap Ikhlas Memperpanjang Usia

Oleh : Deepak Chopra

Berdasarkan survey atas orang yang usianya tergolong panjang, lebih dari 90 tahun, ternyata hasilnya bukanlah apa yang biasa kita ketahui mengenai prinsip prinsip umum yang dapat membantu kita semua untuk menjalani hidup lebih lama, seperti diet, olahraga, tidak merokok atau tidak minum alkohol. Ternyata penjelasan yang paling umum yang dikemukakan oleh sebagian besar manula kita untuk hidup lebih lama adalah kemampuan mereka untuk bersikap ikhlas.

Orang yang berumur panjang mempunyai fleksibilitas dan daya untuk pulih ketika menghadapi perubahan dalam hidup yang tidak terelakkan. Bila kita hidup lebih dari 100 tahun, kemungkinan besar kita telah mengalami banyak tantangan dan kerugian, sekalipun demikian kaum manula super ini mampu melewati kesulitan dan melanjutkan kehidupan mereka. Mereka melepaskan pegangan mereka pada pengalaman yang tidak berguna bagi mereka. Mereka mengikhlaskan dan melanjutkan perjalanan.

Dari perspektif Ayurveda, kemampuan untuk menghadapi dengan apa yang terjadi tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang membekas adalah gejala dari kekuatan mencerna yang hebat, dalam bahasa sansekerta disebut Agni. Pernyataan “kekuatan mencerna”  berlaku tidak hanya kemampuan untuk mencerna makanan tetap untuk mencerna semua pengalaman dalam hidup. Agni adalah akar kata bahasa inggris ignite (menyulut,menyalakan) merujuk pada kekuatan api untuk memetabolisme benda. Kalau kekuatan pencernaan kita hebat, kita mampu mengambil sari yang diperlukan dari pengalaman apapun dan menghilangkan apapun yang tidak berguna. Agni yang hebat membuat kita mampu mencerna apa yang dihadirkan hidup tanpa menyisakan residu yang belum diproses, yang menghambat kemampuan kita untuk menerima hidup sepenuhnya. Kekuatan mencerna yang ampuh merupakan sifat penting dari orang yang berumur panjang menjalani hidup sehat.

Belajar bersikap ikhlas penting karena hidup adalah proses perubahan dan transformasi terus menerus. Mencoba menghentikan perubahan dengan tetap bertahan adalah melawan kekuatan evolusi alami. Akhirnya alam akan mempunyai jalannya sendiri, dan perjuangan kita melawan sungai kehidupan akan merugikan fisiologi kita. Penolakan terhadap keausan mempercepat proses penuaan. Meninggalkan sikap menolak dan menerima perubahan membalik proses penuaan.

Belajar bersikap ikhlas tidak berarti melepaskan kehendak kita. Kehendak dan keinginan kita mengatur perjalanan hidup kita dan menjadi katalisator pengalaman yang kita perlukan untuk mengalami evolusi ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Fleksibilitas tidak memerlukan mengikhlaskan kehendak. Akan tetapi, fleksibilitas menuntut sikap ikhlas dari ikatan kita pada hasil yang spesifik. Kita tidak dapat mengendalikan hasil dari suatu situasi, dan mempertahankan secara kaku ide kita mengenai bagaimana seharusnya suatu berlangsung, menyebabkan ketegangan otot, stress, dan penuaan. Kalau tampaknya hasil yang kita kehendaki bukan yang terwujud, ingatlah pernyataan di bawah ini, yang kita pelajari daria guru spiritual.

Kalau keadaan tampaknya tidak seperti yang saya harapkan, saya melepaskan ikatan mengenai bagaimana seharusnya keadaan terjadi, percaya bahwa saya tidak melihat keadaan keseluruhan. Bila saya mengetahui keadaan keseluruhan, saya akan memahami bahwa ada alasan mengapa kejadiannya seperti itu, dan bahwa kosmos mempunyai rencana yang jauh lebih besar untuk saya ketimbang apapun yang dapat saya bayangkan.

Bersikap ikhlas melepaskan diri kita dari hasil merupakan dasar dari kekuatan asli dan menawarkan satu satunya kemungkinan nyata dari keamanan. Melepaskan dari hasil tertentu berasal dari rasa percaya pada kecerdasan alam semesta dan hubungan kita dengannya. Ini termasuk kemauan untuk melangkah ke dalam yang tidak diketahui – bidang dari segala kemungkinan. Ini adalah arti sebenarnya dari fleksibilitas. Mengingatkan diri pada yang diketahui, adalah ikatan ke masa lalu. Masa lalu adalah stabilitas. Masa lalu adalah kelambanan. Masa lalu adalah degradasi. Masa lalu adalah stagnasi. Mengikat diri pada yang diketahui – mengingatkan diri pada masa lalu – mempercepat proses penuaan.

Sebagian besar orang menghabiskan seluruh hidup mereka mencari keamanan dengan mengikatkan diri. Mengikatkan diri biasanya pada posisi dan sesuatu yang dimiliki. Karena pengikatan diri ini jarang membawa keamanan atau kebahagiaan, orang sering percaya masalah mereka adalah mereka perlu posisi yang lebih tinggi atau memiliki lebih banyak lagi. Percakapan internal berlangsung mirip seperti ini: ”Seandainya  saya punya lebih banyak uang....seandainya saya mempunyai pekerjaan yang lebih baik….seandainya saya memiliki hubungan yang lebih mencintai.…maka saya akan merasa aman dan bahagia.”Uang, posisi, kepemilikan, dan gelar merupakan simbol dari keamanan. Simbol dari keamanan tidak dapat menggantikan keamanan yang sebenarnya, yang hanya dapat berasal dari dalam diri sendiri.

Kebalikannya, menemukan keamanan yang asli dan langgeng bersasal dari pasrah pada kebijaksanaan ketidakpastian. Ini berarti  memelihara sikap batin ingin tahu dan mau menerima. Ini berarti melepaskan diri dari hasil tertentu dan mengembangkan sikap mental bahwa apa pun yang terjadi adalah hasil yang paling evolusioner pada waktu itu. Tingkat fleksibilitas ini, ketika kita mampu menerima sesuatu yang tidak diketahui dan melepaskan diri dari hasil tertentu, membalik proses penuaan.

Sumber: Henkykuntarto’s Blog -Wellcome to my spiritual blog

3 comments:

  1. bersikap ikhlas memiliki ikatan erat dengan senyawa yang mempengaruhi kedamaian bathin. tulisan yang sangat bermanfaat.
    wasallam,
    bimbel online gorontalo

    ReplyDelete
  2. Penerapannya kadang susah, kadang gampang.
    Hati Manusia bisa berubah-rubah, sama kaya Google.
    Terimakasih untuk artikelnya.
    Sehat selalu,
    https://marketing.ruangguru.com/uji

    ReplyDelete